Kualitas Udara Pekanbaru Masuk Kategori Sangat Tidak Sehat
BMKG Pekanbaru masih memperkirakan kekaburan udara akibat asap, meskipun hujan berpeluang terjadi di sejumlah wilayah. Masyarakat diimbau menggunakan masker saat beraktivitas di luar ruangan dan memperhatikan kondisi udara.

RINGKASAN BERITA:
- PM2.5 meningkat tajam. Konsentrasi partikulat halus naik dari 68 mikrogram per meter kubik pada Jumat pagi menjadi 187,6 mikrogram pada Sabtu pagi.
- Sumatera Selatan mendominasi titik panas. Dari total 3.048 hotspot di Sumatera, sebanyak 2.558 titik terpantau di Sumatera Selatan, sementara Riau mencatat sembilan titik.
- Hujan berpeluang turun, tetapi asap masih mengganggu. BMKG memprakirakan hujan di sejumlah daerah Riau sekaligus mengingatkan potensi kekaburan udara, hujan lebat, petir, dan angin kencang di beberapa wilayah.
RIAUCERDAS, PEKANBARU – Warga Pekanbaru perlu mewaspadai kondisi udara pada Sabtu (17/10/2026) pagi setelah konsentrasi partikulat halus PM2.5 tercatat mencapai 187,6 mikrogram per meter kubik pada pukul 07.00 WIB.
Angka tersebut masuk kategori sangat tidak sehat dan meningkat tajam dibandingkan pengukuran pada waktu yang sama sehari sebelumnya.
Pada Jumat (16/10/2026) pukul 07.00 WIB, konsentrasi PM2.5 tercatat sebesar 68 mikrogram per meter kubik atau berada dalam kategori tidak sehat. Lalu di pukul 10.00 WIB tercatat 179,3 mikrogram per meter kubik.
Kenaikan tersebut menjadi perhatian, terutama bagi masyarakat yang beraktivitas di luar ruangan di tengah kondisi udara yang memburuk.
Di wilayah Sumatera, pemantauan hingga Sabtu pagi mencatat 3.048 titik panas atau hotspot. Sumatera Selatan menjadi provinsi dengan jumlah terbanyak, yakni 2.558 titik.
Sementara itu, Riau tercatat memiliki sembilan titik panas. Hotspot lainnya terpantau di Jambi sebanyak 206 titik, Lampung 130 titik, Bangka Belitung 119 titik, Bengkulu 18 titik, serta Aceh dan Sumatera Barat masing-masing tiga titik.
Forecaster BMKG Pekanbaru, Elisa JS Kedang, menjelaskan bahwa sembilan titik panas di Riau tersebar di lima wilayah. Bengkalis mencatat tiga titik, Siak dan Kampar masing-masing dua titik, sedangkan Pelalawan dan Kota Dumai masing-masing satu titik.
“Meski jumlah hotspot di Sumatera menurun, potensi gangguan akibat asap di Riau belum sepenuhnya berakhir. BMKG masih memprakirakan kekaburan udara akibat asap terjadi sepanjang Sabtu, meskipun hujan berpeluang turun di sejumlah wilayah,” terangnya.
BMKG memperkirakan hujan ringan hingga sedang pada pagi hari di sebagian wilayah Indragiri Hilir dan Pelalawan. Pada siang hingga sore, potensi hujan meluas ke Rokan Hilir, Rokan Hulu, Kampar, Siak, Pelalawan, Bengkalis, Kepulauan Meranti, Indragiri Hilir, Indragiri Hulu, dan Kota Dumai.
Pada malam hari, hujan ringan hingga sedang berpeluang terjadi di Rokan Hilir, Rokan Hulu, Kampar, Pelalawan, Bengkalis, Siak, Indragiri Hulu, dan Kota Pekanbaru.
Sementara itu, hujan ringan pada dini hari diprakirakan turun di Bengkalis, Rokan Hilir, Rokan Hulu, Indragiri Hilir, dan Dumai.
Selain prakiraan hujan, BMKG mengeluarkan peringatan dini mengenai potensi hujan sedang hingga lebat yang dapat disertai petir dan angin kencang.
Kondisi tersebut berpeluang terjadi di sebagian wilayah Rokan Hulu, Rokan Hilir, Bengkalis, Kampar, Indragiri Hilir, Pelalawan, dan Dumai pada pagi, sore, serta malam hari.
Secara umum, suhu udara di Riau diperkirakan berada pada kisaran 23–33 derajat Celsius dengan kelembapan 55–98 persen. Angin bertiup dari tenggara hingga utara dengan kecepatan 10–40 kilometer per jam.
Untuk perairan Riau, tinggi gelombang diprakirakan berkisar 0,5–1,25 meter atau tergolong rendah.Di tengah meningkatnya konsentrasi PM2.5 dan potensi kekaburan akibat asap, masyarakat diimbau menggunakan masker ketika berada di luar ruangan serta membatasi aktivitas jika kondisi asap semakin pekat.
Warga juga disarankan memantau kondisi udara sebelum beraktivitas guna mengurangi risiko gangguan pernapasan. (*)
