Pinjaman Rp154,98 Miliar dari PT SMI untuk RSUD dan MPP Rohul Dicairkan Bertahap

Pemerintah Kabupaten Rokan Hulu akan menerima pencairan pinjaman PT Sarana Multi Infrastruktur (SMI) senilai Rp154,98 miliar secara bertahap sesuai progres pekerjaan.

Penjabat Sekretaris Daerah Rokan Hulu, Drs Yusmar MSi. (Sumber: Diskominfo Rohul)

RINGKASAN BERITA:

  • Total pinjaman mencapai Rp154.988.488.149, dengan alokasi Rp146,1 miliar untuk gedung baru RSUD dan Rp8,88 miliar untuk MPP.
  • Pencairan dana disesuaikan dengan kebutuhan pekerjaan dan progres pembangunan di lapangan.
  • Kebutuhan dana pekerjaan fisik diperkirakan meningkat dari Rp8,31 miliar pada 2026 menjadi Rp74,82 miliar pada 2027.

RIAUCERDAS, PASIR PENGARAIAN – Pemerintah Kabupaten Rokan Hulu (Rohul) akan mencairkan pinjaman dari PT Sarana Multi Infrastruktur (SMI) senilai Rp154.988.488.149 secara bertahap untuk mendukung pembangunan fasilitas pelayanan publik.

Penarikan dana disesuaikan dengan kebutuhan dan perkembangan pekerjaan di lapangan. Penjabat Sekretaris Daerah (Pj Sekda) Rohul, Yusmar, mengatakan pencairan pinjaman tersebut tidak dilakukan sekaligus.

Skema itu telah disepakati Pemkab Rohul bersama PT SMI dengan mempertimbangkan progres pembangunan.

“Pencairannya bertahap. Tidak sekaligus,” terang Pj Sekda Rohul, Drs Yusmar MSi, Senin (20/7/2026).

Pinjaman tersebut dialokasikan untuk dua proyek, yakni penyelesaian lanjutan pembangunan gedung baru Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Rokan Hulu dan pembangunan Mal Pelayanan Publik (MPP).

Dari total pinjaman, sebesar Rp146.108.488.149 diperuntukkan bagi pembangunan gedung baru RSUD Rokan Hulu. Sementara itu, Rp8.880.000.000 dialokasikan untuk pembangunan MPP.

Estimasi Penarikan Dana

Berdasarkan estimasi penarikan dana yang disusun konsultan, kebutuhan anggaran pada tahun pertama relatif lebih rendah karena pekerjaan masih mencakup tahap persiapan, pengawasan, dan awal konstruksi.

Untuk kebutuhan konsultan manajemen konstruksi (MK), anggaran yang diperkirakan diperlukan pada 2026 mencapai Rp316.139.000. Jumlah tersebut meningkat menjadi Rp2.845.251.000 pada 2027.

Adapun kebutuhan dana untuk pekerjaan fisik pada 2026 diperkirakan sebesar Rp8.314.209.190. Pada tahun berikutnya, kebutuhan tersebut diproyeksikan naik menjadi Rp74.827.882.712 seiring percepatan pembangunan kedua proyek.

Pola pencairan berdasarkan progres pekerjaan tersebut menjadi bagian dari kesepakatan antara Pemkab Rohul dan PT SMI. Dengan skema ini, penarikan pinjaman dilakukan mengikuti kebutuhan pelaksanaan pembangunan RSUD dan MPP. (adv)

Share to: