BPBD Rohul Siapkan Satgas Karhutla untuk Percepat Respons Titik Api

BPBD Rokan Hulu tengah menyiapkan Satgas Karhutla di tingkat kecamatan, terutama wilayah yang banyak mencatat kemunculan titik api. Satu Satgas akan membawahi dua kecamatan dan dipimpin oleh camat.

Suasana rapat koordinasi (Rakor) kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) yang digelar pada Sabtu (29/8/2026). Rapat itu dipimpin Bupati Rokan Hulu, Anton ST MM. (Sumber: Diskominfo Rohul)
  • Satgas Karhutla tingkat kecamatan segera dibentuk sebagai tindak lanjut arahan Bupati Rohul.
  • Satu Satgas akan membawahi dua kecamatan, dengan camat menentukan ketua melalui kesepakatan.
  • Sebanyak 42 hektare lahan terbakar di Rohul sepanjang Januari hingga Agustus 2026.

RIAUCERDAS, PASIR PENGARAIAN – Pola penanganan kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di Rokan Hulu (Rohul) akan diperkuat melalui pembentukan Satuan Tugas (Satgas) di tingkat kecamatan.

Skema tersebut disiapkan agar penanganan terhadap titik api dapat dilakukan lebih cepat sebelum kebakaran meluas.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Rohul Zulhendri mengatakan pembentukan Satgas saat ini masih dalam proses. Satgas akan diprioritaskan di kecamatan yang selama ini banyak ditemukan titik api.

“Segera akan kita bentuk Satgas Karhutla ditingkat kecamatan. Sedang berproses,” kata kepala BPBD Rohul, Zulhendri pada Senin (31/8/2026).

Rencana tersebut merupakan tindak lanjut dari rapat koordinasi (Rakor) Karhutla yang digelar pada Sabtu (29/8/2026).

Dalam rapat itu, Bupati Rohul Anton menginstruksikan pembentukan Satgas hingga tingkat kecamatan dengan melibatkan unsur terkait.

Sejumlah wilayah menjadi prioritas pembentukan Satgas karena tercatat banyak muncul titik api. Kecamatan yang dimaksud yakni Rambah, Rambah Samo, Rokan IV Koto dan Pendalian IV Koto.

BPBD Rohul menyiapkan skema satu Satgas untuk menangani dua kecamatan. Nantinya, kepemimpinan Satgas akan berasal dari unsur camat di dua wilayah tersebut.

“Karena ada 2 kecamatan, biar nanti dua camat itu berembuk siapa jadi ketua Satgas,” ujarnya.

Menurut Zulhendri, keberadaan Satgas di tingkat kecamatan diharapkan mampu memperpendek respons ketika titik api ditemukan. Penanganan lebih awal diharapkan dapat mencegah kebakaran berkembang menjadi lebih luas.

“Harapannya seperti itu. Bagiamana penanganan Karhutla ini bisa efektif,” ungkap dia.

Catatan BPBD menunjukkan kebakaran lahan masih terjadi di Rohul sepanjang 2026. Sejak Januari hingga Agustus, total lahan yang terbakar mencapai 42 hektare dan tersebar di sejumlah kecamatan. (adv)

Share to: