UMRI Bakal Wisuda 1.351 Mahasiswa, Terbanyak Sepanjang Sejarah
Universitas Muhammadiyah Riau (UMRI) akan menggelar Wisuda XXXI pada 24–25 Oktober 2026 dengan 1.351 lulusan, jumlah terbanyak sepanjang sejarah wisuda UMRI.

RINGKASAN BERITA:
- Sebanyak 1.351 mahasiswa dari delapan fakultas dan Sekolah Pascasarjana akan diwisuda dalam dua sesi pada 24–25 Oktober 2026 di Gedung SKA Co Ex Pekanbaru.
- Sebanyak 15 program studi UMRI telah meraih akreditasi Unggul. Pada Tahun Akademik 2026/2027, UMRI menyelenggarakan 35 program studi untuk berbagai jenjang pendidikan.
- UMRI menyiapkan proyek pengembangan kampus bernilai besar. Di antaranya rencana pembangunan Rumah Sakit PKU Muhammadiyah Riau dengan estimasi Rp130 miliar dan Audisportorium Rp30 miliar, serta penyelesaian Gedung Mahmud Marzuki Tower sembilan lantai.
RIAUCERDAS, PEKANBARU – Universitas Muhammadiyah Riau (UMRI) akan mewisuda sebanyak 1.351 mahasiswa pada 24–25 Oktober 2026. Jumlah tersebut menjadi yang terbanyak sepanjang sejarah penyelenggaraan wisuda perguruan tinggi Muhammadiyah di Riau itu.
Wisuda XXXI UMRI Tahun Akademik 2025/2026 akan berlangsung selama dua hari di Gedung SKA Co Ex, Pekanbaru. Selain mencatat rekor jumlah lulusan, UMRI juga tengah mempersiapkan sejumlah proyek pengembangan kampus, termasuk pembangunan rumah sakit pendidikan dengan estimasi anggaran Rp130 miliar.
Hal tersebut disampaikan dalam materi konferensi pers Wisuda XXXI UMRI di Pekanbaru, Kamis (22/10/2026). Sebanyak 1.351 calon wisudawan berasal dari delapan fakultas dan Sekolah Pascasarjana. Mereka merupakan lulusan satu program magister, 21 program sarjana, dan tiga program diploma tiga (D-3).
Dari jumlah tersebut, 793 orang merupakan perempuan dan 558 laki-laki.Berdasarkan latar belakang agama, sebanyak 1.271 calon wisudawan beragama Islam, 65 Protestan, 14 Katolik, dan satu orang Buddha.Keberagaman latar belakang mahasiswa tersebut menjadi bagian dari kehidupan akademik UMRI yang mengedepankan toleransi dan kebersamaan.
Wisuda Dibagi Dua Hari
Untuk mengakomodasi jumlah peserta yang mencapai lebih dari 1.300 orang, pelaksanaan wisuda dibagi menjadi dua sesi. Sesi pertama dijadwalkan berlangsung pada Sabtu (24/10/2026), dengan 711 peserta dari Sekolah Pascasarjana dan lima fakultas.
Sementara itu, sesi kedua dilaksanakan pada Minggu (25/10/2026), dengan 640 peserta dari tiga fakultas. Pemilihan Gedung SKA Co Ex sebagai lokasi wisuda turut mempertimbangkan perkembangan kualitas udara di Kota Pekanbaru.
Pihak universitas ingin memastikan prosesi berlangsung nyaman dengan tetap memperhatikan kesehatan dan keselamatan peserta.
Berdasarkan jumlah lulusan per fakultas, Fakultas Ekonomi dan Bisnis menjadi penyumbang wisudawan terbanyak, yakni 313 orang.Posisi berikutnya ditempati Fakultas MIPA dan Kesehatan dengan 259 lulusan, disusul Fakultas Ilmu Komputer sebanyak 222 orang.
Fakultas Teknik menyumbang 162 lulusan, Fakultas Komunikasi 116 orang, Fakultas Studi Islam 105 orang, dan Fakultas Ilmu Hukum 103 orang.
Sementara itu, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan menghasilkan 62 lulusan, sedangkan Sekolah Pascasarjana meluluskan sembilan mahasiswa dari Program Magister Manajemen dan Kewirausahaan.
15 Program Studi Raih Akreditasi Unggul
Di tengah peningkatan jumlah lulusan, UMRI juga terus memperkuat kualitas pendidikan melalui pengembangan program studi dan peningkatan akreditasi.
Pada Tahun Akademik 2026/2027, UMRI menyelenggarakan 35 program studi pada jenjang D-3, sarjana, magister, dan pendidikan profesi yang tersebar di sembilan fakultas serta Sekolah Pascasarjana.
