Hino Tingkatkan Kapasitas Baterai Big Bus, Dukung Kenyamanan Penumpang
Hino meningkatkan kapasitas baterai seluruh lini Big Bus dari 2 x 120 Ah menjadi 2 x 150 Ah untuk mendukung kebutuhan kelistrikan kendaraan. Langkah ini juga untuk menunjang kenyamanan perjalanan.

RINGKASAN BERITA:
- Kapasitas baterai Hino RK 280, RM 280, dan AK 240 ditingkatkan dari 2 x 120 Ah menjadi 2 x 150 Ah.
- Pembaruan diterapkan bertahap pada periode September–Oktober 2026 untuk mendukung kebutuhan perangkat kelistrikan bus.
- Hino mencatat pangsa pasar bus sebesar 65% pada September 2026.
RIAUCERDAS, JAKARTA – Meningkatnya penggunaan perangkat elektronik untuk menunjang kenyamanan perjalanan mendorong PT Hino Motors Sales Indonesia (HMSI) memperbarui spesifikasi kelistrikan pada seluruh lini Hino Big Bus.
Perusahaan meningkatkan kapasitas baterai pada model RK 280, RM 280, dan AK 240 guna mendukung kebutuhan operasional bus yang semakin beragam.
Peningkatan dilakukan dengan mengganti spesifikasi baterai dari sebelumnya 2 x 120 Ah menjadi 2 x 150 Ah. Implementasinya berlangsung secara bertahap mengikuti jadwal produksi masing-masing model pada September hingga Oktober 2026.
Pembaruan ini ditujukan untuk menunjang penggunaan berbagai perangkat kelistrikan di dalam bus, mulai dari dispenser dan port USB untuk pengisian daya hingga sistem hiburan audio serta perangkat pendukung lainnya.
Dengan kapasitas baterai yang lebih besar, sistem kelistrikan diharapkan dapat bekerja lebih optimal dalam mendukung kebutuhan kendaraan selama beroperasi.
Market Development Division Head HMSI, Tri Hariyanto, mengatakan peningkatan tersebut merupakan respons terhadap perubahan kebutuhan operator bus, baik untuk layanan pariwisata maupun transportasi antarkota dan antarprovinsi.
“Kami memahami bahwa kebutuhan operasional bus terus mengalami perubahan, termasuk meningkatnya penggunaan berbagai perangkat kelistrikan untuk menunjang kenyamanan dan pengalaman perjalanan penumpang,” ujar Tri Hariyanto.
Peningkatan kapasitas baterai pada seluruh lini Hino Big Bus merupakan salah satu bentuk komitmen dalam menghadirkan produk yang semakin sesuai dengan kebutuhan pelanggan. Baik untuk operasional pariwisata maupun transportasi antarkota dan antarprovinsi.
Selain pembaruan baterai, Hino menawarkan beberapa model Big Bus dengan karakteristik teknis berbeda agar operator dapat memilih kendaraan sesuai kebutuhan layanan dan kondisi operasional.
Hino RK 280 dan Hino RM 280 sama-sama menggunakan mesin diesel J08E-WD berkapasitas 7.684 cc yang menghasilkan tenaga maksimum 280 PS dan torsi maksimum 84 kgm.
Kedua model juga dibekali teknologi Variable Nozzle Turbocharger (VNT), intercooler, serta sistem Common Rail untuk mendukung performa mesin dan efisiensi bahan bakar.
Hino RK 280 merupakan bus bermesin belakang dengan Gross Vehicle Weight (GVW) 15,5 ton. Model ini menggunakan transmisi enam percepatan, sistem pengereman full air dengan pilihan Anti-lock Braking System (ABS), serta exhaust brake untuk membantu pengendalian kendaraan selama perjalanan.
Sementara itu, Hino RM 280 memiliki GVW 16 ton dan transmisi tujuh percepatan. Model ini dilengkapi sistem pengereman full air dual circuit dengan pilihan ABS, rangka space frame, serta suspensi udara atau air suspension.
Kombinasi tersebut menjadikannya pilihan bagi operator yang membutuhkan bus untuk perjalanan jarak jauh, layanan antarkota, maupun pariwisata premium.
Untuk kebutuhan operasional lainnya, Hino AK 240 mengandalkan mesin diesel J08E-WF berkapasitas 7.684 cc dengan tenaga maksimum 240 PS dan torsi maksimum 73 kgm.
Bus bermesin depan ini menggunakan transmisi enam percepatan, sistem pengereman full air dual circuit, serta exhaust brake.
Dengan Gross Combination Weight (GCW) sebesar 15 ton, model tersebut dapat dipertimbangkan operator sesuai kebutuhan rute dan konfigurasi karoseri.
Perbedaan spesifikasi pada ketiga model memberikan fleksibilitas bagi perusahaan otobus dalam menentukan armada berdasarkan karakteristik layanan, kebutuhan operasional, dan profil bisnis.
Melalui peningkatan kapasitas baterai, Hino berupaya memastikan lini Big Bus tetap relevan dengan kebutuhan perangkat pendukung perjalanan yang terus berkembang.
Dari sisi pasar, Hino menyebut pangsa pasarnya di segmen bus Indonesia mencapai 65 persen pada September 2026. Capaian tersebut memperkuat posisi perusahaan dalam industri transportasi penumpang nasional sekaligus menjadi dorongan untuk terus mengembangkan produk dan layanan sesuai kebutuhan pelanggan.
Peningkatan spesifikasi baterai ini menjadi bagian dari upaya Hino mempertahankan keandalan kendaraan di tengah perubahan kebutuhan transportasi.
Dukungan sistem kelistrikan yang lebih besar diharapkan membantu operator memenuhi kebutuhan perjalanan penumpang tanpa mengabaikan aspek operasional armada. (*)
