2.093 Mahasiswa Umri Tuntaskan KKN 2026, Sejumlah Desa Minta Program Dilanjutkan
Sebanyak 2.093 mahasiswa Universitas Muhammadiyah Riau (Umri) menuntaskan KKN 2026 melalui berbagai skema pengabdian di dalam dan luar negeri. Program tersebut mendapat apresiasi masyarakat karena menghasilkan inovasi dan teknologi tepat guna.

RINGKASAN BERITA:
- Sebanyak 2.093 mahasiswa Umri mengikuti KKN 2026 melalui berbagai skema pengabdian di dalam dan luar negeri. Sejumlah desa meminta program tersebut kembali dilaksanakan karena dinilai bermanfaat.
- Rektor Umri Saidul Amin menegaskan KKN harus memberikan dampak nyata. Mahasiswa tidak cukup hanya beradaptasi dengan masyarakat, tetapi juga perlu menghadirkan inovasi dan solusi.
- Umri memberikan penghargaan kepada dosen berprestasi dalam empat kategori, meliputi produktivitas SINTA, publikasi internasional Scopus, publikasi nasional Garuda, serta dampak publikasi berdasarkan H-Index Google Scholar.
RIAUCERDAS, PEKANBARU – Program Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Muhammadiyah Riau (Umri) Tahun 2026 mendapat respons positif dari masyarakat. Bahkan, sejumlah desa yang menjadi lokasi pengabdian meminta agar mahasiswa Umri kembali melaksanakan KKN di wilayah mereka.
Permintaan tersebut muncul setelah mahasiswa menghadirkan berbagai inovasi dan produk teknologi tepat guna yang dinilai bermanfaat bagi masyarakat.
Sepanjang 2026, sebanyak 2.093 mahasiswa Umri mengikuti KKN melalui berbagai skema pengabdian, baik di dalam maupun luar negeri.
Ketua Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Umri, Dr. Aidil Haris, S.Sos., M.Si., mengatakan apresiasi terhadap program KKN datang dari pemerintah desa dan masyarakat di sejumlah lokasi pengabdian.
“Banyak apresiasi yang disampaikan kepada mahasiswa Umri dari desa-desa tempat mereka melaksanakan KKN. Mahasiswa kita telah menghasilkan berbagai produk teknologi tepat guna yang bermanfaat bagi masyarakat. Bahkan, sejumlah desa meminta agar program KKN Umri kembali dilaksanakan di wilayah mereka,” kata dia.
Hal itu disampaikan Aidil dalam kegiatan KKN Award 2026 yang dirangkaikan dengan pemberian penghargaan kepada dosen berprestasi di bidang penelitian dan publikasi ilmiah.Kegiatan tersebut berlangsung di Auditorium Kampus Utama Umri, Pekanbaru, Minggu (25/10/2026).
Menurut Aidil, keberhasilan mahasiswa menghadirkan inovasi selama KKN menunjukkan bahwa kegiatan pengabdian tidak hanya menjadi kewajiban akademik.
Program tersebut juga menjadi kesempatan bagi mahasiswa untuk menerapkan ilmu pengetahuan dan teknologi dalam menjawab berbagai kebutuhan masyarakat.
Respons positif dari masyarakat menjadi dorongan bagi LPPM Umri untuk terus mengembangkan program KKN yang lebih inovatif, berkelanjutan, dan memberikan manfaat nyata.
Rektor Umri, Dr. H. Saidul Amin, M.A., menegaskan bahwa kemampuan beradaptasi dengan masyarakat menjadi salah satu pembelajaran penting yang harus diperoleh mahasiswa selama menjalani KKN.
Namun, menurutnya, keberhasilan KKN tidak cukup diukur dari kemampuan mahasiswa menyesuaikan diri dengan lingkungan tempat pengabdian.
Mahasiswa juga dituntut mampu memberikan kontribusi dan menghasilkan sesuatu yang berguna bagi masyarakat.
“Saya mengucapkan terima kasih atas terselenggaranya kegiatan ini yang dinakhodai oleh LPPM. KKN sesungguhnya memiliki tempat yang istimewa dalam dunia pendidikan tinggi. Inti dari KKN adalah kemampuan mahasiswa untuk beradaptasi di tengah masyarakat. Namun, tidak cukup hanya beradaptasi; mahasiswa juga harus mampu menghadirkan dampak dan menghasilkan sesuatu yang bermanfaat bagi masyarakat,” terang Rektor.
Saidul menyampaikan apresiasi kepada LPPM dan seluruh pihak yang telah mendukung penyelenggaraan KKN 2026.
Ia berharap pengalaman mahasiswa selama berada di tengah masyarakat dapat membentuk kepekaan sosial, kreativitas, serta rasa tanggung jawab.
Selain menjadi sarana penerapan ilmu yang diperoleh selama perkuliahan, KKN juga diharapkan mendorong mahasiswa untuk memahami persoalan masyarakat dan ikut mencari solusinya.
Selain memberikan apresiasi terhadap pelaksanaan KKN, Umri juga menyerahkan penghargaan kepada sejumlah dosen yang memiliki capaian dalam penelitian dan publikasi ilmiah.
Penghargaan tersebut diberikan langsung oleh Rektor dalam empat kategori.
Kategori pertama adalah Dosen Paling Produktif berdasarkan Skor SINTA Tiga Tahun. Pada kategori ini, peringkat pertama diraih Assoc. Prof. Edi Ismanto, M.Kom., Ph.D., dengan skor 852,6.

Peringkat kedua ditempati Assoc. Prof. Ilham Hudi, M.Pd., dengan skor 591,25. Sementara peringkat ketiga diraih Diki Arisandi, M.Kom., Ph.D., dengan skor 568,5.
Untuk kategori Publikasi Internasional Bereputasi berdasarkan jumlah dokumen Scopus, peringkat pertama diraih Prof. Ir. Ahmad Kafrawi Nasution, M.T., Ph.D., dengan 41 dokumen.
Posisi kedua ditempati Romi Fadli Syahputra, S.Si., M.Si., dengan 35 dokumen, disusul Prof. Dr. Jufrizal Syahri, M.Si., pada peringkat ketiga dengan 33 dokumen.
112 Publikasi Nasional
Pada kategori Publikasi Nasional Bereputasi berdasarkan jumlah dokumen Garuda, Linda Hetri Suriyanti, S.E., M.Ak., Ak., CA., Ph.D., meraih peringkat pertama dengan 112 dokumen.
Peringkat kedua ditempati Annie Mustika Putri, S.E., M.Ak., Ak., CA., dengan 101 dokumen.
Sementara itu, penghargaan Publikasi Ilmiah Paling Berdampak berdasarkan H-Index Google Scholar diberikan kepada Dr. Zul Azmi, S.E., M.Si., Ak., CA., CSRS., dengan H-Index sebesar 21.
Penghargaan tersebut menjadi bentuk apresiasi universitas terhadap kontribusi dosen dalam pengembangan ilmu pengetahuan, penelitian, dan publikasi akademik.
Melalui KKN Award 2026 dan penghargaan dosen berprestasi, Umri berupaya memperkuat keterkaitan antara pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat.
Program tersebut juga sejalan dengan upaya Umri menghasilkan lulusan yang tidak hanya memiliki kemampuan akademik, tetapi juga mampu berinovasi dan memberikan kontribusi bagi lingkungan sekitarnya. (*)
