Diguyur Hujan Deras, MTQ ke-XV Sungai Mandau Tetap Meriah, Afni Zulkifli Soroti Pembangunan Jalan
MTQ ke-XV Kecamatan Sungai Mandau 2026 diikuti 103 kafilah. Bupati Siak Afni Zulkifli menegaskan komitmen pembangunan jalan dan pentingnya memuliakan Al-Qur’an.

RINGKASAN BERITA:
- Sebanyak 103 kafilah mengikuti MTQ ke-XV Sungai Mandau pada 25–27 Oktober 2026 meski pembukaan diguyur hujan deras.
- Pemkab Siak menambah alokasi pembangunan jalan daerah melalui APBN dari satu kilometer menjadi 3,5 kilometer pada 2026.
- Bupati Afni Zulkifli mengingatkan agar MTQ menjadi momentum memuliakan Al-Qur’an, santri, dan guru mengaji.
RIAUCERDAS, SUNGAI MANDAU – Guyuran hujan deras tidak menghalangi masyarakat dan peserta untuk mengikuti pembukaan Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) ke-XV Tingkat Kecamatan Sungai Mandau Tahun 2026.
Semangat kebersamaan tetap terlihat dalam kegiatan yang digelar pada 25–27 Oktober 2026 di Lapangan Bola Voli Kolam Tujuh, Kampung Olak, Kecamatan Sungai Mandau.
Sebanyak 103 kafilah ambil bagian dalam perhelatan tersebut, terdiri atas 47 peserta laki-laki dan 56 peserta perempuan. Mereka akan berkompetisi dalam lima cabang perlombaan untuk menunjukkan kemampuan sekaligus memperkuat kecintaan terhadap Al-Qur’an.
MTQ tidak hanya menjadi ajang perlombaan, tetapi juga sarana mempererat ukhuwah Islamiah, meningkatkan kualitas seni baca Al-Qur’an, serta mendorong pemahaman dan pengamalan nilai-nilai yang terkandung di dalamnya.
Dalam sambutannya, Bupati Siak Afni Zulkifli menegaskan bahwa pemerintah daerah tetap memberikan perhatian terhadap pembangunan dan kesejahteraan masyarakat Kecamatan Sungai Mandau.
Salah satu upaya yang disampaikan Afni adalah penambahan pembangunan jalan daerah melalui anggaran pendapatan dan belanja negara (APBN). Jika sebelumnya alokasi pembangunan jalan tersebut sepanjang satu kilometer, pada 2026 jumlahnya ditambah 3,5 kilometer.
Peningkatan alokasi pembangunan jalan itu menjadi bagian dari upaya memperkuat konektivitas wilayah sekaligus mendukung aktivitas masyarakat.
Komitmen tersebut juga menunjukkan bahwa perhatian pemerintah terhadap Sungai Mandau tidak hanya melalui kegiatan keagamaan, tetapi juga pembangunan infrastruktur.
MTQ Bukan Sekadar Mengejar Gelar Juara
Afni turut mengingatkan agar penyelenggaraan MTQ tidak hanya berfokus pada kemeriahan acara maupun persaingan untuk meraih kemenangan.
Menurutnya, esensi kegiatan ini adalah memuliakan Al-Qur’an serta menghargai peran santri dan guru mengaji dalam membina generasi Qur’ani.
“Laksanakan MTQ dengan sederhana, tetapi memiliki tujuan yang jelas, yaitu memuliakan Al-Qur’an, para santri, dan guru-guru mengaji yang selama ini telah mengajarkan nilai-nilai Al-Qur’an kepada masyarakat,” ujar Bupati Afni.
Pesan tersebut menekankan bahwa keberhasilan MTQ tidak semata-mata ditentukan oleh siapa yang keluar sebagai juara. Lebih dari itu, kegiatan ini diharapkan mampu menumbuhkan kecintaan terhadap Al-Qur’an dan mendorong masyarakat mengamalkan ajarannya dalam kehidupan sehari-hari.
Sementara itu, Camat Sungai Mandau Yaumil Azwan menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah berkontribusi dalam menyukseskan MTQ ke-XV tingkat kecamatan.

Ia secara khusus mengucapkan terima kasih kepada panitia yang telah mempersiapkan kegiatan dengan sungguh-sungguh hingga pembukaan tetap terlaksana di tengah hujan deras.
“Saya mengucapkan terima kasih kepada seluruh panitia yang telah berupaya dengan sungguh-sungguh untuk menyukseskan pelaksanaan kegiatan ini,” terangnya.
Ia juga mendorong setiap kampung untuk meningkatkan jumlah peserta yang mengikuti MTQ pada tahun-tahun mendatang.
Langkah tersebut diharapkan dapat memperluas kesempatan bagi generasi muda untuk mengembangkan kemampuan membaca Al-Qur’an sekaligus membentuk generasi yang berakhlak dan berlandaskan nilai-nilai Qur’ani.
Antusiasme peserta, panitia, dan masyarakat yang tetap hadir meski cuaca kurang bersahabat menjadi cerminan kuatnya kebersamaan dalam menyukseskan syiar Islam di Kecamatan Sungai Mandau.
Melalui MTQ ke-XV ini, masyarakat diharapkan tidak hanya melahirkan peserta berprestasi, tetapi juga memperkuat generasi yang mencintai Al-Qur’an, memahami kandungannya, serta menjadikan nilai-nilainya sebagai pedoman dalam kehidupan bermasyarakat. (adv)
