Menteri Fadli Zon Tinjau Candi Muara Takus, Pemprov Dorong Jadi Ikon Wisata Sejarah

Menteri Kebudayaan RI Fadli Zon meninjau kawasan Candi Muara Takus di Kabupaten Kampar, Minggu (18/10/2026). Kunjungan tersebut membahas nilai sejarah, temuan situs baru sekitar 100 meter dari kompleks utama, status lahan, serta riwayat pemugaran pada 1978–1987.

Menteri Kebudayaan RI Fadli Zon bersama Sekdaprov Syahrial Abdi dan Bupati Kampar Ahmad Yuzar meninjau kawasan Candi Muara Takus di Kabupaten Kampar, Minggu (18/10/2026). (Sumber: Media Center Riau)

RINGKASAN BERITA:

  • Situs bersejarah baru dilaporkan berada sekitar 100 meter dari kompleks utama Candi Muara Takus.
  • Peninjauan mencakup pembahasan luas kawasan, status lahan, material bangunan, dan pemugaran yang berlangsung pada 1978–1987.
  • Pemprov Riau berharap Candi Muara Takus tidak hanya terawat sebagai cagar budaya, tetapi juga berkembang sebagai destinasi wisata sejarah.

RIAUCERDAS, KAMPAR – Pemerintah Provinsi Riau berharap Candi Muara Takus dapat berkembang menjadi ikon wisata sejarah dan kebudayaan daerah. Harapan tersebut mengemuka saat Menteri Kebudayaan RI Fadli Zon meninjau langsung kawasan cagar budaya di Kabupaten Kampar, Minggu (18/10/2026).

Sekretaris Daerah Provinsi Riau Syahrial Abdi mengatakan, kunjungan berlangsung di zona inti Candi Muara Takus yang memiliki empat bangunan candi utama. Dalam peninjauan tersebut, turut disampaikan informasi mengenai temuan situs baru yang lokasinya tidak jauh dari kompleks utama.

“Hari ini kita sedang berada di zona inti kawasan Candi Muara Takus. Di sini terdapat empat bangunan candi utama dan berdasarkan informasi terbaru, telah ditemukan situs baru yang berjarak sekitar 100 meter dari candi ini,” terang Syahrial Abdi.

Menurut dia, ketertarikan Menteri Kebudayaan terhadap kawasan tersebut berkaitan dengan nilai historisnya dalam perjalanan peradaban Nusantara, termasuk keterhubungannya dengan kerajaan-kerajaan Melayu tua.

“Kehadiran Menteri Kebudayaan Bapak Fadli Zon di Candi Muara Takus ini didasari oleh ketertarikan beliau terhadap sejarah besar kawasan ini, yang memiliki keterhubungan erat dengan sejarah Nusantara serta kerajaan-kerajaan Melayu tua,” ujarnya.

Syahrial menyebut, Kementerian Kebudayaan sebelumnya juga telah melakukan pemugaran dan penataan di kawasan Muaro Jambi yang memiliki keterkaitan historis dengan Candi Muara Takus.

Kunjungan ke Kampar pun menjadi kesempatan untuk melihat langsung kondisi salah satu peninggalan sejarah penting di Provinsi Riau.

Peninjauan tidak hanya berfokus pada bangunan candi, tetapi juga mencakup diskusi mengenai sejarah, pengelolaan, dan berbagai aspek teknis kawasan.

Pembahasan tersebut diperlukan untuk memperoleh gambaran yang lebih menyeluruh mengenai upaya pelestarian situs.

Oleh karena itu, menteri meluangkan waktu secara khusus untuk meninjau langsung Candi Muara Takus. Dalam kunjungan itu, terang Syahrial, mereka juga telah membedah sejarah kawasan tersebut.

Syahrial menjelaskan, sejumlah hal yang dibahas meliputi luas wilayah, status lahan, serta riwayat pemugaran kompleks Candi Muara Takus.

Pemugaran yang tercatat berlangsung pada 1978 hingga 1987 tersebut memerlukan waktu sekitar sembilan tahun.

“Mulai dari mendiskusikan luas wilayah, status lahan, hingga sejarah pemugaran terakhir yang dilakukan pada tahun 1978 hingga 1987, artinya memakan waktu kurang lebih sembilan tahun,” ucapnya.

Selain mendalami aspek historis dan pengelolaan kawasan, Fadli Zon juga mengamati kondisi fisik bangunan, termasuk material batuan yang digunakan dalam konstruksi candi.

Perhatian terhadap unsur bangunan tersebut menjadi bagian dari pembahasan mengenai pemeliharaan dan penataan kawasan ke depan.

Menteri, katanya, secara langsung meninjau fisik bangunan hingga jenis batuan yang digunakan. Hal ini menunjukkan komitmen Kementerian Kebudayaan dalam memperhatikan pemeliharaan serta penataan Candi Muara Takus ke depan.

Pemerintah Provinsi Riau menyambut baik perhatian pemerintah pusat terhadap Candi Muara Takus. Selain memiliki nilai penting sebagai warisan sejarah dan cagar budaya, kawasan ini dinilai berpotensi dikembangkan sebagai destinasi wisata yang mengangkat kekayaan sejarah dan kebudayaan daerah.

“Melalui peninjauan langsung oleh Pak Menteri, kita berharap Candi Muara Takus dapat dikembangkan tidak hanya sebagai situs cagar budaya yang terawat, tetapi juga menjadi ikon pariwisata utama di Provinsi Riau,” ucap Syahrial.

Peninjauan tersebut diharapkan menjadi bagian dari penguatan koordinasi antara pemerintah pusat dan daerah dalam menjaga kelestarian Candi Muara Takus.

Dengan perhatian terhadap aspek sejarah, kondisi fisik, dan pengelolaan kawasan, situs ini diharapkan tetap terpelihara sekaligus memberi manfaat bagi pengembangan pariwisata berbasis budaya di Riau. (*)

Share to: