Di LKK HMI, Bunda Literasi Inhil Tekankan Edukasi Kesehatan Reproduksi Sejak Remaja

Bunda Literasi Kabupaten Indragiri Hilir Hj. Katerina Susanti Herman mendorong penguatan literasi kesehatan reproduksi sejak usia remaja. Edukasi tersebut dinilai penting untuk membantu generasi muda mempersiapkan kehidupan berkeluarga dan mendukung pencegahan berbagai persoalan kesehatan.

Bunda Literasi Kabupaten Indragiri Hilir Hj. Katerina Susanti Herman berbicara di hadapan peserta Latihan Khusus Kohati (LKK) tingkat nasional yang digelar Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Indragiri Hilir di Hotel 3 Putri, Tembilahan, Senin (28/9/2026).(Sumber: inhilkab.go.id)
  • Literasi kesehatan reproduksi didorong diberikan sejak remaja sebagai bekal menuju kehidupan berkeluarga.
  • Pemahaman kesehatan dan pola hidup sehat sejak dini dikaitkan dengan upaya menyiapkan generasi berkualitas serta pencegahan stunting.
  • LKK tingkat nasional HMI menjadi ruang bagi kader perempuan untuk memperluas wawasan tentang kesehatan, keluarga, dan pembangunan SDM.

RIAUCERDAS, TEMBILAHAN – Literasi kesehatan reproduksi dinilai perlu diperkenalkan sejak usia remaja sebagai bagian dari upaya mempersiapkan generasi yang sehat dan berkualitas.

Hal itu disampaikan Bunda Literasi Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) yang juga Ketua TP PKK Inhil, Hj. Katerina Susanti Herman, SKM., S.Kep., M.Kes.

Katerina menyampaikan hal tersebut ketika menjadi narasumber Latihan Khusus Kohati (LKK) tingkat nasional yang digelar Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Indragiri Hilir di Hotel 3 Putri, Tembilahan, Senin (28/9/2026).

Kegiatan tersebut mengusung tema “Terbina Kader Futuristik Berbasis Ekologi dan Keadilan Sosial”.

Dalam forum itu, Katerina membawakan materi “Literasi Kesehatan Reproduksi dalam Membangun Perempuan yang Sehat dan Berkualitas.”

Menurut Katerina, pemahaman yang memadai mengenai kesehatan reproduksi dapat membantu perempuan mengambil keputusan yang tepat terkait kesehatan diri, kehidupan berkeluarga, serta peran di lingkungan masyarakat.

Bekal untuk Generasi Muda

Katerina mengatakan perempuan memiliki kesempatan untuk mengembangkan pendidikan dan karier, sekaligus menjalankan peran dalam keluarga.

Karena itu, pengetahuan mengenai kesehatan reproduksi menjadi salah satu bekal yang perlu dimiliki.

“Sebagai perempuan, kita harus mampu mengembangkan diri dan memiliki karier, namun di sisi lain juga memiliki peran penting sebagai ibu dalam menjaga dan membangun keluarga,” ujarnya.

Ia juga mengaitkan edukasi kesehatan reproduksi dengan upaya mempersiapkan generasi sehat.

Menurutnya, pencegahan stunting tidak semata-mata dimulai ketika seseorang telah menjadi orang tua, tetapi perlu dipersiapkan sejak sebelum membangun keluarga.

“Pemahaman tentang kesehatan reproduksi dan pola hidup sehat perlu diberikan sejak dini, termasuk kepada generasi muda. Ini merupakan bagian dari investasi dalam menyiapkan generasi yang sehat dan berkualitas menuju Indonesia Emas 2045,” tuturnya.

Sebagai Bunda Literasi Inhil, Katerina menilai penguatan literasi kesehatan perlu dilakukan secara berkelanjutan.

Literasi kesehatan tidak sebatas kemampuan mendapatkan informasi, tetapi juga mencakup proses memahami, memilah, dan menerapkan pengetahuan tersebut dalam kehidupan sehari-hari.

Kegiatan LKK tingkat nasional HMI tersebut menjadi ruang bagi kader perempuan dari berbagai daerah untuk memperluas wawasan mengenai isu perempuan, kesehatan, keluarga, dan pembangunan sumber daya manusia.

Katerina berharap kegiatan semacam itu dapat mendorong generasi muda meningkatkan kepedulian terhadap isu-isu strategis yang berkaitan dengan kehidupan perempuan dan kualitas keluarga.

LKK tingkat nasional diikuti peserta dari berbagai daerah. (*)

Share to: