Kualitas Udara Pekanbaru Sangat Tidak Sehat, Salat Istisqa Digelar Serentak di 15 Kecamatan
Wakil Wali Kota Pekanbaru Markarius Anwar mengikuti Salat Istisqa di Masjid Agung Ar-Rahman, Jumat (9/10/2026). Salat meminta hujan itu juga dilaksanakan serentak di 15 kecamatan, dengan harapan hujan membantu pemadaman kebakaran lahan dan memperbaiki kualitas udara.

RINGKASAN BERITA:
- Salat Istisqa digelar serentak di 15 kecamatan di Pekanbaru.
- Sekitar 100 jemaah mengikuti salat di halaman Masjid Agung Ar-Rahman.
- Kabut asap berdampak pada kesehatan dan aktivitas pendidikan, sehingga siswa sementara belajar dari rumah.
RIAUCERDAS, PEKANBARU – Upaya memohon turunnya hujan di tengah kabut asap yang menyelimuti Pekanbaru dilakukan melalui Salat Istisqa serentak di 15 kecamatan, Jumat (9/10/2026).
Kegiatan ini digelar ketika kualitas udara kota berada dalam kategori sangat tidak sehat dan aktivitas belajar siswa masih terganggu.
Wakil Wali Kota Pekanbaru Markarius Anwar turut mengikuti Salat Istisqa bersama sekitar seratus jemaah di halaman Masjid Agung Ar-Rahman, Jalan Jenderal Sudirman.
Para jemaah memanjatkan doa agar hujan turun untuk membantu pemadaman kebakaran lahan sekaligus memperbaiki kondisi udara.
Usai salat, Markarius menyampaikan harapan agar hujan dan angin membantu mengurangi kabut asap yang telah berlangsung cukup lama.
“Kita berharap ada angin dan hujan sehingga bisa bersih udara kita, sebab kabut asap sudah lama dan semakin pekat,” ucapnya.
Menurut Markarius, pelaksanaan salat tidak hanya berlangsung di Masjid Agung Ar-Rahman. Pemerintah Kota Pekanbaru juga mengajak masyarakat di seluruh kecamatan untuk melaksanakan salat serupa pada waktu yang sama.
“Dalam waktu bersamaan, kita gelar Salat Istisqa di 15 kecamatan,” kata dia. Saat itu hadir juga Kepala Bagian Kesra Sekretariat Daerah Kota Pekanbaru Indra Maulana.
Pemko Pekanbaru berharap turunnya hujan dapat membantu mengatasi dampak kebakaran lahan yang memicu kabut asap.
Perbaikan kualitas udara menjadi perhatian karena kondisi saat ini turut memengaruhi kesehatan dan kegiatan masyarakat.
Salah satu aktivitas yang terdampak adalah pendidikan.
Siswa sementara harus mengikuti pembelajaran dari rumah karena kualitas udara Pekanbaru belum membaik.
Markarius berharap kondisi cuaca segera berubah sehingga masyarakat dapat kembali beraktivitas dengan lebih aman.
Selain berdoa agar hujan turun, upaya penanganan kebakaran lahan dan perhatian terhadap dampak asap bagi warga tetap menjadi hal penting di tengah kondisi tersebut. (*)
