MTQ ke-55 Kampar Resmi Dibuka, 642 Peserta dari 21 Kecamatan Bersaing

Sebanyak 642 peserta dari 21 kecamatan mengikuti perlombaan selama tujuh hari dengan mempertandingkan sembilan cabang dan 28 golongan.

Bupati Kampar, Ahmad Yuzar didampingi Wakil Bupati Misharti saat memegang piala bergilir MTQ ke-55 tingkat Kabupaten Kampar di Kecamatan Gunung Sahilan, Minggu (11/10/2026). (Sumber: Media Center Riau)

RINGKASAN BERITA:

  • MTQ Kampar berlangsung pada 11–17 Oktober 2026 dengan melibatkan 642 peserta dan 130 personel dewan hakim serta perangkat pendukung.
  • Bupati Ahmad Yuzar menekankan pentingnya memahami dan mengamalkan Al-Qur’an, bukan sekadar membacakannya dalam perlombaan.
  • Pemerintah Kabupaten Kampar mendorong gerakan Magrib Mengaji dan pembinaan berkelanjutan untuk melahirkan generasi Qur’ani berprestasi.

RIAUCERDAS, KAMPAR – Sebanyak 642 peserta dari 21 kecamatan mengikuti Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) ke-55 tingkat Kabupaten Kampar yang berlangsung pada 11–17 Oktober 2026.

Ajang tahunan tersebut resmi dibuka Bupati Kampar Ahmad Yuzar di Astaka Utama, kompleks Masjid Tengku Abdurrahman, Kecamatan Gunung Sahilan, Minggu (11/10/2026) malam.

MTQ tahun ini mempertandingkan sembilan cabang dengan 28 golongan. Mengusung tema “Dengan Al-Qur’an Kita Wujudkan Generasi Berprestasi”, kegiatan tersebut diarahkan tidak hanya untuk mencari peserta terbaik, tetapi juga memperkuat pembinaan Al-Qur’an dan menanamkan nilai-nilainya dalam kehidupan masyarakat.

Pembukaan berlangsung khidmat dan dihadiri ribuan warga Gunung Sahilan serta masyarakat dari wilayah sekitarnya. Kehadiran peserta dari seluruh kecamatan menjadikan kegiatan ini sebagai salah satu momentum pembinaan keagamaan di Kabupaten Kampar.

Dalam sambutannya, Ahmad Yuzar menegaskan bahwa Al-Qur’an memiliki peran penting dalam membentuk karakter, memperkuat akhlak, dan menjadi pedoman bagi generasi muda menghadapi tantangan kehidupan.

Ia mengingatkan agar prestasi dalam MTQ diiringi pemahaman dan pengamalan ajaran Al-Qur’an. Menurutnya, Al-Qur’an adalah fondasi bagi prestasi yang akan menuntun umat dalam mengarungi kehidupan di dunia, terutama bagi generasi muda Kampar.

Melalui MTQ ini, dia mengajak semua pihak melantunkan ayat-ayat suci Al-Qur’an dengan sebaik-baiknya. Selain itu, bupati juga mengajak untuk membumikan nilai-nilai Al-Qur’an dalam kehidupan sehari-hari.

“Jangan sampai Al-Qur’an hanya kita baca dan kita perlombakan, tetapi harus kita pahami, hayati, dan amalkan sebagai pedoman hidup,” ujar Ahmad Yuzar.

Menurutnya, MTQ menjadi ruang untuk mengembangkan kemampuan masyarakat dalam berbagai bidang, mulai dari seni membaca dan menghafal hingga menafsirkan serta menulis kandungan Al-Qur’an.

Pembinaan yang berkesinambungan diharapkan dapat melahirkan qari, qariah, hafiz, dan hafizah yang mampu bersaing di tingkat Provinsi Riau maupun nasional.

Bupati juga meminta seluruh kecamatan memperluas pembinaan dan mengikutsertakan peserta pada setiap cabang yang dilombakan. Ia menekankan pentingnya menjaga integritas dan sportivitas selama kompetisi berlangsung.

