Mahasiswa Kukerta FKp Unri Kenalkan Senam Tai Chi kepada Lansia di Kampar, Rata-Rata Tekanan Darah Menurun
Kukerta FKp Unri menggelar Program SEHATI di Desa Gunung Mulya, Kampar. Evaluasi menunjukkan peningkatan pengetahuan lansia dan penurunan rata-rata tekanan darah setelah kegiatan.

RINGKASAN BERITA:
- Sebanyak 26 lansia mengikuti edukasi hipertensi dan pengenalan senam Tai Chi melalui Program SEHATI.
- Evaluasi mencatat rata-rata tekanan darah turun dari 147,0/87,5 menjadi 140,6/84,2 mmHg setelah kegiatan.
- Mahasiswa mendorong keberlanjutan aktivitas bersama kader posyandu, disertai pemeriksaan rutin dan kepatuhan pengobatan.
RIAUCERDAS, KAMPAR – Edukasi kesehatan dan aktivitas fisik menjadi fokus program mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (Kukerta) Fakultas Keperawatan (FKp) Universitas Riau (Unri) di Desa Gunung Mulya, Kecamatan Gunung Sahilan, Kabupaten Kampar.
Melalui Program SEHATI (Senam Tai Chi Atasi Hipertensi), mahasiswa mengajak masyarakat lanjut usia (lansia) memahami pentingnya pengendalian tekanan darah sekaligus mengenal aktivitas fisik yang dapat disesuaikan dengan kemampuan mereka.
Kegiatan yang mengusung tema “Membangun Masyarakat Sehat, Inovatif dan Berkelanjutan” tersebut berlangsung pada 6 Oktober 2026 di Puskesmas Pembantu (Pustu) Desa Gunung Mulya. Sebanyak 26 lansia berpartisipasi dalam program yang menjadi salah satu unggulan Kelompok 24 Kukerta FKp Unri.
Kelompok tersebut terdiri atas 11 mahasiswa di bawah bimbingan dosen pembimbing lapangan, Ns. Auliana Tesa, M.Kep. Program ini disusun berdasarkan hasil pengkajian awal yang menemukan hipertensi masih menjadi salah satu persoalan kesehatan di kalangan lansia setempat.
Hasil pengkajian juga menunjukkan sebagian lansia belum rutin memeriksakan tekanan darah, kurang teratur menjalani pengobatan, dan belum optimal melakukan aktivitas fisik.
Kondisi tersebut mendorong mahasiswa menghadirkan edukasi yang mudah dipahami serta memperkenalkan gerakan fisik yang dapat dilakukan sesuai kemampuan peserta.
Rangkaian Program SEHATI dimulai dengan penyampaian materi mengenai hipertensi, mulai dari pengertian dan faktor risikonya hingga pentingnya pemeriksaan tekanan darah secara berkala.
Peserta juga memperoleh penjelasan tentang pola hidup sehat dan kepatuhan menjalani pengobatan sesuai anjuran tenaga kesehatan.
Setelah edukasi, mahasiswa memperkenalkan senam Tai Chi sebagai aktivitas fisik yang mengandalkan gerakan perlahan, terkontrol, dan terkoordinasi.
Mahasiswa mendemonstrasikan gerakan dasarnya, kemudian mengajak para lansia mempraktikkannya bersama dengan menyesuaikan kemampuan masing-masing.
Selain edukasi dan praktik senam, kegiatan dilengkapi pengukuran tekanan darah sebelum dan sesudah pelaksanaan serta evaluasi pengetahuan peserta.
Langkah tersebut dilakukan untuk melihat perubahan hasil pengukuran selama kegiatan dan mengetahui pemahaman peserta terhadap materi yang telah diberikan.
Hasil evaluasi menunjukkan pengetahuan peserta meningkat dari kategori cukup menjadi baik. Sementara itu, rata-rata tekanan darah sebelum kegiatan tercatat sebesar 147,0/87,5 mmHg, kemudian menjadi 140,6/84,2 mmHg setelah kegiatan.
Berdasarkan angka tersebut, rata-rata tekanan darah sistolik mengalami penurunan sebesar 6,4 mmHg, sedangkan tekanan darah diastolik turun 3,3 mmHg.
Meski demikian, hasil pengukuran tersebut hanya menggambarkan perubahan yang tercatat dalam satu kali kegiatan.
Evaluasi itu belum dapat memastikan bahwa senam Tai Chi memberikan pengaruh jangka panjang terhadap pengendalian hipertensi.
Karena itu, aktivitas fisik perlu menjadi bagian dari upaya menjaga kesehatan yang lebih menyeluruh. Pemeriksaan tekanan darah secara rutin, penerapan pola hidup sehat, dan kepatuhan terhadap pengobatan sesuai anjuran tenaga kesehatan tetap penting bagi lansia dengan hipertensi.

Ketua Kelompok 24 Kukerta FKp Unri, Yona Junita, mengatakan Program SEHATI dirancang berdasarkan persoalan kesehatan yang ditemukan mahasiswa selama berada di tengah masyarakat.
Hipertensi pada lansia menjadi salah satu masalah yang mendorong kelompoknya menghadirkan program edukasi dan aktivitas fisik tersebut.
“Program SEHATI merupakan program unggulan kami yang menyasar lansia, khususnya lansia dengan hipertensi. Berdasarkan hasil pengkajian pada minggu pertama Kukerta, kami menemukan bahwa hipertensi menjadi salah satu masalah kesehatan yang banyak dialami lansia di Desa Gunung Mulya,” ujarnya dalam rilis, Minggu (25/10/2026).
Berangkat dari temuan tersebut, mahasiswa menghadirkan program ini melalui kemitraan dengan kader posyandu. “Kami berharap kegiatan senam Tai Chi dapat terus dilanjutkan dalam kegiatan posyandu setelah masa Kukerta berakhir, sebagai salah satu upaya berkelanjutan untuk mendukung pengendalian tekanan darah pada lansia,” ujar Yona.
Melalui program ini, mahasiswa berharap para lansia semakin memahami pentingnya menjaga tekanan darah dan dapat melakukan aktivitas fisik secara teratur sesuai kemampuan.
Kemitraan dengan kader posyandu juga diharapkan menjadi salah satu cara untuk melanjutkan kegiatan setelah masa Kukerta selesai.
Program SEHATI turut mendukung Tujuan Pembangunan Berkelanjutan atau Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDGs 3 tentang Kehidupan Sehat dan Sejahtera melalui upaya promotif dan preventif bagi lansia, serta SDGs 17 tentang Kemitraan untuk Mencapai Tujuan melalui kolaborasi mahasiswa dan kader posyandu dalam mendukung kesehatan masyarakat. (*)
