RSUD Rokan Hulu Bangun Ruang Cathlab dan CDSC

Jika kesiapan fasilitas dan sumber daya manusia memenuhi standar, RSUD Rohul akan diusulkan menerima bantuan alat kesehatan pada 2027.

Proses pembangunan dua ruang Cathlab dan CDSC di RSUD Rokan Hulu yang pendanaannya dari DAK Fisik Kementerian Kesehatan. (Sumber: Diskominfo Rohul)

RINGKASAN BERITA:

  • Pembangunan ruang Cathlab menelan anggaran Rp2,17 miliar, sedangkan ruang CDSC Rp1,2 miliar.
  • Pengadaan alat kesehatan pada 2027 bergantung pada kesiapan bangunan dan sumber daya manusia.
  • RSUD Rohul juga menyiapkan pengembangan layanan CT Scan dan pembangunan gedung enam lantai.

RIAUCERDAS, PASIR PENGARAIAN – RSUD Rokan Hulu (Rohul), Provinsi Riau tengah menambah fasilitas pelayanan kesehatan melalui pembangunan ruang Catheterization Laboratory (Cathlab) dan ruang Cytotoxic Drugs Safety Cabinet (CDSC).

Kedua fasilitas tersebut dibangun menggunakan anggaran Dana Alokasi Khusus (DAK) Fisik Kementerian Kesehatan (Kemenkes) tahun 2026.

Kepala Dinas Kesehatan Rohul, dr Bambang Triono MM, membenarkan sumber pendanaan pembangunan tersebut. “Iya. Itu dari DAK Fisik Kemenkes 2026,” terang Bambang, Senin (3/8/2026).

Berdasarkan nilai kontraknya, pembangunan ruang Cathlab menelan anggaran Rp2.170.888.240.

Sementara itu, pembangunan ruang CDSC memiliki nilai anggaran Rp1.201.957.577 yang bersumber dari APBN tahun 2026.

Pembangunan kedua ruangan ini ditujukan untuk memperkuat sarana dan prasarana rumah sakit daerah sekaligus mendukung peningkatan mutu pelayanan kesehatan bagi masyarakat.

Bambang menjelaskan, bantuan alat kesehatan dari Kemenkes diberikan melalui tahapan yang mempertimbangkan kesiapan fasilitas fisik dan sumber daya manusia (SDM).

Karena itu, penyelesaian bangunan harus diikuti dengan pemenuhan standar tenaga kesehatan sebelum pengadaan alat penunjang dapat direalisasikan.

Setelah pembangunan ruang Cathlab dan CDSC selesai serta kesiapan SDM dinilai memenuhi persyaratan, RSUD Rohul akan diusulkan melalui Sistem Informasi Hospital Readiness (SIHREN) Kemenkes.

Sistem tersebut digunakan untuk menilai kesiapan rumah sakit sebelum bantuan alat kesehatan dialokasikan.

“Kalau SDM sudah siap dan sarananya sudah memenuhi, nanti melalui program SIHREN baru akan didrop alat kesehatannya, insya Allah Tahun 2027 mendatang,” ujarnya.

Pengembangan fasilitas rumah sakit juga mencakup pembangunan ruang CT Scan. Menurut Bambang, proyek tersebut merupakan hasil usulan pada 2025 dan saat ini progres pengerjaannya hampir rampung.

“Kita harapkan pada tahun 2027 RSUD Rohul sudah mendapatkan alat kesehatan dan sarana penunjang CT Scan yang akan kembali kita usulkan tahun ini ke Kemenkes RI,” ungkap Bambang.

Standar Layanan Lebih Tinggi

Dia menilai keberadaan ruang Cathlab, CDSC, dan CT Scan akan menjadi modal penting bagi RSUD Rohul untuk meningkatkan kemampuan pelayanan.

Dengan pengembangan tersebut, rumah sakit diharapkan dapat memberikan layanan kesehatan dengan standar lebih tinggi sehingga kebutuhan rujukan pasien ke luar daerah untuk layanan tertentu dapat dikurangi.

Di sisi lain, Pemkab Rohul juga mempercepat pengembangan gedung RSUD Rohul hingga enam lantai.

Menurut Bambang, pembangunan tersebut didukung pembiayaan dari PT Sarana Multi Infrastruktur (PT SMI) dan diharapkan menjadi bagian dari transformasi pelayanan kesehatan di Kabupaten Rohul. (adv)

Share to: