Wabup Rohul Panen Raya Jagung, Dorong Pengurangan Impor

Pemkab Rohul menargetkan realisasi retribusi daerah 90-100 persen pada 2026. Sebanyak 12 OPD dikoordinasikan Bapenda untuk menggenjot PAD.

Wakil Bupati Rohul Syafaruddin Poti (baju merah) kala mengikuti panen raya jagung pipil di Desa Simpang Harapan, Rabu (15/4/2026). (Sumber: Diskominfo Rohul)

RINGKASAN BERITA:

  • Penanaman jagung memanfaatkan lahan tak produktif untuk meningkatkan nilai ekonomi serta membuka lapangan kerja baru bagi warga lokal.
  • ​Kegiatan panen bersama BUMDes Harapan Jaya ini difokuskan untuk memperkuat posisi Rohul sebagai salah satu pusat pasokan jagung di Riau.​
  • Program ketahanan pangan daerah ini diselaraskan dengan agenda nasional untuk menekan ketergantungan impor jagung dan menstabilkan harga pakan ternak.

RIAUCERDAS, PASIR PENGARAIAN – Pemanfaatan lahan-lahan tidur yang belum produktif kini dijadikan strategi utama Pemerintah Kabupaten Rokan Hulu (Rohul) untuk meningkatkan nilai ekonomi kawasan sekaligus memperluas lapangan kerja bagi warga perdesaan.

Skema ini diwujudkan melalui pengembangan komoditas jagung guna mendongkrak pendapatan petani dari sektor olah tanah hingga jalur distribusi.​Langkah konkret tersebut ditandai dengan pelaksanaan panen raya jagung periode II di Desa Simpang Harapan, Kecamatan Tambusai Utara, pada Rabu (15/4/2026).

Kegiatan panen bersama BUMDes Harapan Jaya ini dipimpin langsung oleh Wakil Bupati Rokan Hulu, Syafaruddin Poti.​

“Kegiatan ini diharapkan dapat mendukung program nasional, program ini sejalan dengan kebijakan pemerintah pusat dalam menjaga stabilitas pangan nasional dan mengurangi impor jagung, terutama untuk kebutuhan pakan ternak dan industri,” kata Wabup Syafaruddin.​

Perhelatan di lapangan tersebut turut dihadiri jajaran pimpinan dinas, di antaranya Kepala DKPP, Kepala DPMPD, Kepala Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura, Kepala Dinas Kominfo, Camat Tambusai Utara, serta Kapolsek Tambusai Utara AKP Heri Yuliardi.​

Syafaruddin Poti menegaskan bahwa Pemkab Rohul terus berkomitmen mengawal agenda ketahanan pangan demi mendorong kemandirian finansial para penggarap lahan melalui perluasan jangkauan pasar dan peningkatan hasil panen.​

“Target yang ingin dicapai adalah meningkatkan produksi jagung lokal secara signifikan. Sehingga sebagai salah satu sentra jagung di Riau, menstabilkan harga pangan dan pakan ternak dan mengurangi ketergantungan impor,” ujarnya.​

Sementara itu, Kepala Desa Simpang Harapan, Sungkono, menyampaikan apresiasinya atas kehadiran Wakil Bupati beserta rombongan pejabat daerah dalam mendukung sektor pertanian di wilayahnya.

Menurutnya, panen ini menjadi bukti nyata keseriusan pemerintah dalam memperkuat ketahanan pangan tingkat lokal.

​”Ini merupakan langkah strategis pemerintah untuk memperkuat kemandirian pangan daerah sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat, khususnya petani di simpang harapan ini ,” ujarnya.

​Ia menambahkan, pengembangan jagung sebagai komoditas primer selain padi sangat vital agar wilayah Rohul memiliki daya tahan tinggi terhadap potensi krisis pangan tanpa harus bergantung pada suplai luar daerah. (adv)

Share to: