Bupati Rohul Menerima Penghargaan Revitalisasi Bahasa Daerah dari Kemendikdasmen
Kabupaten Rokan Hulu menerima penghargaan Revitalisasi Bahasa Daerah dari Kemendikdasmen. Prestasi ini didukung keberhasilan meraih juara umum FTBI Riau 2025 dengan sembilan piala.

RINGKASAN BERITA:
- Rokan Hulu menjadi satu-satunya kabupaten di Provinsi Riau yang menerima penghargaan Revitalisasi Bahasa Daerah dari Kemendikdasmen.
- Penghargaan tersebut diberikan setelah Rohul dinilai menunjukkan praktik baik dalam pelestarian bahasa daerah melalui pendidikan dan keterlibatan masyarakat.
- Sebelumnya, kontingen Rohul meraih juara umum FTBI tingkat Provinsi Riau 2025 dengan membawa pulang sembilan piala.
RIAUCERDAS, PASIR PENGARAIAN – Kabupaten Rokan Hulu (Rohul) mendapat pengakuan dari pemerintah pusat atas upaya pelestarian bahasa daerah.
Daerah berjuluk Negeri Seribu Suluk itu menjadi satu-satunya kabupaten di Provinsi Riau yang menerima penghargaan Revitalisasi Bahasa Daerah (RBD) dari Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen).
Penghargaan tersebut diterima langsung Bupati Rohul, Anton, ST, MM, dari Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Dr. Fajar Riza Ul Haq, MA, dalam acara di Gedung Garuda, Pusat Pelatihan Sumber Daya Manusia (PPSDM) Kemendikdasmen, Bojongsari, Kota Depok, Senin (25/5/2026).
Capaian ini menjadi bentuk pengakuan terhadap praktik pelestarian bahasa daerah yang dilakukan Pemkab Rohul.
Upaya tersebut dijalankan melalui kerja sama sektor pendidikan, kebijakan pemerintah daerah, serta keterlibatan masyarakat.
Program revitalisasi menyasar lingkungan sekolah dan komunitas dengan tujuan mendorong generasi muda untuk kembali menggunakan bahasa ibu dalam kehidupan sehari-hari.
Langkah ini sekaligus menjadi bagian dari upaya menjaga bahasa daerah agar tetap hidup di tengah perkembangan zaman.
Plt Kepala Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Rohul, Alreza Ahyu, menjelaskan bahwa pencapaian penghargaan tersebut tidak terlepas dari prestasi kontingen Rohul dalam Festival Tunas Bahasa Ibu (FTBI) tingkat Provinsi Riau pada November 2025.
Dalam festival yang diselenggarakan Balai Bahasa Riau itu, kontingen Rohul berhasil keluar sebagai juara umum dengan mengumpulkan sembilan piala dari berbagai kategori perlombaan.
Raihan tersebut terdiri atas tiga juara pertama, yakni Menulis Aksara Melayu tingkat SD, Tembang Tradisi tingkat SMP, serta Membaca dan Menulis tingkat SD.
Selain itu, Rohul memperoleh juara kedua pada kategori Tembang Tradisi dan Mendongeng tingkat SD. Tiga penghargaan juara ketiga diraih melalui kategori Pidato tingkat SD, Stand-Up Comedy tingkat SMP, serta Menulis Cerpen tingkat SD.
Sementara satu penghargaan Juara Harapan 1 diperoleh dari kategori Stand-Up Comedy tingkat SD.Prestasi pelestarian bahasa daerah juga ditampilkan dalam rangkaian acara puncak FTBI Nasional di Depok.
Pada kesempatan tersebut, Ananda Rahmi Octavia, siswi SMPN 1 Rambah Hilir yang merupakan pemenang kategori Tembang Tradisi tingkat Provinsi Riau, tampil di hadapan pejabat kementerian dan para undangan.
Dalam kegiatan itu, Bupati Anton didampingi Plt Kadisdikpora Rohul Alreza Ahyu, SE, M.Si.Ak, Kepala Balai Bahasa Provinsi Riau Dr. Umi Kulsum, SS, M.Hum, Kasi Kurikulum SD Abd Zeri, serta tim pendamping.Anton menyampaikan rasa syukur atas penghargaan yang diterima.
Ia menilai keberhasilan tersebut merupakan hasil kerja bersama berbagai pihak yang turut menjaga warisan budaya daerah.
“Prestasi ini adalah prestasi bagi kabupaten kita, yang membuktikan bahwa kita mampu bersaing di tingkat Provinsi Riau maupun nasional. Terima kasih atas semua kerja sama tim Disdikpora,” terang Anton.
Ia berharap penghargaan tersebut menjadi dorongan bagi pelajar dan generasi muda Rohul untuk terus mengembangkan prestasi, sekaligus menjaga keberlanjutan program pelestarian bahasa daerah.
“Mudah-mudahan prestasi ini menjadi pembuka prestasi bagi anak-anak kita yang lainnya. Harapan kita bersama, ini agar dapat dipertahankan, bahkan lebih ditingkatkan lagi di masa depan,” pungkasnya.
Penghargaan dari Kemendikdasmen ini menjadi salah satu capaian Pemkab Rohul dalam mendorong pelestarian bahasa daerah melalui pendidikan dan partisipasi masyarakat. (adv)
