Tren Makan Butter dan Margarin Langsung, Ini Risikonya bagi Kesehatan
Konsumsi langsung butter atau mentega berlebihan dapat memicu gangguan pencernaan, meningkatkan asupan energi, serta memengaruhi kadar lemak darah.

RINGKASAN BERITA:
- Satu gram lemak menghasilkan sekitar 9 Kkal, sehingga konsumsi mentega atau margarin dalam jumlah besar dapat meningkatkan asupan energi dengan cepat.
- Makanan tinggi lemak dapat menimbulkan rasa begah, mual, dan ketidaknyamanan, terutama pada orang dengan gangguan kandung empedu.
- Asupan lemak dianjurkan sekitar 20–30 persen dari total energi harian, dengan mengutamakan sumber lemak tidak jenuh.
RIAUCERDAS – Kebiasaan mengonsumsi mentega (butter) dan margarin secara langsung dalam jumlah besar yang muncul di media sosial mendapat perhatian dari pakar gizi.
Guru Besar Fakultas Kedokteran dan Gizi (FKGiz) IPB University, Prof Sri Anna Marliyati, mengingatkan masyarakat agar tidak mengikuti tren tersebut tanpa memahami dampaknya bagi kesehatan.
Menurut Sri Anna, mentega dan margarin merupakan bahan pangan dengan kandungan lemak tinggi yang menyumbang energi dalam jumlah besar.
Karena itu, keduanya tidak perlu dikonsumsi secara langsung dalam porsi berlebihan.
“Margarin merupakan sumber lemak yang sangat padat energi. Satu gram lemak menghasilkan sekitar 9 Kkal, sehingga konsumsi langsung dalam jumlah banyak dapat dengan cepat meningkatkan asupan energi,” terangnya dikutip dari laman IPB University, Sabtu (10/10/2026).
Ia menjelaskan bahwa margarin tidak serta-merta tergolong pangan yang buruk.
Dampaknya terhadap kesehatan perlu dilihat dari komposisi asam lemak, jumlah yang dikonsumsi, serta pola makan seseorang secara keseluruhan.
Margarin lunak yang dibuat dari minyak nabati umumnya mengandung proporsi lemak tak jenuh lebih tinggi dibandingkan mentega, yang memiliki kandungan lemak jenuh lebih banyak.
Meski demikian, kandungan lemak trans tetap perlu diperhatikan saat memilih produk.
Gunakan dalam Jumlah Wajar
Sri Anna menyarankan penggunaan margarin dalam jumlah wajar, misalnya sebagai olesan roti atau bahan untuk menumis sayuran.
Penggunaan berlebihan pada makanan seperti martabak manis juga perlu dibatasi karena dapat menambah asupan lemak dan energi.
Dari sisi pencernaan, mengonsumsi mentega dalam jumlah besar sekaligus dapat menimbulkan rasa tidak nyaman.
Kandungan lemak yang tinggi bisa memperlambat pengosongan lambung sehingga memicu rasa sangat kenyang, begah, mual, atau gangguan pencernaan tertentu.
“Makanan yang sangat berlemak juga merangsang kontraksi kandung empedu. Pada orang yang memiliki batu empedu atau gangguan kandung empedu, konsumsi makanan berlemak dapat memicu nyeri atau ketidaknyamanan pada perut,” tuturnya.
Dampak konsumsi lemak berlebihan juga dapat terlihat pada kadar lemak darah.
Setelah makan, kadar trigliserida dapat meningkat untuk sementara, suatu kondisi yang dikenal sebagai postprandial lipemia.
“Jika pola konsumsi tersebut berlangsung berulang, kondisi ini dapat berkontribusi terhadap gangguan profil lemak darah dan meningkatkan risiko gangguan jantung serta metabolik,” ungkapnya.
Menurut Sri Anna, orang dengan dislipidemia, penyakit jantung koroner atau risiko kardiovaskular tinggi, diabetes yang disertai gangguan lemak darah, obesitas, perlemakan hati, serta riwayat batu empedu perlu memberi perhatian khusus terhadap konsumsi makanan tinggi lemak.
Jaga Kebutuhan Energi
Mentega dan margarin masih dapat digunakan dalam pola makan sehat selama jumlahnya dibatasi.
Prinsip yang perlu dijaga adalah pemenuhan kebutuhan energi, konsumsi protein berkualitas, memperbanyak sayur dan buah, serta membatasi gula, garam, dan lemak.
“Mentega dan margarin bukan makanan yang perlu ditakuti, tetapi juga bukan makanan yang dibolehkan dimakan langsung dalam jumlah besar,” tutur Prof Sri Anna.
Secara umum, asupan lemak dianjurkan berada pada kisaran 20–30 persen dari total kebutuhan energi harian.
Sumber lemak tidak jenuh lebih diutamakan, sedangkan konsumsi mentega dan margarin secara langsung dalam jumlah besar seperti tren di media sosial bukan cara yang dianjurkan untuk memenuhi kebutuhan lemak.(*)
