UIN Suska Riau Bidik MoU dengan Kampus Türkiye

Langkah tersebut dibahas dalam Academic Talks bersama Sakarya University, Türkiye, yang membuka sejumlah peluang bagi mahasiswa, dosen dan peneliti UIN Suska Riau.

Suasana Academic Talks bersama Sakarya University, Türkiye, yang membuka sejumlah peluang bagi mahasiswa, dosen dan peneliti UIN Suska Riau pada Kamis (1/10/2026). (Sumber: UIN Suska).

RINGKASAN BERITA:

  • UIN Suska Riau menyiapkan tindak lanjut MoU/MoA dengan perguruan tinggi di Türkiye.
  • Mahasiswa berpeluang mengakses Türkiye Scholarships dan program mobilitas melalui Erasmus+.
  • Dosen dan peneliti dapat mengembangkan joint research, visiting professor, fellowship hingga postdoctoral program dengan perguruan tinggi di Türkiye.

RIAUCERDAS, PEKANBARU – Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau (UIN Suska Riau) menyiapkan tindak lanjut kerja sama dengan perguruan tinggi di Türkiye melalui penyusunan Memorandum of Understanding (MoU) dan Memorandum of Agreement (MoA).

Langkah tersebut dibahas dalam Academic Talks bersama Sakarya University, Türkiye, yang membuka sejumlah peluang bagi mahasiswa, dosen dan peneliti UIN Suska Riau.

Academic Talks yang digelar Kamis (1/10/2026) menghadirkan Prof. Mahmut Zengin sebagai narasumber dengan tema “Research, Education and Collaboration Opportunities in Türkiye.”

Forum tersebut membahas peluang kerja sama pendidikan tinggi, penelitian, mobilitas akademik hingga pengembangan sumber daya manusia.

Wakil Rektor Bidang Akademik dan Pengembangan Lembaga UIN Suska Riau Prof. Raihani, M.Ed., Ph.D., mengatakan forum tersebut diharapkan menjadi awal pengembangan kerja sama yang lebih luas dengan perguruan tinggi di Türkiye.

“Academic Talks ini diharapkan tidak berhenti pada kegiatan berbagi pengetahuan, tetapi menjadi pintu masuk bagi pengembangan kerja sama akademik, penelitian, dan berbagai forum akademik lainnya antara UIN Suska Riau dan perguruan tinggi di Türkiye,” katanya.

Menurut Raihani, UIN Suska Riau akan segera mempersiapkan dan menindaklanjuti MoU sebagai landasan pengembangan kerja sama yang lebih konkret dengan perguruan tinggi mitra di Türkiye.

Dalam paparannya, Prof. Mahmut Zengin menjelaskan sejumlah skema yang dapat dimanfaatkan perguruan tinggi Indonesia.

Salah satunya Türkiye Scholarships, program beasiswa pemerintah Türkiye yang tersedia untuk jenjang sarjana hingga doktoral.

Program tersebut mencakup biaya pendidikan serta dukungan lain berupa pelatihan bahasa Türkiye, asuransi, biaya hidup dan tiket perjalanan pulang-pergi.

Peluang lainnya tersedia melalui program Erasmus+, termasuk student exchange dan mobilitas akademik.

Mahasiswa dapat mengikuti program mobilitas selama satu semester atau satu tahun, sementara dosen memiliki kesempatan mengikuti staff mobility for teaching untuk mengajar di perguruan tinggi mitra.

Di bidang penelitian, Prof. Mahmut mendorong akademisi Indonesia membangun joint research dengan universitas di Türkiye.

Kerja sama penelitian tersebut terutama dapat diarahkan pada bidang teknologi yang memiliki peluang pendanaan cukup besar.

Selain itu, joint workshop juga dapat dikembangkan dalam berbagai bidang keilmuan.

Kerja sama peningkatan kapasitas akademik juga dapat dilakukan melalui sabbatical leave, fellowship, postdoctoral program, research fellowship dan external examiner.

Perguruan tinggi Indonesia juga berpeluang mengembangkan skema visiting professor bersama akademisi dari universitas di Türkiye.

“Langkah awalnya adalah membangun kerja sama melalui MoU atau MoA dengan universitas di Türkiye. Setelah itu, proposal dan program kerja sama yang lebih spesifik dapat dikembangkan bersama universitas mitra,” tuturnya.

Prof. Mahmut turut menjelaskan peluang Erasmus+ yang memungkinkan universitas di Türkiye mengajukan proposal dengan melibatkan perguruan tinggi mitra dari Indonesia.

Skema tersebut dapat mencakup mobilitas mahasiswa, mobilitas staf untuk pengajaran serta kegiatan akademik bersama.

Selain itu, terdapat international undergraduate program bagi mahasiswa internasional yang ingin melanjutkan pendidikan di universitas di Türkiye.

Berbagai skema tersebut menjadi bagian dari pembahasan dalam Academic Talks untuk memperluas akses sivitas akademika UIN Suska Riau terhadap jejaring pendidikan tinggi global.

Diskusi kemudian dilanjutkan dengan sesi tanya jawab yang melibatkan unsur pimpinan, guru besar, dosen hingga pustakawan UIN Suska Riau.

Pembahasan mencakup kerja sama pendidikan tinggi, penelitian, mobilitas akademik dan pengembangan sumber daya manusia, termasuk pengembangan SDM perpustakaan.

Melalui forum tersebut, UIN Suska Riau menegaskan komitmennya memperluas jejaring internasional.

Penyusunan MoU/MoA dan pengembangan program yang lebih spesifik diharapkan menjadi langkah lanjutan untuk membuka kesempatan akademik internasional bagi mahasiswa, dosen, peneliti dan tenaga kependidikan. (*)

Share to: