UIN Suska Riau Kirim 40 Delegasi ke PKM IV PTKIN Sumatera 2026
UIN Suska Riau mengirim 40 mahasiswa, official, dan Humas untuk mengikuti PKM IV PTKIN Se-Sumatera 2026 di Palembang. Ajang ini mempertemukan 1.072 mahasiswa dari 22 kontingen sekaligus menjadi ruang pengembangan bakat, pengalaman kompetisi, dan jejaring antarmahasiswa.

- UIN Suska Riau mengirim 40 anggota kontingen untuk mengikuti PKM IV PTKIN Se-Sumatera 2026 di Palembang.
- PKM tahun ini diikuti 1.072 mahasiswa dari 22 kontingen dengan 37 cabang perlombaan di bidang ilmiah, olahraga, seni, dan keislaman.
- Kompetisi juga diarahkan menjadi ruang pembentukan karakter, pengembangan keterampilan, pertukaran pengalaman, dan penguatan jejaring antarmahasiswa.
RIAUCERDAS, PALEMBANG – Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim (UIN Suska) Riau mengirim 40 anggota kontingen untuk mengikuti Pekan Kreativitas Mahasiswa (PKM) IV Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (PTKIN) Se-Sumatera 2026.
Keikutsertaan tersebut tidak hanya diarahkan untuk mengejar prestasi, tetapi juga membuka kesempatan mahasiswa memperluas pengalaman dan jaringan di tingkat regional.
PKM IV PTKIN Se-Sumatera resmi dibuka di UIN Raden Fatah Palembang, Selasa (29/9/2026).
Kegiatan tahun ini diikuti 1.072 mahasiswa yang tergabung dalam 22 kontingen dari berbagai PTKIN di Sumatera.
Tema yang diangkat yakni “Mengembangkan Talenta Mahasiswa untuk Menjunjung Sportivitas, Meraih Prestasi, dan Memperkuat Kolaborasi Menuju Indonesia Emas.”
37 Cabang Lomba
Ketua Penyelenggara PKM IV PTKIN Se-Sumatera, Dr. Syahril Jamil, M.Ag., menyebut ajang tersebut mempertemukan mahasiswa dalam beragam bidang kompetisi.
Perlombaan terbagi dalam bidang ilmiah, olahraga, serta seni dan keislaman.
Bidang ilmiah mencakup debat Bahasa Arab, debat Bahasa Inggris, debat konstitusi, Musabaqah Karya Tulis Ilmiah Al-Qur’an, karya tulis ilmiah bidang ilmu sosial, sains dan teknologi, inovasi media pembelajaran, serta bisnis dan perbankan.
Sementara bidang olahraga terdiri atas catur, pencak silat, karate, egrang, bulu tangkis, dan esport. Adapun bidang seni dan keislaman mencakup seni baca Al-Qur’an, hafiz Al-Qur’an, dai dan daiyah, serta cabang seni lainnya.
Rangkaian kompetisi telah dimulai sejak 3 Agustus 2026 dan dijadwalkan berakhir pada 2 Oktober 2026.
Dari 37 cabang lomba, 25 cabang telah dilaksanakan secara daring melalui sejumlah tahapan, mulai dari technical meeting, pengunggahan karya, penjurian hingga penetapan finalis. Cabang lainnya dilaksanakan secara luring di Palembang.
Rektor UIN Raden Fatah Palembang Prof. Dr. Muhammad Adil, M.A mengatakan pertemuan mahasiswa PTKIN dari berbagai daerah tersebut memiliki nilai lebih dari sekadar pertandingan.
Menurutnya, interaksi antarpeserta dapat menjadi ruang untuk bertukar pengalaman sekaligus memperkuat hubungan antarmahasiswa dari berbagai perguruan tinggi.
“Kita tidak sedang sekadar bertanding. Kita sedang bersilaturahmi,” tutur Prof. Dr. Muhammad Adil.
Ia juga mengingatkan peserta agar menjaga hubungan persaudaraan meski hasil kompetisi berbeda.
“Menang dan kalah merupakan bagian dari sebuah kompetisi. Tetapi persahabatan, persaudaraan, dan silaturahmi harus tetap kita jaga,” katanya.
Panitia turut menyiapkan mekanisme untuk menjaga objektivitas perlombaan. Sejumlah cabang melibatkan PTKIN lain di luar tuan rumah, sementara proses penilaian dilakukan oleh dewan juri yang memiliki kompetensi dan ditetapkan secara profesional.
“Status sebagai tuan rumah tidak menjadi faktor yang memengaruhi hasil perlombaan,” terangnya.
Sementara Direktur Jenderal Pendidikan Islam Kementerian Agama RI, Prof. Dr. Amien Suyitno, M.Ag., dalam pembukaan menekankan pentingnya pengembangan kemampuan mahasiswa di luar bidang akademik.
Menurutnya, mahasiswa perlu memiliki kemampuan komunikasi, kerja sama, kepemimpinan, adaptasi, pemecahan masalah, serta kemampuan membangun relasi untuk menghadapi perubahan zaman.
“Mahasiswa tidak cukup hanya unggul secara akademik. Mereka juga perlu memiliki kemampuan seni, olahraga, kepemimpinan, komunikasi, kreativitas, serta berbagai keterampilan lainnya,” kata Prof. Dr. Amien Suyitno.
Ia menilai pengalaman mengikuti kompetisi dapat menjadi proses pembelajaran langsung bagi mahasiswa.
Peserta tidak hanya berhadapan dengan target prestasi, tetapi juga belajar mengelola tekanan, menghormati lawan, bekerja dalam tim, menerima hasil, dan membangun jejaring.
“Kegiatan seperti ini bukan semata-mata ajang untuk mencari siapa yang menang dan siapa yang kalah,” ucapnya.
Melalui keikutsertaan dalam PKM IV PTKIN Se-Sumatera 2026, UIN Suska Riau berharap para delegasinya dapat menunjukkan kemampuan secara optimal, menjaga sportivitas, sekaligus memperkuat kolaborasi dengan mahasiswa PTKIN lainnya. (*)
