Pemkab Rohul Siapkan Pendampingan Petani Hadapi Kemarau Panjang dan Cuaca Ekstrem 2026
Menghadapi ancaman kemarau panjang 2026, Pemkab Rokan Hulu memetakan kawasan lumbung padi rawan kekeringan dan menyiapkan program pendampingan petani.

RINGKASAN BERITA:
- Pemkab Rohul memprioritaskan pemetaan kawasan pertanian rawan kemarau, utamanya lahan yang berada jauh dari jaringan irigasi primer.
- Kawasan sentra beras daerah seperti Desa Langkitin di Rambah Samo dan wilayah Rokan IV Koto mendapat pengawalan khusus agar produksi padi tetap terjaga.
- Langkah mitigasi kekeringan dijalankan melalui sinergi program pompanisasi, optimalisasi lahan rawa, hingga penyediaan benih unggul tahan panas dari pusat.
RIAUCERDAS, JAKARTA – Pemetaan kawasan pertanian yang berjarak jauh dari alur irigasi utama menjadi langkah awal Pemerintah Kabupaten Rokan Hulu (Rohul) guna memitigasi dampak kekeringan ekstrem sepanjang tahun 2026.
Identifikasi wilayah rawan ini dilakukan untuk memastikan agenda pendampingan teknis tepat sasaran, sehingga produksi dari daerah-daerah lumbung pangan tidak terganggu.
Inisiatif pencegahan tersebut ditegaskan oleh Bupati Rohul, Anton, saat memaparkan kesiapan daerah menghadapi perubahan iklim pada Kamis (23/4/2026). “Kita siap memberi pendampingan pada para petani kita,” kata Bupati.
Langkah antisipasi di tingkat lokal ini berpatokan pada arahan Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Antisipasi Musim Kemarau 2026 yang berlangsung di Jakarta pada Senin (20/4/2026).
Forum nasional yang memfokuskan strategi menjaga ketahanan pangan berkesinambungan tersebut dipimpin langsung oleh Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman, serta dihadiri Bupati Anton bersama Plt Kepala BPKAD Rohul Abdurohim dan Kabag Protokol Dokumentasi Setda Rohul H. Rio Pratama.
Dalam pertemuannya di tingkat pusat, pembahasan dipertajam pada langkah strategis menangani potensi kekeringan parah demi mengamankan target swasembada pangan nasional.
Sinergitas antara pemerintah pusat dan daerah bakal diperkuat lewat pengerahan sarana pompanisasi guna memperkokoh irigasi lahan, pemanfaatan lahan rawa, perbaikan sarana air, hingga penyaluran benih varietas unggul yang tahan terhadap kondisi kering. ”Bagaimana agar petani tetap produktif menghadapi cuaca ekstrem,” tuturnya.
Di Kabupaten Rohul sendiri terdapat sejumlah wilayah vital penghasil beras, di antaranya Desa Langkitin yang terletak di Kecamatan Rambah Samo, serta sejumlah desa sentra pertanian di Kecamatan Rokan IV Koto.
Kawasan-kawasan penopang pangan inilah yang akan mendapat prioritas pengawasan dan perlindungan infrastruktur air agar aktivitas panen padi warga lokal tidak terputus di tengah ancaman cuaca ekstrem. (adv)
