UMRI Terima 111 Mahasiswa Baru Pascasarjana, Perkuat Pendidikan Magister Hukum dan Manajemen
Sekolah Pascasarjana Universitas Muhammadiyah Riau (UMRI) menerima 111 mahasiswa baru Tahun Akademik 2026/2027 yang terdiri atas 45 mahasiswa Magister Manajemen dan Kewirausahaan serta 66 mahasiswa Magister Hukum. Melalui kegiatan Studium Generale and Academic Orientation pada Sabtu (17/10/2026),

RINGKASAN BERITA:
- UMRI menerima 111 mahasiswa pascasarjana dari dua program magister, dengan jumlah terbanyak berasal dari Magister Hukum.
- Orientasi membantu mahasiswa memahami budaya akademik, etika ilmiah, sistem pembelajaran, dan proses penelitian.
- Pimpinan UMRI menekankan bahwa pengembangan ilmu pengetahuan perlu berlandaskan nilai-nilai Al-Qur’an dan berkontribusi bagi agama, manusia, serta masyarakat.
RIAUCERDAS, PEKANBARU – Sebanyak 111 mahasiswa baru memulai perjalanan akademik di Sekolah Pascasarjana Universitas Muhammadiyah Riau (UMRI) pada Tahun Akademik 2026/2027. Untuk mempersiapkan mereka menghadapi perkuliahan dan penelitian, UMRI menggelar Studium Generale and Academic Orientation di Ruang Pascasarjana UMRI, Sabtu (17/10/2026).
Direktur Sekolah Pascasarjana UMRI, Dr. Jupendri, S.Sos., M.I.Kom., menjelaskan bahwa mahasiswa baru tersebut berasal dari dua program magister.
Sebanyak 45 orang mengambil Program Magister Manajemen dan Kewirausahaan, sedangkan 66 lainnya bergabung dengan Program Magister Hukum.
Penerimaan mahasiswa baru ini menjadi bagian dari upaya UMRI mengembangkan pendidikan pascasarjana sekaligus memperluas akses masyarakat untuk melanjutkan pendidikan tinggi.
Melalui program tersebut, universitas berharap dapat menghasilkan lulusan berkualitas, berintegritas, dan memiliki kompetensi sesuai bidang keilmuan masing-masing.
Ketua Panitia, Dr. Mulia Akbar Santoso, mengatakan kegiatan orientasi dirancang untuk memberikan pemahaman awal mengenai sistem pembelajaran, budaya akademik, etika ilmiah, serta tahapan penelitian yang akan dijalani mahasiswa selama masa studi.
“Melalui kegiatan ini, kita ingin mahasiswa baru memahami bagaimana alur dan proses pembelajaran, etika akademik, serta penelitian yang akan mereka jalani selama menempuh pendidikan di Sekolah Pascasarjana UMRI,” terang Mulia.
Dalam kegiatan tersebut, panitia menghadirkan Dosen Pascasarjana UMRI yang juga menjabat Sekretaris Daerah Provinsi Riau, Dr. Syahrial Abdi, AP., M.Si., sebagai narasumber Studium Generale.
Kehadirannya diharapkan dapat memperluas perspektif mahasiswa mengenai dinamika pembangunan, tantangan profesional, dan penerapan ilmu dalam praktik, khususnya pada bidang hukum, manajemen, dan kewirausahaan.
Ketua Badan Pembina Harian (BPH) UMRI, Prof. Dr. H. M. Nazir, MA., turut menyambut para mahasiswa yang memilih UMRI sebagai tempat melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi.
“Terima kasih telah memilih Universitas Muhammadiyah Riau,” ungkapnya. Nazir menegaskan bahwa pengembangan ilmu pengetahuan di lingkungan perguruan tinggi Muhammadiyah perlu berlandaskan nilai-nilai Al-Qur’an.
Menurutnya, ilmu tidak cukup hanya dipahami sebagai teori, tetapi juga harus mampu memberikan manfaat nyata bagi agama, manusia, dan kemanusiaan.
Ia menjelaskan bahwa pemahaman mengenai manusia dan kehidupan bermasyarakat melahirkan berbagai bidang ilmu sosial dan humaniora.
Ilmu ekonomi membantu menjelaskan aktivitas manusia dalam memenuhi kebutuhan hidup, sementara ilmu hukum berperan mengatur kehidupan bersama agar berlangsung tertib dan adil.
“Bagaimana manusia hidup dengan ekonomi, dan bagaimana manusia bisa hidup teratur, itulah fungsi hukum,” terang dia.
Ia berharap Program Magister Manajemen dan Kewirausahaan serta Magister Hukum dapat terus berkembang dan memberikan kontribusi bagi masyarakat.
Mahasiswa juga diharapkan mampu menerapkan ilmu yang diperoleh untuk menjawab persoalan nyata, bukan hanya menguasai teori selama menjalani pendidikan.
Melalui kegiatan orientasi ini, Sekolah Pascasarjana UMRI mendorong mahasiswa baru untuk beradaptasi dengan lingkungan kampus, memahami tanggung jawab akademik, serta mempersiapkan diri menjalani perkuliahan dan penelitian secara optimal.
Kegiatan tersebut sekaligus menjadi bagian dari upaya membangun tradisi akademik yang unggul, berkemajuan, dan berlandaskan nilai-nilai Islam. (*)
