Pesta Rakyat HUT Rohul Digelar Bergilir, Ujung Batu Jadi Tuan Rumah pada 2026
Pemkab Rokan Hulu menerapkan kebijakan pergiliran kecamatan sebagai lokasi pesta rakyat peringatan hari jadi kabupaten. Pada 2026, acara puncak dijadwalkan berlangsung di Kecamatan Ujung Batu pada 31 Oktober mendatang.

RINGKASAN BERITA:
- Pesta rakyat HUT ke-27 Rohul tahun ini direncanakan berlangsung di Ujung Batu pada 31 Oktober 2026.
- Kecamatan Tambusai Utara diproyeksikan menjadi lokasi penyelenggaraan pada 2027.
- Pergiliran lokasi ditujukan agar masyarakat dari berbagai kecamatan dapat menikmati acara sekaligus mendorong perputaran ekonomi bagi UMKM setempat.
RIAUCERDAS, PASIR PENGARAIAN – Pemerintah Kabupaten Rokan Hulu (Rohul) menerapkan pola pergiliran kecamatan untuk menjadi lokasi pesta rakyat dalam rangka peringatan hari jadi kabupaten. Kebijakan ini dilakukan agar masyarakat di berbagai wilayah memiliki kesempatan menikmati perayaan sekaligus merasakan dampak ekonomi dari kegiatan tersebut.
Pada peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-27 Rohul tahun ini, Kecamatan Ujung Batu ditetapkan sebagai lokasi pesta rakyat yang direncanakan berlangsung pada 31 Oktober 2026. Sementara itu, Kecamatan Tambusai Utara diproyeksikan menjadi tuan rumah pada tahun berikutnya.
Bupati Rohul, Anton, mengatakan pemerintah daerah berupaya melaksanakan pergiliran lokasi setiap tahun. Menurutnya, langkah ini menjadi cara untuk memperluas jangkauan perayaan agar tidak terpusat di satu tempat.
“Kita akan upayakan setiap tahunnya itu berganti-ganti tempat pesta rakyat,” terang Bupati Rohul, Anton, Minggu (20/9/2026).
HUT Kabupaten Rohul diperingati setiap 12 Oktober. Untuk perayaan tahun ini, sejumlah persiapan telah dilakukan, termasuk rapat koordinasi yang juga digelar di Kecamatan Ujung Batu sebagai tuan rumah.
Anton menjelaskan, luas wilayah Rohul menjadi salah satu pertimbangan dalam menentukan lokasi kegiatan secara bergantian.
Jika pesta rakyat terus dipusatkan di satu kawasan, warga yang tinggal jauh dari lokasi berpotensi menghadapi kesulitan untuk hadir. “Makanya kita buat bergantian. Biar masyarakat bisa merasakannya,” katanya.
Selain memberi kesempatan lebih merata kepada masyarakat, pergiliran lokasi juga diharapkan membawa manfaat bagi perekonomian kecamatan yang menjadi penyelenggara.
Pesta rakyat diperkirakan menghadirkan banyak pengunjung dan melibatkan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).
Kehadiran pengunjung dalam jumlah besar berpotensi meningkatkan aktivitas perdagangan selama acara berlangsung. Karena itu, pemerintah daerah ingin agar perputaran uang dari kegiatan tahunan tersebut dapat dirasakan oleh masyarakat di berbagai kecamatan.
“Pesta rakyat pasti membuat perputaran ekonomi. Ini yang kita inginkan. Makanya kita gelar bergantian sehingga menyebar perputaran uang,” kata bupati.
Pada penyelenggaraan tahun sebelumnya, Pemkab Rohul menggelar pesta rakyat di kawasan Kantor Bupati. Saat itu, Band Kotak tampil untuk menghibur ribuan warga yang menghadiri perayaan.
Melalui kebijakan pergiliran tersebut, Pemkab Rohul berharap pesta rakyat tidak hanya menjadi hiburan dalam peringatan hari jadi daerah, tetapi juga menjadi kesempatan bagi masyarakat dan pelaku UMKM di kecamatan tuan rumah untuk memperoleh manfaat ekonomi. (adv)
