Kukerta Berdampak Unri: Mahasiswa Fakultas Keperawatan Edukasi Pengelolaan Sampah di Desa Mayang Pongkai
Mahasiswa Kukerta Fakultas Keperawatan UNRI bersama ibu-ibu PKK Desa Mayang Pongkai menggelar edukasi pemilahan sampah dan program bank sampah anorganik.

RINGKASAN BERITA:
- Sepuluh mahasiswa Kukerta Fakultas Keperawatan Unri mengedukasi ibu-ibu PKK tentang pemilahan dan pengelolaan sampah rumah tangga.
- Hasil pengkajian terhadap 88 keluarga menunjukkan seluruh keluarga yang dikaji masih membakar sampah rumah tangga.
- Program memperkenalkan fasilitas pemilahan sampah anorganik serta pelatihan pemanfaatan barang bekas menjadi tempat tisu.
RIAUCERDAS, KAMPAR – Kebiasaan membakar sampah rumah tangga menjadi perhatian mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (Kukerta) Fakultas Keperawatan Universitas Riau (Unri) di Desa Mayang Pongkai, Kecamatan Kampar Kiri Tengah, Kabupaten Kampar.
Melalui program bank sampah anorganik, mahasiswa mengajak masyarakat mengubah kebiasaan tersebut dengan membangun kesadaran memilah, mengumpulkan, dan memanfaatkan kembali sampah.
Program Pengabdian Kukerta Berdampak Unri ini dilaksanakan bersama ibu-ibu Tim Penggerak Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (PKK) di Kantor Desa Mayang Pongkai, Selasa (13/10/2026).
Kegiatan tersebut menggabungkan edukasi pengelolaan sampah dengan praktik langsung agar kebiasaan ramah lingkungan dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.
Program ini berangkat dari pengkajian awal mahasiswa Kukerta di empat dusun, yakni Dusun Putaran Utama, Dusun Lapangan, Dusun Kuala Lumpur, dan Dusun Sei Win.
Desa Mayang Pongkai tercatat memiliki 735 kepala keluarga atau 2.175 jiwa. Dari 88 keluarga yang menjadi responden pengkajian, seluruhnya tercatat melakukan pembakaran sampah rumah tangga.
Pada saat yang sama, infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) menjadi salah satu masalah kesehatan dengan angka tertinggi di desa tersebut dan ditemukan pada berbagai kelompok usia.
Pembakaran sampah yang dianggap praktis berpotensi menimbulkan paparan asap yang mengiritasi saluran pernapasan, terutama pada anak-anak.
Temuan tersebut kemudian dibahas bersama masyarakat hingga pengelolaan sampah disepakati sebagai salah satu fokus kegiatan pengabdian mahasiswa.
Ibu-Ibu PKK Jadi Mitra Edukasi
Sebanyak 10 mahasiswa Fakultas Keperawatan Unri menjalankan program ini dengan pendampingan dosen, Dr. Aminatul Fitri, S.Kep., M.KL.
Mereka terdiri atas Farouq Muhammad Alqadri, Dwi Intan Permata Putri L, Dhea Aisyah Husnah, Elsa Nabila, Arva Ahtadia Darma, Nabila Ayusfi, Wahidiyah Syafitri, Mella Alea Fitrianingrum, Dinda Saputri, dan Tari Hidayani.
Ibu-ibu PKK menjadi sasaran utama karena memiliki peran dalam pengelolaan rumah tangga, termasuk menentukan cara sampah dari dapur dan aktivitas sehari-hari ditangani.
Mella Alea Fitrianingrum, salah satu anggota Kelompok Kukerta Unri menjelaskan, dalam sosialisasi, peserta diperkenalkan dengan jenis-jenis sampah rumah tangga serta konsep bank sampah, yakni pengumpulan sampah yang masih dapat didaur ulang.
Mahasiswa juga menjelaskan bahwa sebagian sampah anorganik memiliki nilai ekonomis sehingga dapat dikumpulkan dan dikelola, bukan langsung dibakar.
Pengetahuan tersebut diharapkan dapat diterapkan di rumah dan diteruskan kepada anggota keluarga maupun tetangga.
Untuk mendukung penerapan materi, mahasiswa menyediakan tempat pemilahan sampah berkerangka hijau dengan dua sekat. Fasilitas tersebut ditempatkan di halaman Kantor Desa dan Koperasi Unit Desa (KUD) Mayang Pongkai.
Sekat pertama diberi label tempat sampah plastik untuk menampung botol dan sampah plastik lainnya. Sementara itu, sekat kedua diberi label tempat sampah khusus untuk botol kaca dan kaleng.

Peserta juga memperoleh panduan praktis pengelolaan sampah rumah tangga, mulai dari memilah sampah sejak dari rumah, memastikan sampah bersih dan kering, memasukkannya ke tempat yang sesuai, hingga memanfaatkan kembali barang bekas yang masih bisa digunakan.
“Tidak hanya memberikan penjelasan, mahasiswa mendampingi ibu-ibu PKK mempraktikkan pemilahan botol plastik dan sampah khusus secara langsung,” ungkap Mella.
Pendekatan ini diharapkan membantu peserta memahami cara pemilahan sekaligus membangun kebiasaan baru dalam pengelolaan sampah.
Selain pemilahan, mahasiswa memperkenalkan pemanfaatan sampah anorganik melalui pembuatan tempat tisu dari bahan bekas.
Ibu-ibu PKK diajak mengikuti proses pembuatannya menggunakan bahan dan alat yang mudah ditemukan di rumah.Praktik tersebut menunjukkan bahwa barang bekas tidak selalu harus berakhir sebagai sampah.
Dengan kreativitas dan pengelolaan yang tepat, sebagian bahan dapat dimanfaatkan kembali menjadi benda yang berguna untuk kebutuhan sehari-hari.
Kegiatan ini sekaligus memperluas pemahaman peserta mengenai pengurangan sampah melalui penggunaan kembali barang yang masih layak.
Program bank sampah anorganik menjadi ruang kolaborasi antara mahasiswa, pemerintah desa, kelompok PKK, dan masyarakat dalam menangani persoalan lingkungan di tingkat lokal.
Bagi mahasiswa Fakultas Keperawatan Unri, kegiatan tersebut menjadi kesempatan menerapkan ilmu keperawatan dalam upaya pencegahan masalah kesehatan berbasis lingkungan.
Pengalaman ini juga mendukung pengembangan kemampuan komunikasi, kepedulian sosial, dan kerja sama dengan masyarakat.
Setelah kegiatan berlangsung, ibu-ibu PKK dan warga diharapkan semakin memahami pentingnya pengelolaan sampah, mampu membedakan sampah yang dapat didaur ulang, serta berpartisipasi dalam pemilahan dan pengumpulan sampah anorganik.
Keberlanjutan program diharapkan mendapat dukungan pemerintah desa, kelompok PKK, dan masyarakat agar kebiasaan membakar sampah dapat berkurang.
Dengan demikian, upaya menjaga kebersihan lingkungan dan mendukung kesehatan warga Desa Mayang Pongkai dapat terus berjalan meski masa pengabdian mahasiswa telah berakhir.
Melalui Pengabdian Kukerta Berdampak, mahasiswa Fakultas Keperawatan Unri berupaya menghadirkan kegiatan yang tidak hanya menjadi pengalaman lapangan, tetapi juga memberikan edukasi, keterampilan, dan manfaat bagi masyarakat. (*)
