Afni Zulkifli Motivasi Santri Siak Raih Cita-Cita, Ribuan Santri Disiapkan Ikuti Peringatan HSN

Bupati Siak Afni Zulkifli memotivasi santri untuk meraih cita-cita saat Pengajian Akbar dan Gebyar Sholawat di Empang Pandan menjelang HSN 2026.

Bupati Siak, Afni Zulkifli berbicara saat menghadiri Pengajian Akbar dan Gebyar Sholawat di Lapangan Sepak Bola Sri Bikuangsa, Kampung Empang Pandan, Kecamatan Koto Gasib, Kamis (22/10/2026) malam.(Sumber: Diskominfo Siak)

RINGKASAN BERITA:

  • Bupati Afni Zulkifli mengajak santri terus belajar, mengembangkan potensi, dan mempersiapkan masa depan.
  • Pengajian akbar dan gebyar sholawat bersama KH Anwar Zahid dan KH Toyib Firdaus diikuti ribuan santri serta masyarakat.
  • Pemkab Siak menyiapkan rangkaian peringatan HSN pada 23–24 Oktober 2026, termasuk upacara dan pawai santri.

RIAUCERDAS, SIAK – Semangat menuntut ilmu dan keberanian mengejar cita-cita menjadi pesan utama Bupati Siak Afni Zulkifli kepada para santri dan santriwati dalam rangkaian peringatan Hari Santri Nasional (HSN) 2026.

Ia mendorong generasi pesantren untuk terus mengembangkan kemampuan diri agar kelak mampu berkontribusi bagi masyarakat, daerah, dan bangsa.

Pesan tersebut disampaikan Afni saat menghadiri Pengajian Akbar dan Gebyar Sholawat bersama KH Anwar Zahid dan KH Toyib Firdaus di Lapangan Sepak Bola Sri Bikuangsa, Kampung Empang Pandan, Kecamatan Koto Gasib, Kamis (22/10/2026) malam.

“Teruslah belajar, berusaha, dan mempersiapkan diri untuk menjadi generasi penerus bangsa yang membanggakan. Insyaallah, para santri dan santriwati bisa menggapai cita-cita dan menjadi apa saja yang diimpikan,” ujar Bupati.

Afni mengapresiasi penyelenggaraan pengajian akbar dan gebyar sholawat yang digelar Ranting Nahdlatul Ulama (NU) Empang Pandan.

Menurutnya, kegiatan keagamaan seperti ini menjadi ruang untuk mempererat silaturahmi sekaligus menumbuhkan kecintaan kepada Rasulullah SAW.

“Semoga pengajian dan gebyar sholawat ini membawa keberkahan bagi kita semua, menambah kecintaan kepada Rasulullah, serta menjadi penguat bagi para santri untuk terus belajar dan berbuat baik,” bebernya.

Kegiatan tersebut diikuti ribuan santri, santriwati, dan masyarakat. Lantunan sholawat mengiringi jalannya pengajian yang menghadirkan KH Anwar Zahid dan KH Toyib Firdaus.

Kehadiran para ulama, santri, dan masyarakat dalam kegiatan itu turut menyemarakkan peringatan Hari Santri di Kecamatan Koto Gasib.

Ajak Pesantren Sukseskan Peringatan HSN

Dalam kesempatan tersebut, Afni juga mengajak pondok pesantren, para kiai, dan santri di Kabupaten Siak untuk berpartisipasi dalam rangkaian peringatan HSN yang diselenggarakan Pemerintah Kabupaten Siak pada 23–24 Oktober 2026.

Rangkaian kegiatan dijadwalkan dimulai di Rumah Rakyat pada Jumat (23/10/2026). Selanjutnya, upacara peringatan akan digelar pada Sabtu (24/10/2026) di depan Istana Asserayah Al Hasyimiah, dengan perkiraan peserta lebih dari 8.000 santri.

Setelah upacara, kegiatan dilanjutkan dengan pawai santri dari kawasan istana menuju Rumah Rakyat.

“Kami mengundang para santri, pimpinan pondok pesantren, dan para kiai untuk bersama-sama menyukseskan peringatan Hari Santri ini. Mohon agar para santri dapat dibawa lebih awal, karena pada hari Sabtu kita juga akan menggelar pawai santri dari istana menuju Rumah Rakyat,” kata dia.

Untuk mendukung kelancaran kegiatan, Pemerintah Kabupaten Siak menyiapkan fasilitas bagi santri yang datang dari berbagai wilayah.

Santriwan direncanakan menempati Pendopo Rumah Rakyat, sedangkan santriwati akan ditempatkan di LPTQ dan rumah dinas Bupati Siak.

Afni berharap fasilitas tersebut dapat dimanfaatkan dengan baik sehingga para peserta merasa nyaman selama mengikuti rangkaian kegiatan.

“Silakan menikmati dan memanfaatkan tempat yang telah disediakan. Ini adalah Rumah Rakyat, rumah kita bersama. Kami ingin para santri merasa nyaman dan menjadi bagian dari keluarga besar Kabupaten Siak,” ujar dia.

Melalui ajakan tersebut, Afni berharap peringatan HSN tidak hanya menjadi agenda seremonial, tetapi juga memperkuat kebersamaan antara pemerintah daerah, pesantren, ulama, dan masyarakat sekaligus mendorong santri terus berkembang dalam pendidikan dan pengabdian. (adv)

Share to: