100 Pelajar SMP dan SMA Inhil Ikuti Pembekalan Lomba Resensi Buku
Sebanyak 100 pelajar SMP dan SMA di Indragiri Hilir mengikuti pembekalan lomba resensi buku untuk mengasah kemampuan berpikir kritis dan meningkatkan budaya literasi.

RINGKASAN BERITA:
- Sebanyak 100 pelajar mengikuti pembekalan lomba resensi buku, terdiri atas 50 siswa SMP dan 50 siswa SMA.
- Lomba resensi diarahkan untuk mengembangkan kemampuan analisis, berpikir kritis, dan menilai manfaat buku secara objektif.
- Pemkab Inhil mendorong perpustakaan daerah menjadi sumber pengetahuan sekaligus ruang tumbuhnya pegiat literasi.
RIAUCERDAS, TEMBILAHAN – Sebanyak 100 pelajar tingkat SMP dan SMA di Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) mendapat pembekalan untuk mengikuti lomba resensi buku berbasis koleksi perpustakaan.
Kegiatan ini menjadi salah satu upaya mendorong pelajar tidak sekadar membaca, tetapi juga mampu mengkaji isi bacaan dan menyampaikan penilaian secara kritis.
Pembekalan tersebut secara resmi dibuka pada Rabu (21/10/2026) oleh Asisten Ekonomi dan Pembangunan, Dwi Budianto, yang hadir mewakili Bupati Indragiri Hilir.
Acara berlangsung di Dinas Perpustakaan dan Arsip Daerah (DPAD) Inhil.Dari total peserta, sebanyak 50 orang berasal dari jenjang SMP dan 50 lainnya merupakan siswa SMA.
Kegiatan itu turut dihadiri Bunda Literasi Inhil, Katerina Susanti, Kepala DPAD beserta jajaran, pegiat literasi, pustakawan, serta perwakilan sekolah.
Dalam sambutan Bupati Inhil yang disampaikan Dwi Budianto, resensi buku dipandang sebagai kegiatan yang dapat melatih kemampuan peserta didik dalam memahami dan mengevaluasi bacaan.
Proses tersebut menuntut pembaca mengolah informasi, menganalisis isi buku, serta menjelaskan nilai dan manfaatnya kepada orang lain.
“Ketika meresensi, seseorang dituntut untuk berfikir kritis dan memiliki kemampuan analisa yang baik, agar mampu menilai dan memberi gambaran objektif tentang manfaat sebuah buku kepada masyarakat luas,” terang Dwi Budianto.
Menurutnya, pengembangan keterampilan tersebut juga dapat mendukung perluasan budaya literasi di tengah masyarakat.
Melalui kegiatan berbasis koleksi perpustakaan, peserta diharapkan semakin mengenal sumber bacaan yang tersedia sekaligus membangun kedekatan dengan perpustakaan daerah.
Dwi Budianto menegaskan, pemerintah daerah ingin mendorong lahirnya pembaca yang aktif menyampaikan gagasan dan menularkan minat baca kepada lingkungan sekitarnya.
Dengan begitu, perpustakaan tidak hanya menjadi tempat membaca, tetapi juga sumber pembelajaran dan pengetahuan yang dimanfaatkan secara lebih luas.
“Kami ingin, masyarakat tidak hanya menjadi pembaca pasif,tetapi menjadi kritikus, duta literasi yang mampu menularkan kecintaan terhadap buku, dan menjadikan koleksi buku di Perpustakaan Daerah dapat menjadi sumber pembelajaran dan pengetahuan,” katanya.
Melalui pembekalan dan perlombaan ini, pelajar diharapkan dapat mengembangkan kemampuan mengulas buku secara terstruktur serta membangun kebiasaan membaca yang lebih bermakna.
Kegiatan tersebut sekaligus menjadi bagian dari upaya memperkuat peran perpustakaan daerah dalam mendukung perkembangan literasi di Kabupaten Indragiri Hilir. (*)
