Waterboom Direncanakan Hadir di Hapanasan Rohul, Investasi Revitalisasi Wisata Capai Rp37 Miliar
Rencana pengembangan kawasan seluas 3,2 hektare itu masih dalam tahap peninjauan dan persiapan ekspose pemerintah daerah. Kerja sama tersebut direncanakan memberi pemasukan bagi daerah melalui kontribusi tetap dan pembagian hasil tiket, sekaligus membuka peluang kerja serta pemasaran produk lokal.

RINGKASAN BERITA:
- Bupati Rohul mengunggah video wahana waterboom bersamaan dengan dokumentasi kunjungannya ke Pemandian Air Panas Hapanasan.
- PT Hutahaean Labersa Group direncanakan menjadi investor untuk merevitalisasi kawasan wisata seluas 3,2 hektare itu dengan anggaran Rp37 miliar.
- Pemkab Rohul direncanakan memperoleh pendapatan dari kontribusi tetap dan pembagian hasil tiket, sementara masyarakat berpeluang mendapat pekerjaan dan memasarkan produk lokal.
RIAUCERDAS, PASIR PENGARAIAN – Kawasan wisata Pemandian Air Panas Hapanasan di Pasir Pengaraian, Rokan Hulu (Rohul) direncanakan dikembangkan dengan menghadirkan wahana waterboom.
Rencana tersebut muncul dalam unggahan media sosial Bupati Rohul, Anton, yang menampilkan video wahana air bersamaan dengan dokumentasi kunjungannya ke lokasi wisata tersebut.
Kunjungan Bupati Anton ke Pemandian Air Panas Hapanasan berlangsung pada Jumat (25/9/2026). Ia hadir bersama Direktur Utama PT Hutahaean Labersa Group, Gora Hutahaean, serta sejumlah pejabat Pemerintah Kabupaten Rohul, di antaranya Penjabat Sekretaris Daerah Yusmar dan Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Helfiskar.
Peninjauan itu berkaitan dengan rencana revitalisasi kawasan wisata yang akan melibatkan PT Hutahaean Labersa Group sebagai investor. Bupati Anton menyampaikan harapannya agar perusahaan tersebut dapat merealisasikan rencana investasi di daerahnya. “Insyaallah PT Labersa hadir di Rohul,” tutur Bupati.
Penjabat Sekretaris Daerah Rohul, Yusmar juga menjelaskan bahwa kunjungan tersebut merupakan peninjauan kedua. Sebelumnya, Bupati Anton bersama Gora Hutahaean telah mendatangi lokasi yang sama pada pertengahan Juli 2026. “Ini masih peninjauan. Mudah-mudahan terwujud,” kata Yusmar, Minggu (27/9/2026).
Menurut Yusmar, Pemerintah Kabupaten Rokan Hulu selanjutnya akan menggelar ekspose terkait rencana pengembangan tersebut, terutama melalui Dinas Pariwisata dan Kebudayaan.
Sebelumnya, Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Rohul, Helfiskar, menyampaikan bahwa pihaknya menggandeng PT Hutahaean Labersa Group untuk merevitalisasi Pemandian Air Panas Hapanasan. Nilai investasi yang direncanakan mencapai Rp37 miliar.
Dalam rencana kerja sama tersebut, pemerintah daerah akan memperoleh pendapatan melalui dua skema, yakni kontribusi tetap yang dibayarkan pada awal kerja sama dan pembagian hasil dari penjualan tiket masuk kawasan wisata.
Perusahaan direncanakan mengelola kawasan seluas 3,2 hektare selama 30 tahun. Setelah masa kontrak berakhir, kerja sama dapat diperpanjang selama lima tahun berikutnya. Jika tidak diperpanjang, aset akan menjadi milik Pemerintah Kabupaten Rohul.
“Pembangunan pihak swasta. Kita hanya pengawasan secara berkala,” kata Helfiskar beberapa waktu sebelumnya.
Helfiskar juga menyebut investasi tersebut berpotensi memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat sekitar. Pengembangan kawasan wisata diharapkan membuka kesempatan kerja sehingga dapat membantu menekan pengangguran.
Selain peluang pekerjaan, produk lokal juga direncanakan mendapat ruang pemasaran melalui gerai yang dikelola pihak ketiga.”Produk lokal pun akan diakomodir pihak ketiga. Ditampung di gerai mereka,” kata dia.
Meski rencana pengembangan telah dibahas bersama calon investor, peninjauan dan persiapan pemaparan dari pemerintah daerah masih menjadi bagian dari tahapan yang perlu dilalui.
Kehadiran waterboom dan revitalisasi Hapanasan masih berupa rencana yang diharapkan dapat direalisasikan untuk mengembangkan daya tarik wisata sekaligus mendorong aktivitas ekonomi masyarakat Rohul. (adv)
