UMRI Tawarkan Proyek Smart Farming Melon Premium Rp18,4 Miliar di Global Investor Forum 2026
Proyek ini dirancang mengintegrasikan teknologi IoT, AI, dan Big Data melalui pembangunan 100 unit greenhouse di lahan lima hektare, sekaligus mengembangkan agrowisata dan wisata edukasi sebagai bagian dari penguatan wakaf produktif.

RINGKASAN BERITA:
- UMRI menawarkan pengembangan perkebunan melon premium berbasis teknologi digital kepada investor dari berbagai negara.
- Rencana pembangunan 100 greenhouse di lahan lima hektare dilengkapi konsep agrowisata dan pembelajaran teknologi pertanian.
- Wakaf diarahkan menjadi aset produktif. Proyek ini diharapkan membuka peluang kemitraan serta menciptakan manfaat ekonomi dan sosial secara berkelanjutan.
RIAUCERDAS, PEKANBARU – Lembaga Wakaf Universitas Muhammadiyah Riau (UMRI) memperkenalkan proyek pertanian modern berbasis teknologi senilai Rp18,4 miliar dalam Global Investor Forum 2026.
Proyek Smart Farming Melon Premium tersebut dirancang untuk mengembangkan aset wakaf produktif melalui integrasi Internet of Things (IoT), Artificial Intelligence (AI), dan Big Data.
Partisipasi dalam forum investasi ini menjadi upaya Lembaga Wakaf UMRI untuk memperluas peluang kemitraan sekaligus memperkenalkan pengelolaan wakaf yang berorientasi pada kegiatan ekonomi riil.
Melalui pendekatan tersebut, aset wakaf diharapkan tidak hanya terpelihara, tetapi juga mampu menghasilkan nilai tambah ekonomi dan manfaat sosial dalam jangka panjang.
Lembaga Wakaf UMRI, yang dibina dan mendapat arahan langsung dari Rektor UMRI Dr. H. Saidul Amin, M.A., tercatat sebagai satu-satunya lembaga wakaf dari Provinsi Riau yang lolos mengikuti forum tersebut.
Presentasi proyek berlangsung pada Jumat (16/10/2026) di Jakarta Convention Center (JCC), Jakarta Pusat.
Dalam kesempatan itu, Muhammad Syahrullah, Muhammad Lisman, Marabona Munthe, dan Mizan Asnawi mewakili Lembaga Wakaf UMRI untuk memaparkan konsep, potensi, serta prospek pengembangan proyek kepada para investor dari berbagai negara.
Proyek Smart Farming Melon Premium direncanakan mencakup pembangunan 100 unit greenhouse di atas lahan seluas lima hektare.
Kawasan tersebut akan dikembangkan sebagai perkebunan melon premium yang memanfaatkan teknologi digital untuk mendukung proses budidaya dan pengelolaan produksi.
Integrasi IoT, AI, dan Big Data dirancang untuk membantu pemantauan kondisi tanaman, pengaturan lingkungan tumbuh, serta pengambilan keputusan berbasis data.
Penerapan teknologi ini diharapkan membuat proses pertanian lebih terukur dan efisien.Selain kegiatan produksi, proyek tersebut juga mengusung konsep agrowisata dan wisata edukasi.
Kawasan perkebunan nantinya direncanakan menjadi tempat yang memadukan pertanian modern, rekreasi, dan pembelajaran teknologi pertanian bagi masyarakat, pelajar, mahasiswa, serta pengunjung.
Konsep terpadu itu membuka peluang pengembangan sumber pendapatan dari berbagai kegiatan, mulai dari produksi dan pemasaran melon premium hingga layanan wisata dan edukasi.
Diversifikasi tersebut dirancang untuk meningkatkan nilai ekonomi aset sekaligus mendukung keberlanjutan manfaat wakaf.
Sekretaris Lembaga Wakaf UMRI, Muhammad Lisman, menjelaskan bahwa proyek tersebut disiapkan sebagai model perkebunan melon premium modern yang terintegrasi dengan agrowisata dan wisata edukasi di Kota Pekanbaru.
“Proyek ini kami rancang sebagai pengembangan perkebunan melon premium berbasis smart farming yang terintegrasi dengan agrowisata dan wisata edukasi. Kami ingin menghadirkan model pertanian modern yang tidak hanya berorientasi pada produksi, tetapi juga memiliki nilai edukasi, peluang usaha, dan manfaat ekonomi yang berkelanjutan,” kata Lisman.
Ia menambahkan, pengembangan proyek ini merupakan bagian dari upaya Lembaga Wakaf UMRI memperluas peran wakaf dalam sektor ekonomi produktif.
Menurutnya, potensi wakaf dapat dikembangkan melalui pengelolaan aset yang profesional, inovatif, transparan, dan berorientasi pada manfaat jangka panjang.
“Keikutsertaan kami dalam Global Investor Forum 2026 menjadi kesempatan penting untuk memperkenalkan potensi proyek wakaf produktif UMRI kepada investor. Kami berharap forum ini dapat membuka peluang kemitraan strategis dalam merealisasikan proyek dengan nilai investasi Rp18,4 miliar ini,” paparnya.
Keikutsertaan dalam forum tersebut menjadi salah satu langkah UMRI untuk memperkenalkan model wakaf yang tidak hanya berfokus pada pemeliharaan aset, tetapi juga pada penciptaan nilai ekonomi dan manfaat sosial.
Pendekatan ini diharapkan dapat mendukung pengembangan usaha produktif, peningkatan keterampilan, serta pemberdayaan masyarakat.
Apabila terealisasi sesuai rencana, pembangunan 100 unit greenhouse di lahan lima hektare berpotensi menghadirkan model pertanian melon premium berbasis teknologi yang terhubung dengan sektor pariwisata edukatif di Pekanbaru.
Melalui pengembangan wakaf produktif, UMRI berupaya mendorong pengelolaan aset yang amanah dan profesional.
Inisiatif tersebut diharapkan turut memperkuat ekosistem ekonomi yang inovatif dan berkelanjutan, sekaligus memperluas manfaat wakaf bagi umat dan masyarakat. (*)
