Terkendala Irigasi, Ratusan Hektare Lahan Pertanian Teluk Lanus Belum Optimal
Keterbatasan pengairan membuat dari ratusan hektare lahan pertanian di Dusun 3, Kampung Teluk Lanus, hanya sekitar 40 hektare yang masih dapat ditanami. Petani juga mengeluhkan belum tersedianya traktor untuk membantu pengolahan lahan.

RINGKASAN BERITA:
- Hanya sekitar 40 hektare lahan pertanian yang masih dimanfaatkan karena keterbatasan air.
- Petani Teluk Lanus belum memiliki traktor untuk mengolah lahan.
- Bupati Siak meminta seluruh persoalan petani dilaporkan agar dapat diperjuangkan melalui pemerintah pusat.
RIAUCERDAS, SIAK – Ratusan hektare lahan pertanian di Dusun 3, Kampung Teluk Lanus, Kecamatan Sungai Apit, Kabupaten Siak, Riau, belum dapat dimanfaatkan secara optimal.
Dari luas lahan yang tersedia, hanya sekitar 40 hektare yang masih bisa digunakan petani untuk bercocok tanam akibat keterbatasan air bagi tanaman padi.
Kondisi pengairan menjadi persoalan utama yang dihadapi petani di wilayah tersebut.
Ketersediaan air yang terbatas membuat sebagian besar lahan belum dapat digarap untuk kegiatan pertanian.
Selain irigasi, petani Teluk Lanus juga menghadapi kendala sarana produksi berupa alat dan mesin pertanian (alsintan). Hingga kini, petani setempat belum memiliki traktor yang dapat digunakan untuk membantu mengolah lahan.
Satini (52), salah seorang petani Dusun 3, mengatakan keterbatasan alat pertanian membuat proses pengolahan lahan menjadi lebih sulit.
Ia berharap pemerintah dapat memberikan bantuan traktor bagi petani di wilayahnya.
“Bu, kami belum punya traktor. Bantuan belum sampai ke tempat kami. Tolong bantu kami,” kata Satini, Senin (5/10/2026).
Keluhan tersebut disampaikan langsung kepada Bupati Siak Afni Zulkifli.
Ia meminta para petani tidak ragu menyampaikan berbagai persoalan yang mereka hadapi di lapangan.
“Apapun permasalahan di sini, silakan petani membuat laporan kepada saya. Saya akan perjuangkan ke pemerintah pusat,” ujar Afni.
Menurut dia, masyarakat menjadi pihak yang paling memahami kebutuhan di wilayah masing-masing.
Karena itu, informasi langsung dari petani diperlukan sebagai bahan pemerintah dalam menentukan kebutuhan pembangunan yang perlu diperjuangkan.
“Karena yang mengetahui kebutuhan masyarakat adalah masyarakat itu sendiri,” ucapnya.
Bagi petani di Teluk Lanus, ketersediaan air dan alat pengolah lahan menjadi kebutuhan penting untuk meningkatkan pemanfaatan lahan pertanian.
Persoalan tersebut tidak hanya menyangkut infrastruktur pengairan, tetapi juga dukungan sarana pertanian.
Pemkab Siak menyatakan berbagai kendala yang disampaikan petani akan dihimpun untuk menjadi bahan dalam memperjuangkan dukungan pembangunan serta penyediaan sarana pertanian bagi masyarakat Teluk Lanus.
Perbaikan pengairan dan dukungan alsintan diharapkan dapat membuka peluang bagi pemanfaatan kembali lahan yang selama ini belum digarap secara optimal.
Dengan demikian, lahan pertanian yang tersedia dapat kembali digunakan untuk bercocok tanam dan menopang penghidupan masyarakat setempat. (adv)
