Pemprov Riau dan UMRI Kolaborasi, Mahasiswa S2 Dalami Praktik Tata Kelola Organisasi

Dalam kuliah umum di Pekanbaru, Sekretaris Daerah Provinsi Riau, Syahrial Abdi, membagikan pengalaman penyelenggaraan pemerintahan sebagai bahan pembelajaran bagi mahasiswa Magister Manajemen Kewirausahaan dan Magister Hukum. Kolaborasi ini diharapkan membantu mahasiswa mengembangkan kemampuan analisis, adaptasi, dan kontribusi nyata bagi masyarakat.

Sekretaris Daerah Provinsi Riau, Syahrial Abdi, hadir sebagai narasumber dalam kuliah umum di Universitas Muhammadiyah Riau, Sabtu (17/10/2026). (Sumber: Media Center Riau)

RINGKASAN BERITA:

  • Pemprov Riau dilibatkan UMRI untuk berbagi pengalaman praktis dalam pembelajaran mahasiswa program magister.
  • Mahasiswa mempelajari tata kelola organisasi melalui pengalaman pemerintahan yang berkaitan dengan manajemen, hukum, bisnis, dan pengambilan keputusan.
  • Mahasiswa diharapkan mampu menganalisis persoalan nyata dan menerapkan ilmu untuk memberikan manfaat kepada masyarakat.

RIAUCERDAS, PEKANBARU – Pengalaman nyata dalam penyelenggaraan pemerintahan menjadi salah satu sumber pembelajaran yang dibawa Pemerintah Provinsi Riau ke lingkungan perguruan tinggi.

Melalui kolaborasi dengan Universitas Muhammadiyah Riau (UMRI), mahasiswa program magister didorong untuk menghubungkan teori akademik dengan praktik tata kelola organisasi di lapangan.

Kerja sama tersebut diwujudkan melalui kuliah umum yang membahas tata kelola organisasi yang berkeadilan, profesional, dan inovatif. Sekretaris Daerah Provinsi Riau, Syahrial Abdi, hadir sebagai narasumber dalam kegiatan yang berlangsung di Pekanbaru, Sabtu (17/10/2026).

Syahrial mengatakan, keterlibatan pemerintah dalam pembelajaran mahasiswa merupakan bentuk kolaborasi untuk menghadirkan materi yang lebih kontekstual.

Mahasiswa tidak hanya mempelajari konsep di ruang kuliah, tetapi juga memperoleh gambaran mengenai penerapannya dalam pelaksanaan tugas dan penyelesaian persoalan di berbagai sektor.

“Alhamdulillah, hari ini kita sebenarnya sedang berkolaborasi. Universitas Muhammadiyah Riau (UMRI) meminta Pemerintah Provinsi Riau untuk berkolaborasi dalam mengisi materi pembelajaran bagi mahasiswa S2,” ungkapnya.

Ia menjelaskan, kegiatan tersebut melibatkan mahasiswa dari dua program studi, yakni Magister Manajemen Kewirausahaan dan Magister Hukum. Menurutnya, meningkatnya minat masyarakat untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang magister perlu diiringi dengan proses pembelajaran yang mampu menjawab kebutuhan dunia kerja dan masyarakat.

“Bisa kita lihat, ini minat untuk berkuliah S2 di UMRI terus meningkat. Pada kesempatan kali ini, ada dua program studi magister yang digabung yaitu Magister Manajemen Kewirausahaan dan Magister Hukum mereka ingin Sekda Riau ikut langsung sebagai narasumber dalam kegiatan kuliah ini,” paparnya.

Syahrial menekankan bahwa kehadiran praktisi pemerintahan bukan semata-mata untuk menyampaikan materi dari sudut pandang birokrasi.

Pengalaman yang dibagikan diharapkan membantu mahasiswa memahami bagaimana teori akademik digunakan untuk membaca situasi, menentukan keputusan, dan mencari solusi atas persoalan nyata.

Melalui kolaborasi tersebutlah Syahrial mengaku diminta untuk membagikan pengalaman dan praktik langsung.

“Secara akademik, mahasiswa tentu sudah menguasai teori. Namun, tuntutan produk akademik saat ini tidak hanya menuntut kemampuan akademik semata, melainkan mahasiswa juga harus benar-benar bisa menelaah, memahami, hingga berkontribusi nyata bagi masyarakat,” kata dia.

Ia menambahkan, penguasaan teori perlu disertai kemampuan memahami dinamika organisasi. Mahasiswa diharapkan mampu mengamati proses kerja, mengenali tantangan, serta menganalisis pengambilan keputusan dalam lingkungan yang berbeda.

“Artinya, mereka harus memahami bagaimana praktik di lapangan. Mulai dari dalam organisasi pemerintahan, bisnis, swasta, maupun sektor lainnya,” tutur Syahrial Abdi.

Dalam kuliah umum tersebut, Syahrial turut menyampaikan pengalaman dan praktik yang telah dijalankan Pemerintah Provinsi Riau serta pemerintah kabupaten dan kota.

Pembahasan mencakup berbagai persoalan penyelenggaraan pemerintahan yang dapat dikaji dari sudut pandang manajemen, hukum, bisnis, dan tata kelola organisasi.

“Tadi kami telah menyampaikan materi baik secara teori maupun praktik, yang difokuskan pada pembelajaran mengenai testimoni yang telah dilakukan oleh Pemerintah Provinsi Riau dan Pemerintah Kabupaten/Kota,” tambahnya.

Menurut Syahrial, pengalaman langsung dapat menjadi bahan analisis bagi mahasiswa untuk melihat hubungan antara konsep akademik dan kondisi sebenarnya.

Dengan pendekatan tersebut, mahasiswa diharapkan tidak hanya mampu memahami materi, tetapi juga merumuskan gagasan dan kontribusi yang relevan dengan kebutuhan masyarakat.

Ia juga mengingatkan bahwa perubahan kebijakan dan perkembangan lingkungan global menuntut lulusan perguruan tinggi memiliki kemampuan beradaptasi.

Karena itu, hubungan antara pemerintah dan perguruan tinggi perlu terus dikembangkan agar perspektif akademik dapat bertemu dengan pengalaman praktis.

“Baik dari perspektif organisasi, hukum, bisnis, hingga tantangan-tantangan masa depan yang akan kita hadapi sesuai dengan perkembangan dunia dan negara kita,” paparnya.

Kolaborasi Pemprov Riau dan UMRI tersebut menjadi salah satu upaya memperkaya pengalaman belajar mahasiswa pascasarjana.

Melalui pertukaran pengetahuan dan pengalaman, pembelajaran diharapkan semakin relevan dengan persoalan nyata serta mendorong lahirnya lulusan yang mampu berkontribusi di lingkungan pemerintahan, dunia usaha, dan masyarakat luas. (*)

Share to: