Pemkab Siak Amankan Dukungan APBN Rp370,84 Miliar pada 2026
Dukungan APBN mencakup perbaikan infrastruktur dan irigasi, revitalisasi sekolah, layanan kesehatan, pelestarian bangunan bersejarah, serta penguatan pertanian dan perkebunan rakyat.

RINGKASAN BERITA:
- Rp90,84 miliar dialokasikan untuk jaringan irigasi air tanah di 50 titik, sementara pembangunan jalan rigid beton mendapat dukungan Rp49,91 miliar.
- Sebanyak 85 satuan pendidikan memperoleh anggaran revitalisasi Rp54,2 miliar, sedangkan 541 rumah menjadi sasaran program bedah rumah senilai Rp10,82 miliar.
- Siak menerima 161 unit alsintan senilai lebih dari Rp15,57 miliar serta dukungan Rp89,41 miliar untuk Program Peremajaan Sawit Rakyat yang menjangkau 646 pekebun.
RIAUCERDAS, SIAK – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Siak memperoleh dukungan pembiayaan pembangunan dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) sekitar Rp370,84 miliar pada 2026. Dana tersebut diarahkan untuk mendukung sejumlah sektor strategis, mulai dari infrastruktur dan pelayanan dasar hingga pertanian, perkebunan, serta pelestarian warisan budaya Melayu.
Bupati Siak Afni Zulkifli menyampaikan capaian tersebut dalam Sidang Paripurna DPRD Kabupaten Siak dalam rangka peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-27 Kabupaten Siak, Senin (12/10/2026), di Siak Sri Indrapura.
Menurut Afni, dukungan pemerintah pusat diperoleh melalui komunikasi dan koordinasi Pemkab Siak dengan berbagai kementerian dan lembaga. Langkah tersebut dilakukan untuk menjaga keberlanjutan pembangunan di tengah keterbatasan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD).
“Keterbatasan APBD tidak menjadi alasan untuk menghentikan pembangunan. Melalui komunikasi dan koordinasi, kami terus memperjuangkan agar pembangunan Kabupaten Siak tetap memperoleh dukungan melalui APBN,” ujar Bupati.
Salah satu sektor yang memperoleh dukungan besar adalah infrastruktur. Melalui program Instruksi Presiden Jalan Daerah (IJD), pembangunan jalan rigid beton pada ruas Pinang Sebatang Barat–Muara Kelantan dilanjutkan sepanjang total 3,5 kilometer.
Pekerjaan itu dibagi menjadi dua segmen, yakni sepanjang 1,8 kilometer dengan anggaran Rp25,67 miliar dan segmen 1,7 kilometer senilai Rp24,24 miliar. Dengan demikian, total anggaran untuk kedua bagian jalan tersebut mencapai Rp49,91 miliar.
Di sektor sumber daya air, Siak mendapat dukungan Rp90,84 miliar untuk pembangunan Jaringan Irigasi Air Tanah (JIAT) di 50 titik. Selain itu, tersedia Rp48,97 miliar untuk peningkatan dan rehabilitasi jaringan irigasi utama.
Pemerintah pusat juga mengalokasikan Rp3,39 miliar untuk pembangunan jaringan perpipaan dan sambungan rumah Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) di Kecamatan Bungaraya dan Sabak Auh.
Berbagai proyek tersebut diharapkan mendukung konektivitas wilayah, produktivitas pertanian, dan akses air bersih masyarakat.
Pada sektor pendidikan, sebanyak 85 satuan pendidikan di Siak memperoleh dukungan revitalisasi dengan anggaran Rp54,2 miliar pada 2026. Nilai tersebut meningkat dibandingkan alokasi 2025 yang mencapai Rp31,9 miliar untuk 36 satuan pendidikan.
“Alhamdulillah, di tahun 2026 ini mengalami peningkatan yang signifikan lebih dari 100 persen, mencakup revitalisasi 85 satuan pendidikan, dengan anggaran mencapai Rp 54,2 miliar dan kemungkinan akan terus bertambah,” tuturnya.
Sementara itu, program perbaikan rumah menyasar 541 unit melalui program bedah rumah dengan total anggaran Rp10,82 miliar. Dukungan tersebut menjadi bagian dari upaya memperbaiki kondisi hunian masyarakat.
