20.000 Bibit Pohon Ditanam di Siak, Pangdam XIX/Tuanku Tambusai Tekankan Pentingnya Perawatan
Sebanyak 20.000 bibit pohon ditanam di lahan sekitar 40 hektare di Zamrud Camp PT Bumi Siak Pusako, Kampung Duyun, Kabupaten Siak, dalam rangka HUT ke-81 TNI.

RINGKASAN BERITA:
- Penanaman 20.000 bibit pohon mencakup lahan sekitar 40 hektare di Kabupaten Siak.
- Pangdam XIX/Tuanku Tambusai menegaskan keberhasilan penghijauan bergantung pada perawatan dan pengawasan berkelanjutan.
- Pemprov Riau berharap kegiatan ini menginspirasi daerah lain memulihkan lahan terdampak kebakaran dan mencegah kerusakan berulang.
RIAUCERDAS, SIAK – Pemulihan lingkungan di Kabupaten Siak dilakukan melalui penanaman 20.000 bibit pohon di lahan seluas sekitar 40 hektare di Zamrud Camp PT Bumi Siak Pusako, Kampung Duyun, Sabtu (10/10/2026).
Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya menjaga kelestarian alam sekaligus investasi lingkungan bagi generasi mendatang.
Penanaman tersebut digelar melalui kegiatan Sinergitas Pemerintah Provinsi Riau, TNI, Polri, Pemerintah Kabupaten Siak, dan buruh bertajuk Penanaman Sejuta Pohon Menuju Indonesia Asri.
Agenda ini dilaksanakan dalam rangka memperingati HUT ke-81 TNI.Pangdam XIX/Tuanku Tambusai, Mayjen TNI Agus Hadi Waluyo, mengatakan kegiatan tersebut mencerminkan kerja sama berbagai pihak dalam menjaga kelestarian lingkungan.
Menurutnya, penanaman pohon dapat memberikan manfaat jangka panjang apabila diikuti tanggung jawab bersama untuk merawatnya.
Kegiatan ini, tambahnya, merupakan wujud konkret dan langkah nyata dari bentuk sinergitas, kolaboratif, gotong royong kita semua antara TNI, Polri, Pemerintah Provinsi Riau, Pemerintah Daerah Kabupaten Siak, dan seluruh stakeholder yang terkait.
“Kita semua yang akan melakukan penanaman ini memberikan investasi dalam bentuk sebuah pohon yang nantinya akan berdampak luas terhadap kehidupan anak cucu kita di masa yang akan datang,” ujarnya.
Agus mengingatkan bahwa keberhasilan program penghijauan tidak hanya ditentukan oleh banyaknya bibit yang ditanam.
Pemeliharaan dan pengawasan secara berkelanjutan juga diperlukan agar tanaman dapat tumbuh dan memberikan manfaat sesuai harapan.
“Oleh karenanya, ketika semua ini sudah ditanam, maka yang paling penting adalah bagaimana kita merawat dan menjaga tanaman yang kita investasikan ini betul-betul nantinya menjadi investasi yang luar biasa bagi anak cucu kita. Ini adalah langkah strategis yang harus kita budayakan, yang semua kita punya tanggung jawab untuk menjaga alam,” ucap Pangdam.
Dorong Pemulihan Lingkungan
Sementara itu, Asisten III Sekretariat Daerah Provinsi Riau, M. Job Kurniawan, yang hadir mewakili Pelaksana Tugas Gubernur Riau, berharap kegiatan tersebut dapat mendorong kabupaten dan kota lain untuk melakukan pemulihan lingkungan, terutama di kawasan yang membutuhkan penanganan setelah terbakar.
“Hari ini ada 40 hektare, 20.000 bibit yang ditanam. Mudah-mudahan ini menjadi penggerak bagi kabupaten/kota lain untuk sama-sama menanam di lahan yang terbakar,” kata Job.
Ia juga menekankan pentingnya merawat tanaman yang telah ditanam serta mencegah kebakaran agar kawasan yang dipulihkan tidak kembali mengalami kerusakan pada tahun-tahun mendatang.
“Mudah-mudahan di daerah yang terbakar ditanami dan tidak akan terbakar lagi di tahun-tahun berikutnya. Mudah-mudahan pohon-pohon yang dipilih juga merupakan pohon-pohon endemik yang ada di daerah Siak,” ucapnya.
Melalui kegiatan ini, para pihak yang terlibat diharapkan dapat menjaga keberlanjutan upaya penghijauan.
Perawatan bibit dan pencegahan kebakaran menjadi bagian penting agar penanaman di lahan sekitar 40 hektare tersebut dapat mendukung pemulihan lingkungan di Kabupaten Siak. (*)
