SDN 012 Rantau Kasih Kampar Direvitalisasi dengan Anggaran Rp1,95 Miliar, Pengerjaan 150 Hari

SDN 012 Rantau Kasih, Kecamatan Kampar Kiri Hilir, mendapat program revitalisasi satuan pendidikan dari APBN senilai Rp1,955 miliar. Pembangunan dikerjakan selama 150 hari setelah sekolah yang sebelumnya berstatus kelas jauh menghadapi kendala pembangunan karena berada di kawasan hutan.

Wakil Bupati Kampar, Dr Misharti berbincang dengan pelaksana proyek revitalisasi SDN 012 Rantau Kasih, Kecamatan Kampar Kiri Hilir. SD ini mendapat program revitalisasi satuan pendidikan dari APBN senilai Rp1,955 miliar. (Sumber: Media Center Kampar)
  • SDN 012 Rantau Kasih mendapat anggaran revitalisasi Rp1,955 miliar dari program revitalisasi satuan pendidikan yang bersumber dari APBN.
  • Pengerjaan berlangsung 150 hari, mulai 14 Juli hingga 14 Desember 2026.
  • Sekolah bertransformasi dari kelas jauh menjadi sekolah induk permanen, setelah sebelumnya menghadapi kendala pembangunan karena berada di kawasan hutan.

RIAUCERDAS, KAMPAR – Program revitalisasi satuan pendidikan di Kabupaten Kampar menyasar UPT SDN 012 Rantau Kasih, Kecamatan Kampar Kiri Hilir.

Sekolah tersebut mendapat dukungan anggaran APBN sebesar Rp1.955.056.486 dengan waktu pelaksanaan pembangunan selama 150 hari, mulai 14 Juli hingga 14 Desember 2026.

Revitalisasi tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah meningkatkan fasilitas pendidikan di daerah yang sebelumnya menghadapi kendala pembangunan karena berada di kawasan hutan.

SDN 012 Rantau Kasih memiliki perjalanan dari sekolah kelas jauh hingga menjadi sekolah induk permanen. Pada 2021, sekolah tersebut masih berstatus sebagai kelas jauh.

Statusnya kemudian berubah menjadi sekolah induk permanen pada 2025 dan berlangsung hingga saat ini.

Perhatian terhadap pembangunan sekolah tersebut semakin diperkuat setelah Presiden RI Prabowo Subianto menerbitkan Instruksi Presiden (Inpres) Nomor 7 Tahun 2025.

Pemerintah Kabupaten Kampar kemudian mendorong SDN 012 Rantau Kasih masuk dalam prioritas pembangunan pendidikan.

Wakil Bupati Kampar Dr Hj Misharti mengatakan dukungan program revitalisasi dari pemerintah pusat menjadi hasil dari komunikasi dan kerja sama berbagai pihak.

“Alhamdulillah, berbagai kendala yang sebelumnya kita hadapi dapat kita carikan jalan keluarnya melalui koordinasi dan kerja sama yang baik. Ini menunjukkan bahwa ketika semua pihak bersinergi, pembangunan pendidikan dapat kita wujudkan,” kata Misharti.

Ia menyampaikan apresiasi atas dukungan program revitalisasi satuan pendidikan yang bersumber dari APBN tersebut.

Menurutnya, peningkatan fasilitas sekolah merupakan bagian dari perhatian pemerintah terhadap sektor pendidikan.

“Tentunya Pemerintah Kabupaten Kampar berkomitmen untuk terus memberikan perhatian terhadap dunia pendidikan. Revitalisasi sekolah bukan hanya pembangunan gedung, tetapi merupakan investasi untuk masa depan anak-anak kita,” terang dia.

Misharti juga memberikan penghargaan kepada kepala sekolah, guru, masyarakat, anggota dewan, serta pihak lain yang ikut mendorong terwujudnya revitalisasi SDN 012 Rantau Kasih.

Ia menegaskan Pemerintah Kabupaten Kampar akan terus mendorong pemerataan pembangunan pendidikan.

Upaya tersebut diarahkan agar sekolah di daerah dapat memperoleh sarana yang memadai sekaligus meningkatkan kualitas pelayanan pendidikan.

Momentum Pemerataan Pendidikan

Sementara, Anggota DPRD Kampar, Eko Sutrisno turut mengapresiasi langkah Pemkab Kampar dalam mendorong pembangunan dan peningkatan fasilitas pendidikan sebagai salah satu prioritas.

Menurutnya, keberhasilan revitalisasi SDN 012 Rantau Kasih dapat menjadi momentum untuk mempercepat pemerataan pembangunan pendidikan, terutama bagi sekolah yang masih menghadapi keterbatasan sarana.

“Revitalisasi SDN 012 Rantau Kasih diharapkan tidak hanya menjadi pembangunan fisik semata, tetapi juga menjadi langkah nyata dalam menghadirkan lingkungan belajar yang lebih layak, aman dan berkualitas bagi generasi penerus Kabupaten Kampar,” katanya.

Pembangunan SDN 012 Rantau Kasih menjadi salah satu bentuk penanganan fasilitas pendidikan di Kabupaten Kampar.

Melalui program tersebut, pemerintah berharap kebutuhan sarana pendidikan di sekolah yang sebelumnya menghadapi kendala pembangunan dapat ditangani secara bertahap. (*)

Share to: