Investasi Rp1,6 Triliun Masuk KITB Siak, PT ORI Bangun Industri Hilirisasi Kelapa Sawit
PT Oriental Resources Indonesia mulai merealisasikan investasi di KITB Siak dengan total rencana mencapai Rp1,6 triliun. Proyek ini mencakup refinery, biofuel, PKS, storage tank hingga terminal dan diarahkan untuk memperkuat hilirisasi kelapa sawit.

RINGKASAN BERITA:
- Total investasi PT ORI di KITB Siak direncanakan mencapai Rp1,6 triliun dalam dua tahap.
- Tahap awal mencakup refinery 1.100 TPD, biofuel enzimatik 1.000 TPD, PKS 45 ton per jam dan TUKS.
- Pemkab Siak menegaskan tenaga kerja lokal harus mendapat manfaat melalui penyerapan tenaga kerja dan transfer pengetahuan.
RIAUCERDAS, SIAK – Investasi berbasis hilirisasi kelapa sawit mulai direalisasikan PT Oriental Resources Indonesia (PT ORI) di Kawasan Industri Tanjung Buton (KITB), Kabupaten Siak, Riau.
Total rencana investasi perusahaan mencapai sekitar Rp1,6 triliun yang akan dikembangkan secara bertahap.
Pada tahap pertama, rencana pengembangan investasi PT ORI bernilai Rp800 miliar. Perusahaan kemudian menyiapkan pengembangan lanjutan dengan nilai investasi sekitar Rp800 miliar sehingga total investasi yang direncanakan mencapai Rp1,6 triliun.
Realisasi proyek ditandai dengan dimulainya pekerjaan pembangunan fasilitas industri di kawasan KITB.
Sejumlah pekerjaan awal telah berjalan, termasuk penimbunan dan pematangan lokasi serta pemancangan spun pile untuk persiapan pembangunan infrastruktur dan fasilitas utama.
Fasilitas yang direncanakan pada tahap awal meliputi storage tank, refinery plant berkapasitas 1.100 TPD, biofuel enzimatik berkapasitas 1.000 TPD, PKS berkapasitas 45 ton per jam, serta Jetty/Terminal untuk Kepentingan Sendiri (TUKS).
PT ORI juga menyiapkan fasilitas pendukung berupa Water Treatment Plant (WTP), fasilitas biogas, Wastewater Treatment Plant (WWTP), workshop, gudang dan fasilitas lainnya untuk menunjang kegiatan operasional industri.
Bupati Siak, Afni Zulkifli mengatakan investasi tersebut menjadi bagian dari pengembangan aktivitas industri di KITB.
Afni menyebut proyek PT ORI merupakan investasi berbasis industri kedua yang diresmikan pada masa pemerintahannya setelah industri galangan kapal.
PT ORI, tutur Afni, merupakan investasi berbasis industri kedua yang diresmikan di KITB di masa pemerintahannya.
“Sebelumnya ada industri galangan kapal. Menjadi kado HUT Siak ke-27 tahun, dan penanda bahwa BUMD KITB Siak sedang menjadi sentral ekonomi baru di Sumatera. Mohon kita jaga dan dukung bersama,” ujar Bupati.
Afni menegaskan realisasi investasi harus ditunjukkan melalui pembangunan yang berjalan di lapangan.
Ia juga menyebut PT ORI menjadi investasi pertama berbasis hilirisasi kelapa sawit di KITB, termasuk pengembangan B50.
“Saya tidak mau peresmian hanya gunting pita, tapi investasinya harus benar-benar ada dan nyata,” tegasnya.
PT ORI juga menjadi investasi pertama berbasis hilirisasi kelapa sawit, termasuk B50. Jadi nanti pengolahan CPO dan ekspor CPO, bisa selesai dari KITB Siak.

“Ini menjadi sejarah baru bagi Siak dan insyazllah akan banyak lagi investasi yang masuk ke KITB setelah ini. Pelabuhan yang ambruk juga insyaAllah akan kita bangun kembali,” kata Afni.
Pemkab Siak juga menempatkan penyerapan tenaga kerja lokal sebagai salah satu perhatian dalam pengembangan kawasan industri.
Bupati meminta industri di KITB memberikan kesempatan kepada putra-putri Siak serta memastikan adanya transfer pengetahuan apabila tenaga teknis dari luar daerah dibutuhkan.
“Tenaga kerja wajib hukumnya putra putri Siak. Kalaupun ada tim teknis dari luar, harus ada transfer knowledge, sehingga rakyat Siak tak lagi jadi penonton di negerinya sendiri,” ucapnya.
Menurut Afni, pengembangan investasi dan kemudahan berusaha diharapkan dapat menjadi alternatif ekonomi bagi masyarakat di tengah tekanan fiskal yang dihadapi daerah akibat berkurangnya TKD dari pemerintah pusat dan penurunan DBH Migas.
“Siak adalah Negeri bertuah. InsyaAllah dengan kolaborasi semua pihak dan kemudahan berinvestasi, akan banyak alternatif ekonomi baru yang kita siapkan bagi rakyat Siak hari ini dan di masa depan,” ungkap Afni.
Sementara, GM PT Oriental Resources Indonesia, Sutiman, mengatakan investasi tersebut merupakan langkah perusahaan dalam mengembangkan industri berbasis komoditas kelapa sawit dan produk turunannya sekaligus memanfaatkan potensi KITB.
“Investasi ini merupakan komitmen PT Oriental Resources Indonesia untuk berkontribusi terhadap pengembangan hilirisasi industri di Provinsi Riau, khususnya melalui pembangunan fasilitas pengolahan dan pendukungnya di Kawasan Industri Tanjung Buton di Kabupaten Siak,” tuturnya.
Sutiman berharap proyek ini dapat berjalan sesuai rencana dan memberikan manfaat bagi masyarakat serta perekonomian daerah.
Untuk pengembangan lanjutan, PT ORI menyiapkan investasi sekitar Rp800 miliar. Dana tersebut akan digunakan untuk pengembangan fasilitas pengolahan minyak turunan produk makanan seperti margarine dan special fats sebagai bagian dari pengembangan rantai nilai produk perusahaan.
Dengan total rencana investasi sekitar Rp1,6 triliun, pengembangan kegiatan usaha PT ORI akan dilakukan secara bertahap dan berkelanjutan sesuai kesiapan proyek, kebutuhan industri serta ketentuan yang berlaku.
Kehadiran PT ORI di KITB diharapkan memperkuat ekosistem industri di kawasan tersebut, meningkatkan aktivitas ekonomi, serta membuka peluang kerja dan usaha bagi masyarakat sekitar.
Perusahaan juga menyatakan komitmen untuk memperhatikan aspek keselamatan, lingkungan dan kepatuhan dalam pembangunan fasilitas industri. (adv)