Kepada seluruh peserta dan dewan hakim, bupati berpesan agar senantiasa menjaga integritas dan menjunjung tinggi nilai-nilai sportivitas. Peserta didorong menampilkan kemampuan dengan sebaik-baiknya dan mampu meraih prestasi setinggi-tingginya.

“Kepada seluruh kecamatan, ke depan kami berharap dapat mengikuti seluruh cabang yang diperlombakan sehingga pembinaan Al-Qur’an semakin berkembang di Kabupaten Kampar,” ujarnya.

Gerakan Magrib Mengaji

Selain mendorong prestasi melalui perlombaan, Bupati Kampar mengajak masyarakat kembali menggiatkan gerakan Magrib Mengaji. Menurutnya, keberhasilan MTQ tidak cukup diukur dari kemeriahan acara atau jumlah pemenang, tetapi juga dari meningkatnya kecintaan masyarakat terhadap Al-Qur’an.

“Kami mengimbau seluruh masyarakat Kabupaten Kampar agar lebih menggiatkan dan menyediakan waktu untuk membaca serta mengamalkan Al-Qur’an,” tuturnya.

Dengan begitu, diharapkan tumbuh akhlakul karimah, kehidupan yang penuh kasih sayang, serta sikap saling menjaga dan mengayomi. Nilai-nilai ini harus diterapkan dalam keluarga, lingkungan, dan kehidupan bermasyarakat.

Ketua Panitia MTQ ke-55 tingkat Kabupaten Kampar, Tengku Said Hidayat, S.STP., M.IP., yang juga menjabat Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat, menyampaikan bahwa persiapan telah dilakukan untuk mendukung seluruh rangkaian kegiatan selama tujuh hari.

Sebelum pembukaan utama, panitia telah menggelar pembukaan bazar dan pelantikan dewan hakim.Perlombaan dijadwalkan mulai Senin (12/10/2026).

Untuk mendukung pelaksanaannya, panitia melibatkan 130 personel yang terdiri atas unsur pengawas, dewan hakim, majelis hakim, panitera, dan penghubung MTQ. Mereka diharapkan menjalankan tugas secara profesional, objektif, dan berintegritas.

Tengku Said berharap pelaksanaan MTQ dapat meningkatkan semangat masyarakat dalam mengamalkan Al-Qur’an sekaligus menjadi kesempatan bagi para peserta untuk mengembangkan kemampuan dan meraih prestasi pada tingkat yang lebih tinggi.

Apresiasi juga disampaikan Kepala Bagian Tata Usaha Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Riau, Rahmad Suhadi, M.Si., yang hadir mewakili kepala kantor wilayah. Ia menilai Kampar memiliki potensi sumber daya manusia di bidang Al-Qur’an dan dikenal sebagai Negeri Serambi Mekkah Riau.

“Kampar sangat dikenal sebagai Negeri Serambi Makkah Riau. Tentu banyak bibit unggul dan sumber daya manusia di bidang Al-Qur’an yang akan lahir dari Kabupaten Kampar. Hal ini telah terbukti dengan banyaknya qari dan qariah Kampar yang tampil di tingkat Provinsi Riau maupun nasional,” ujarnya.

Ia berharap MTQ terus menjadi sarana regenerasi peserta dan memperkuat keterlibatan keluarga, lembaga pendidikan, serta lembaga keagamaan dalam menanamkan kecintaan terhadap Al-Qur’an sejak dini.

Pembukaan MTQ ke-55 turut dihadiri Wakil Bupati Kampar Misharti, Sekretaris Daerah Kabupaten Kampar Ardi Mardiansyah, anggota DPRD, jajaran Kementerian Agama, pimpinan organisasi perangkat daerah, para camat, ninik mamak Kenegerian Gunung Sahilan, serta undangan lainnya.

Selama sepekan pelaksanaan, Kecamatan Gunung Sahilan menjadi pusat kegiatan MTQ tingkat Kabupaten Kampar. Melalui ajang ini, pemerintah daerah berharap lahir peserta berprestasi yang juga mampu menjadi teladan dalam menerapkan nilai-nilai Al-Qur’an di tengah masyarakat. (*)

Share to: