Bupati Anton Instruksikan Normalisasi Bendungan Cipogas Rohul
Dinas PUPR Rohul menyatakan akan berkoordinasi dengan Balai Wilayah Sungai (BWS) Kementerian PU untuk mempercepat penanganan sedimentasi bendungan.

RINGKASAN BERITA:
- Bupati Anton meminta normalisasi segera dilakukan karena Bendungan Cipogas berperan penting dalam mendukung kegiatan pertanian.
- Kepala Dinas PUPR Rohul, Zulfikri, menyatakan normalisasi akan dilakukan dalam waktu dekat.
- Endapan yang semakin tinggi disebut mempercepat aliran air menuju hilir sehingga kondisi bendungan perlu ditangani.
RIAUCERDAS, PASIR PENGARAIAN – Ketersediaan air untuk menunjang aktivitas pertanian menjadi perhatian Bupati Rokan Hulu (Rohul), Anton, setelah petani mengeluhkan kondisi Bendungan Cipogas yang mengalami kekurangan air. Ia meminta Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Rohul segera melakukan normalisasi agar fungsi bendungan dapat mendukung kebutuhan petani.
Permintaan tersebut disampaikan Anton saat menghadiri kegiatan panen padi di Kecamatan Rambah Samo, Senin (7/9/2026). Seusai panen, ia berdiskusi langsung dengan para petani untuk mendengar berbagai persoalan yang mereka hadapi.
Dalam pertemuan itu, petani menyampaikan keluhan mengenai minimnya pasokan air di Bendungan Cipogas. Kondisi tersebut menjadi perhatian, terlebih ketika wilayah setempat menghadapi musim kemarau.
“Saya sudah pernah tinjau. Permasalahan air ini sudah lama di Cipogas. Ditambah lagi musim kemarau,” terang Bupati Anton menjawab keluhan para petani.
Menanggapi persoalan tersebut, Anton menginstruksikan Dinas PUPR Rohul untuk segera menormalisasi bendungan. Ia menilai keberadaan Bendungan Cipogas sangat penting bagi keberlangsungan kegiatan pertanian di wilayah tersebut.
“Saya minta ke kadis PU, normalisasi bendungan itu. Apapun ceritanya. Pertanian itu program bapak presiden. Saya minta disegerakan,” ujar Bupati.
Sementara, Kepala Dinas PUPR Rohul, Zulfikri, menyatakan pihaknya akan menindaklanjuti instruksi tersebut. Dinas PUPR juga akan berkoordinasi dengan Balai Wilayah Sungai (BWS) Kementerian Pekerjaan Umum untuk mendukung pelaksanaan normalisasi. “Dalam waktu dekat ini kita normalisasi,” ungkapnya.
Salah satu persoalan yang ditemukan di Bendungan Cipogas adalah sedimentasi atau penumpukan material di dasar bendungan. Endapan yang semakin tinggi disebut membuat air lebih cepat mengalir menuju hilir.
Normalisasi diharapkan dapat menjadi langkah penanganan terhadap kondisi tersebut, sehingga fungsi bendungan dalam mendukung kebutuhan air pertanian dapat ditingkatkan.
Instruksi Bupati Anton ini menjadi tindak lanjut atas keluhan petani yang disampaikan secara langsung. Pemerintah Kabupaten Rohul melalui Dinas PUPR kini menyiapkan koordinasi untuk mempercepat penanganan Bendungan Cipogas, yang dinilai memiliki peran penting bagi sektor pertanian setempat. (adv)