Di bidang kesehatan, APBN membiayai pembangunan gedung Cytotoxic Drugs Safety Cabinet (CDSC) di RSUD Tengku Rafi’an senilai Rp1,3 miliar. Dukungan lain mencakup pengadaan tiga unit FDR X Air Portable X-Ray beserta perangkat lunak Laptop QXR AI Software senilai Rp3,84 miliar, alat mammografi Rp1,5 miliar, dan pembangunan instalasi gawat darurat (IGD) Rp450 juta.
Pemkab Siak juga memperoleh dukungan berupa peralatan kesehatan untuk puskesmas dan puskesmas pembantu, serta 47 paket peralatan laboratorium bagi Laboratorium Kesehatan Daerah (Labkesda).
Pelestarian Bangunan Bersejarah
Selain pelayanan dasar, Pemkab Siak memperjuangkan pendanaan untuk menjaga bangunan bersejarah dan warisan budaya Melayu.
Program yang mendapat dukungan antara lain rehabilitasi Museum Istana Asserayah Al Hasyimiyah Siak senilai Rp2,2 miliar dan Museum Budaya dan Sejarah Siak Balairung Sri sebesar Rp2,7 miliar.
Terdapat pula anggaran Rp600 juta untuk perencanaan dan pengawasan rehabilitasi Istana dan Museum Balairung Sri, Rp272 juta untuk pemeliharaan Museum Balairung Sri, serta Rp227 juta untuk penyelenggaraan pameran temporer.
Bupati menegaskan, pelestarian budaya tetap perlu diperjuangkan meskipun keuangan daerah menghadapi tekanan akibat keterbatasan anggaran.
“Keterbatasan APBD justru dijadikan pemicu semangat untuk terus memperjuangkan agar pelita kebudayaan yang menjadi akar dari peradaban tetap terjaga,” kata dia.
Ia menyebut kebutuhan dana untuk rehabilitasi lanjutan sejumlah museum dan bangunan budaya diperkirakan mencapai Rp9 miliar hingga Rp10 miliar.
Pemkab Siak akan terus mengupayakan dukungan anggaran agar peninggalan sejarah dan identitas budaya Melayu dapat terpelihara.
Bantuan Alsintan
Sektor pertanian juga mendapat dukungan melalui bantuan 161 unit alat dan mesin pertanian (alsintan) dengan nilai lebih dari Rp15,57 miliar. Menurut Afni, Siak menjadi salah satu kabupaten penerima alsintan terbanyak di Provinsi Riau.
Bantuan tersebut diharapkan meningkatkan produktivitas petani, mempercepat pekerjaan prapanen dan pascapanen, serta menekan biaya operasional usaha tani.
Untuk perkebunan rakyat, dukungan pemerintah pusat melalui Badan Pengelola Dana Perkebunan (BPDP) mencakup bantuan pupuk dan pestisida sebanyak 977.468 kilogram/liter kepada Koperasi Sekato Jaya Lestari.
Peningkatan jalan kebun juga diberikan kepada Gapoktan Gaharu Sejahtera sepanjang 11,35 kilometer dan Koperasi Produsen Syariah Tunas Karya Sejahtera sepanjang 18,4 kilometer.
Adapun Program Peremajaan Sawit Rakyat (PSR) menjangkau 646 pekebun dengan luas lahan 1.490,63 hektare dan dukungan dana Rp89,41 miliar.
Selain itu, Balai Latihan Kerja (BLK) Siak memperoleh dukungan pelatihan senilai Rp658 juta bagi putra-putri daerah.
Afni mengatakan, Pemkab Siak akan terus membawa usulan pembangunan prioritas kepada kementerian dan lembaga sesuai kewenangan masing-masing.
Kesiapan perencanaan, dokumen teknis, serta kelengkapan administrasi menjadi bagian penting dalam proses pengajuan dukungan anggaran.
“Program-program prioritas Siak akan terus kita bawa secara aktif ke kementerian dan lembaga sesuai kewenangannya, dengan memastikan kesiapan perencanaan, dokumen teknis, dan persyaratan lainnya, sehingga dukungan melalui APBN dapat semakin banyak masuk ke Kabupaten Siak pada masa-masa yang akan datang,” tuturnya.
Ia berharap koordinasi antara pemerintah daerah dan pemerintah pusat semakin kuat sehingga berbagai agenda pembangunan tetap berjalan di tengah keterbatasan fiskal.
Bagi Pemkab Siak, dukungan APBN tersebut menjadi salah satu upaya menjaga kesinambungan pembangunan, memperbaiki pelayanan publik, memperkuat ekonomi masyarakat, dan melestarikan warisan budaya Melayu. (*)
