Libatkan 91 Kampus, LLDIKTI XVII Bidik Rekor MURI Lewat Aksi Donor Darah
LLDIKTI XVII melibatkan 91 perguruan tinggi di Riau dan Kepulauan Riau dalam aksi donor darah untuk memecahkan rekor MURI pada milad ketiga.

RINGKASAN BERITA:
- Aksi donor darah digelar dengan melibatkan kampus negeri dan swasta dari Riau serta Kepulauan Riau.
- LLDIKTI XVII menargetkan kegiatan ini menjadi aksi donor darah dengan keterlibatan perguruan tinggi terbanyak di Indonesia.
- Terdapat 152.800 mahasiswa dan lebih dari 6.500 dosen di perguruan tinggi swasta Riau dan Kepri yang diimbau berpartisipasi.
RIAUCERDAS, PEKANBARU – Sebanyak 91 perguruan tinggi di Riau dan Kepulauan Riau (Kepri) diajak berpartisipasi dalam gerakan donor darah massal yang digagas Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDIKTI) Wilayah XVII.
Kegiatan ini ditargetkan mencatatkan rekor Museum Rekor Indonesia (MURI) sebagai aksi donor darah yang melibatkan perguruan tinggi terbanyak di Indonesia.
Gerakan kemanusiaan tersebut menjadi salah satu rangkaian peringatan milad ketiga LLDIKTI Wilayah XVII yang berada di bawah Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains dan Teknologi (Kemdiktisaintek).
Kepala LLDIKTI Wilayah XVII, Dr Nopriadi, SKM, M.Kes, mengatakan kegiatan ini melibatkan perguruan tinggi negeri maupun swasta dari dua provinsi. Empat perguruan tinggi negeri di bawah Kemdiktisaintek yang turut dilibatkan yakni Universitas Riau, Universitas Raja Ali Haji, Politeknik Bengkalis, dan Politeknik Batam.
“Empat perguruan tinggi negeri di bawah Kemdiktisaintek yaitu Universitas Riau, Universitas Raja Ali Haji, Politeknik Bengkalis dan Politeknik Batam,” tutur Nopriadi, Kamis (5/11/2026).
Aksi donor darah diawali di kantor LLDIKTI Wilayah XVII dengan partisipasi 49 pegawai. Selanjutnya, kegiatan akan diperluas ke lingkungan kampus dengan melibatkan dosen, mahasiswa, serta sivitas akademika dari berbagai jenis perguruan tinggi.
Nopriadi menyebutkan, potensi partisipasi dalam kegiatan ini cukup besar. Tercatat ada sekitar 162.800 mahasiswa yang menempuh pendidikan di perguruan tinggi swasta wilayah Riau dan Kepri.
Selain itu, terdapat lebih dari 6.500 dosen perguruan tinggi swasta, belum termasuk dosen dari perguruan tinggi negeri.

“Ada 162.800 mahasiswa yang kuliah di perguruan tinggi swasta di Riau dan Kepri. Lebih dari 6.500 dosen perguruan tinggi swasta. Belum termasuk dosen perguruan tinggi negeri. Ini yang kita imbau untuk melakukan donor darah,” katanya.
Ia berharap gerakan yang baru dimulai tersebut dapat memenuhi kriteria pencatatan MURI sebagai kegiatan donor darah dengan keterlibatan perguruan tinggi terbanyak di Indonesia. Koordinasi dengan tim MURI juga telah dilakukan untuk merealisasikan target tersebut.
Menurut Nopriadi, peringatan tiga tahun LLDIKTI XVII tidak seharusnya hanya diisi kegiatan seremonial. Momentum ini perlu dimanfaatkan untuk memperluas kontribusi lembaga pendidikan tinggi terhadap persoalan sosial dan kemanusiaan di tengah masyarakat.
Ia menilai kebutuhan darah bagi pasien merupakan persoalan penting yang membutuhkan dukungan berbagai pihak, termasuk lingkungan perguruan tinggi.
“Setetes atau sekantong darah yang didonorkan mungkin bagi kita hal sederhana. Namun bagi yang tengah memperjuangkan hidupnya, sekantong darah itu justru menjadi harapan yang menentukan masa depan mereka,” papar Nopriadi.
Selama hampir tiga tahun beroperasi, LLDIKTI Wilayah XVII juga menghadapi berbagai keterbatasan, mulai dari sarana dan prasarana, sumber daya manusia hingga anggaran. Namun, menurut Nopriadi, kolaborasi antara pimpinan, pegawai, dan perguruan tinggi menjadi salah satu faktor yang mendukung perjalanan lembaga tersebut.
Dalam menjalankan fungsinya, LLDIKTI XVII tidak hanya berfokus pada pengawasan dan peningkatan mutu pendidikan tinggi di Riau dan Kepri. Perguruan tinggi juga didorong agar berperan aktif dalam memberikan manfaat langsung kepada masyarakat.
Dari sisi pelayanan, Nopriadi mengungkapkan indeks kepuasan masyarakat terhadap LLDIKTI XVII telah mencapai 90,75 atau masuk kategori sangat baik. Nilai tersebut disebut terus mengalami peningkatan setiap bulannya. “Ini perlu kita tingkatkan terus dari waktu ke waktu,” kata dia.
Ia berharap gerakan donor darah tersebut dapat terus berkembang dengan melibatkan perguruan tinggi negeri maupun swasta. Dengan demikian, kegiatan kemanusiaan ini tidak hanya menjadi bagian dari perayaan milad, tetapi juga dapat membantu memenuhi kebutuhan stok darah melalui kerja sama dengan Palang Merah Indonesia (PMI).
Setelah pelaksanaan perdana di kantor LLDIKTI, kegiatan donor darah direncanakan berlanjut ke berbagai kampus di Riau dan Kepri.
Nopriadi juga berharap PMI di tingkat provinsi, kabupaten/kota hingga kecamatan dapat memanfaatkan gerakan tersebut.Meta DescriptionLLDIKTI XVII melibatkan 91 perguruan tinggi di Riau dan Kepri dalam aksi donor darah untuk memecahkan rekor MURI pada milad ketiga. (*)
