Umri Kukuhkan 1.351 Wisudawan, Terbanyak Sepanjang Sejarah

Umri menggelar Wisuda XXXI dengan 1.351 lulusan. Rektor Saidul Amin berpesan agar alumni mengamalkan ilmu, sementara prosesi wisuda diwarnai suasana haru mengenang Saddam Ardian Putra.

Suasana Wisuda XXXI Program Pascasarjana, Sarjana, Diploma III Universitas Muhammadiyah Riau sesi kedua pada Minggu (25/10/2026). (Sumber: Riau Cerdas/Khamidi Setyo Budi)

RINGKASAN BERITA:

  • Umri mengukuhkan 1.351 lulusan dalam Wisuda XXXI, dengan 640 wisudawan mengikuti prosesi pada sesi kedua.
  • Rektor Umri Saidul Amin mengingatkan alumni agar mengamalkan ilmu dan memberi manfaat bagi masyarakat.
  • Prosesi wisuda berlangsung haru saat orang tua almarhum Saddam Ardian Putra mewakili putra mereka yang telah menyelesaikan yudisium.

RIAUCERDAS, PEKANBARU – Universitas Muhammadiyah Riau (Umri) mengelar wisuda ke XXXI program  Pasca Sarjana, Sarjana dan Diploma 3 dengan 1.351 lulusan. Hari ini merupakan sesi kedua dengan 640 wisuda yang dikukuhkan grand ballroom SKA Co Ex, Pekanbaru, Minggu (25/10/2026).

Wisuda kali ini merupakan wisuda terbanyak seperti sejarah Umri berdiri. Wisuda kali ini mengangkat tema “From Knowledge to Impact: Membangun Generasi Unggul berdampak untuk peradaban”.

Dr. Saidul Amin, MA selaku Rektor Umri dalam sambutannya mengingatkan acara wisuda ini bukan sekedar seremoni tapi menjadi momen untuk alumni Umri agar dapat melangkah menuju pengabdian yang lebih luas di tengah masyarakat.

Saidul juga berpesan kepada alumni agar Ilmu yang diperoleh tidak berguna untuk dirinya sendiri namun membirukan manfaat untuk masyarat.

“Alumni itu kan punya beberapa fungsi, pertama sebagai ilmuwan, maka mereka mengamalkan ilmu yang sudah ada. Kemudian selaku bagian dari masyarakat, mereka juga harus berperan sebagai bagian dari keluarga. Lalu yang paling penting selaku bagian keluarga besar Muhammadiyah maka mereka adalah duta-duta Muhammadiyah di tengah-tengah masyarakat,” ucap Saidul.

Seremonial wisuda tersebut juga dihadiri Wakil Ketua Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Riau Dr H Sutarmo mengatakan, Umri memang sedang menjalankan amanah dari Muhammadiyah supaya bisa membangun peradaban kemajuan manusia dari hari ke hari.

Untuk itu, dia pun juga berpesan kepada ribuan wisudawan Umri agar dapat mengamalkan ilmunya kepada masyarakat.

Sutarmo juga berpesan kepada alumni ilmu yang diperoleh di masa perkuliahan dapat bermanfaat dan mengangkat derajat.

“Bagaimana pun, ilmu itu pasti bisa mengangkat derajat manusia. Jadilah lulusan yang bisa memanfaatkan ilmu pengetahuannya untuk seluruh lapisan masyarakat. Sehingga ilmu yang sudah diamalkan dan dimanfaatkan itu nantinya akan berguna membangun peradaban serta berdampak positif terhadap peradaban,” pesan Sutarmo.

Suasana gedung wisuda yang awalnya hikmat dalam pembacaan wisudawan pemindahan kucir, mendadak hening dan alunan instrumen sedih mengiringi video perjuangan salah satu mahasiswa yang wafat sebelum prosesi wisuda dilakukan.

Dia adalah Saddam Ardian Putra yang lebih dulu dipanggil menghadap sang pencipta. Dia telah menyandang gelar Sarjana, bahkan telah mengikuti prosesi yudisium Fakultas Teknik informatika.

Suasana bertambah haru ketika kedua orang tua almarhum Sadam mewakili prosesi wisuda. Air mata menetes tidak hanya dari orang tua Sadam namun juga dosen, tenaga pendidik dan teman-teman seangkatan merasakan kesedihan keluarga almarhum Saddam. (*)

Share to: