Afni Z Buka MTQ ke-23 Koto Gasib, Tekankan Pembinaan Qori Bukan Kemegahan Astaka
Bupati Siak Afni Z membuka MTQ ke-23 Kecamatan Koto Gasib. Ia menekankan pembinaan berkelanjutan untuk melahirkan generasi Qurani berprestasi hingga tingkat nasional.

RINGKASAN BERITA:
- MTQ ke-23 Kecamatan Koto Gasib berlangsung pada 24–26 Oktober 2026 di Kampung Rantau Panjang dan pembukaan dipindahkan ke masjid akibat hujan lebat.
- Afni Z meminta LPTQ dan jajaran terkait memprioritaskan peningkatan kemampuan peserta daripada kemegahan panggung MTQ.
- Ajang ini menjadi seleksi qori dan qoriah terbaik untuk dipersiapkan menghadapi MTQ ke-26 tingkat Kabupaten Siak yang dijadwalkan berlangsung pada 17 November 2026.
RIAUCERDAS, KOTO GASIB – Kualitas pembinaan peserta harus menjadi tolok ukur utama keberhasilan Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ), bukan kemegahan panggung atau astaka.
Pesan itu ditegaskan Bupati Siak Afni Z saat membuka MTQ ke-23 tingkat Kecamatan Koto Gasib di Kampung Rantau Panjang, Sabtu malam (24/10/2026).
Hujan lebat yang mengguyur lokasi membuat pelaksanaan pembukaan dipindahkan ke Masjid Amaliyah. Meski berlangsung dalam kondisi tersebut, kegiatan tetap berjalan khidmat dan lancar.
“Alhamdulillah, Karena hujan lebat, pelaksanaan MTQ dipindah ke Mesjid. tetap khidmat dan berjalan lancar. Justru MTQ yang seperti ini paling baik. MTQ tak perlu memperbagus Astaka, tapi hendaknya memperbagus kualitas pembinaan kafilahnya. Terimakasih Koto Gasib,” ujar Afni.
Dia menegaskan, MTQ tidak seharusnya dipandang sebatas perlombaan tahunan. Lebih dari itu, kegiatan ini merupakan sarana strategis untuk membangun kemampuan generasi muda dalam memahami dan mempelajari Al-Qur’an serta hadis sebagai bekal menjalani kehidupan.
MTQ ke-23 Kecamatan Koto Gasib berlangsung selama tiga hari, mulai 24 hingga 26 Oktober 2026, dengan mengusung tema “Dengan Nilai-nilai Al Qur’an, Kita Wujudkan Masyarakat yang Rukun, Damai dan Harmonis”.
Rangkaian kegiatan diawali dengan pawai ta’aruf pada siang hari yang diikuti utusan dari berbagai kampung di Kecamatan Koto Gasib.
Dalam sambutannya, Afni mengingatkan bahwa pembentukan karakter dan mental generasi muda perlu dilakukan sejak dini melalui penanaman nilai-nilai Qurani.
Karena itu, ia meminta camat, penghulu, dewan hakim, alim ulama, tokoh masyarakat, serta Lembaga Pengembangan Tilawatil Qur’an (LPTQ) memperkuat pola pembinaan peserta secara berkelanjutan.
Menurutnya, pembinaan tidak boleh hanya dilakukan menjelang perlombaan. LPTQ di tingkat kecamatan diharapkan berperan aktif sebagai wadah pendidikan yang secara konsisten mengembangkan kemampuan calon qori dan qoriah.
“Saya mengingatkan camat, penghulu dan dewan hakim untuk ke depannya benar-benar mengutamakan peningkatan kemampuan serta keahlian para peserta secara berkelanjutan. LPTQ Kecamatan harus bekerja ekstra, bergerak aktif menjadi wadah pendidikan yang konsisten melahirkan talenta-talenta hebat, bukan sekadar menyiapkan peserta saat lomba saja,” terang Afni.
Pesan tersebut menjadi penekanan bahwa keberhasilan MTQ perlu diukur melalui perkembangan kemampuan peserta dan kesinambungan pembinaan, sehingga mereka memiliki kesiapan untuk bersaing pada tingkat yang lebih tinggi.
Untuk membangkitkan semangat peserta, Afni turut menyoroti prestasi putra daerah, Afif Muhammad Thoifur, yang meraih peringkat Terbaik 2 pada cabang Tartil Al-Qur’an dalam MTQ Nasional XXXI Tahun 2026 di Jawa Tengah.
Ia berharap pencapaian tersebut menjadi inspirasi bagi anak-anak dan generasi muda di Koto Gasib agar berani memasang target prestasi hingga tingkat nasional.
“Ini harus kita jadikan seruan penyemangat untuk anak-anak generasi Al-Qur’an kita di Kabupaten Siak. Kita harus bangga, seorang Qori perwakilan Riau yang berhasil meraih prestasi gemilang sebagai Terbaik 2 di ajang MTQ Nasional XXXI Tahun 2026 di Jawa Tengah baru-baru ini adalah Afif Muhammad Thoifur, anak kandung asal Kabupaten Siak pada cabang Tartil Al-Qur’an. Jika Afif bisa, anak-anak di Koto Gasib ini juga pasti bisa menembus prestasi nasional,” ujar Bupati.
Afni menilai prestasi tersebut menunjukkan bahwa generasi muda Siak memiliki peluang untuk bersaing di tingkat nasional apabila didukung pembinaan yang terarah dan konsisten.
MTQ ke-23 Kecamatan Koto Gasib mempertandingkan sejumlah cabang, meliputi Tilawatil Qur’an, Fahmil Qur’an, Khottil Qur’an, Syarhil Qur’an, Hifzil Qur’an, dan Hifzil Hadist.
Selain menjadi ruang pembelajaran dan pembentukan karakter, kompetisi ini juga berfungsi sebagai tahap penjaringan peserta terbaik dari setiap cabang.
Para pemenang nantinya dipersiapkan untuk mewakili Kecamatan Koto Gasib pada MTQ ke-26 tingkat Kabupaten Siak.
Kecamatan Koto Gasib sendiri telah ditunjuk sebagai tuan rumah MTQ tingkat kabupaten tersebut, yang direncanakan berlangsung pada 17 November 2026.
Melalui pembinaan yang berkesinambungan mulai dari tingkat kampung hingga kecamatan, Pemerintah Kabupaten Siak berharap lahir generasi Qurani yang mampu mengukir prestasi sekaligus memiliki akhlak yang kuat.
Dengan demikian, nilai-nilai Al-Qur’an diharapkan dapat menjadi fondasi bagi terciptanya masyarakat yang rukun, damai, dan harmonis. (adv)