Dari keseluruhan program studi tersebut, sebanyak 15 telah memperoleh akreditasi Unggul.Untuk jenjang D-3, akreditasi Unggul diraih Program Studi Mesin Otomotif dan Keperawatan.
Pada jenjang sarjana, program studi yang telah meraih akreditasi Unggul meliputi Biologi, Fisika, Kimia, Akuntansi, Ekonomi Pembangunan, Manajemen, Pendidikan Informatika, Pendidikan Bahasa Inggris, Pendidikan IPA, Ilmu Hukum, Perbankan Syariah, dan Kebidanan.
Sementara itu, pada jenjang pendidikan profesi, akreditasi Unggul diraih Program Profesi Bidan.
Capaian tersebut menjadi bagian dari upaya UMRI meningkatkan daya saing lulusan sekaligus memperkuat sistem penjaminan mutu pendidikan.
Pengembangan kompetensi dosen, peningkatan kualitas pembelajaran, serta perluasan kerja sama juga menjadi perhatian universitas dalam menghadapi kebutuhan dunia kerja.
Selain peningkatan mutu akademik, UMRI menyiapkan sejumlah proyek infrastruktur untuk mendukung pengembangan kampus.
Salah satu rencana strategisnya adalah pembelian lahan dan pembangunan Rumah Sakit PKU Muhammadiyah Riau dengan estimasi anggaran mencapai Rp130 miliar.
Rumah sakit tersebut direncanakan menjadi fasilitas pendukung pendidikan kedokteran, terutama untuk pembelajaran klinis, penelitian, dan peningkatan kompetensi mahasiswa Fakultas Kedokteran.
Pengembangan rumah sakit pendidikan ini diharapkan dapat memperkuat penyelenggaraan pendidikan kedokteran di lingkungan UMRI.
Di sisi lain, universitas juga terus menyelesaikan pembangunan Gedung Mahmud Marzuki Tower (MMT) setinggi sembilan lantai.
Gedung tersebut diproyeksikan menjadi fasilitas pendukung kegiatan akademik, penelitian, pengembangan kreativitas, serta pembinaan kepemimpinan mahasiswa.
UMRI juga merencanakan pembangunan Audisportorium dengan estimasi anggaran Rp30 miliar.
Fasilitas terpadu itu dirancang untuk mengakomodasi kegiatan olahraga, akademik, kemahasiswaan, dan kemasyarakatan.
Audisportorium juga dipersiapkan sebagai lokasi penyelenggaraan wisuda serta berbagai kegiatan berskala nasional dan internasional.
Peletakan batu pertama pembangunan fasilitas tersebut ditargetkan berlangsung pada 2026.
Kembangkan Pertanian Berbasis Kampus
Pengembangan UMRI tidak hanya berfokus pada pembangunan gedung dan fasilitas pendidikan.
Perguruan tinggi tersebut juga mendukung Program Ketahanan Pangan Nasional Berbasis Kampus melalui pengembangan area pertanian seluas 1.190 meter persegi.
Program ini melibatkan sivitas akademika dan keluarga besar UMRI. Selain mendukung ketahanan pangan, kawasan pertanian tersebut diarahkan menjadi sarana pembelajaran praktik, penelitian, inovasi teknologi pertanian, serta pengembangan kewirausahaan mahasiswa.
Melalui program tersebut, UMRI berupaya menghubungkan kegiatan akademik dengan kebutuhan masyarakat dan pembangunan nasional.
Wisuda XXXI UMRI tahun ini mengusung tema From Knowledge to Impact: Membangun Generasi Unggul, Berdampak untuk Peradaban.
Tema tersebut menekankan pentingnya mengubah pengetahuan yang diperoleh selama perkuliahan menjadi tindakan dan kontribusi nyata.
Para lulusan diharapkan tidak hanya mengandalkan gelar akademik, tetapi juga mampu menghasilkan inovasi, mendorong perubahan, dan memberikan manfaat bagi masyarakat.
UMRI juga mendorong para alumninya menjadi duta Persyarikatan Muhammadiyah dalam kehidupan bermasyarakat.
Selain memiliki kompetensi profesional, lulusan diharapkan menjunjung tinggi integritas, akhlak mulia, dan kepedulian sosial.
Sejumlah tokoh dijadwalkan menjadi undangan dalam Wisuda XXXI UMRI, di antaranya Ketua Pimpinan Pusat Muhammadiyah Prof. Dr. H. Irwan Akib, M.Pd., Pelaksana Tugas Gubernur Riau, pimpinan LLDIKTI Wilayah XVII, Kopertais Wilayah XII, serta jajaran Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Riau.
Prosesi wisuda juga akan dihadiri pimpinan universitas, sivitas akademika, keluarga besar Muhammadiyah, serta orang tua dan keluarga wisudawan. (*)
