Pemkab Siak Dukung Kader Siswa Sadar Bising, Dorong Edukasi Kesehatan Pendengaran
Pemerintah Kabupaten Siak mendukung program Kaderisasi Siswa Sadar Bising yang digelar Perhati-BKL Cabang Riau di SMA Negeri 2 Tualang, Sabtu (17/10/2026). Dibuka Wakil Bupati Siak Syamsurizal, kegiatan ini melibatkan siswa dari tiga sekolah di Kecamatan Tualang.

RINGKASAN BERITA:
- Peserta program Kaderisasi Siswa Sadar Bising berasal dari SMAN 1 Tualang, SMAN 2 Tualang, dan SMK YPPI Tualang.
- Para siswa memperoleh pembekalan langsung mengenai kesadaran terhadap kebisingan dan kesehatan pendengaran dari dokter spesialis THT-BKL.
- Peserta diharapkan menjadi agen edukasi yang mendorong kebiasaan menjaga pendengaran di lingkungan sekolah dan masyarakat.
RIAUCERDAS, TUALANG – Pelajar didorong mengambil peran dalam meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap bahaya kebisingan dan pentingnya menjaga kesehatan pendengaran.
Upaya tersebut dilakukan melalui program Kaderisasi Siswa Sadar Bising yang mendapat dukungan Pemerintah Kabupaten Siak dan diselenggarakan Perhimpunan Dokter Spesialis Telinga Hidung Tenggorok Bedah Kepala dan Leher Indonesia (Perhati-BKL) Cabang Riau.
Kegiatan berlangsung di aula SMA Negeri 2 Tualang, Sabtu (17/10/2026), sebagai bagian dari rangkaian Mega Bakti Kesehatan Nasional IV Perhati-BKL Riau 2026.
Acara tersebut mengusung tema “Untuk Riau Mendengar Lebih Baik, Bernapas Lebih Sehat dan Tersenyum Lebih Cerah”.
Wakil Bupati Siak Syamsurizal membuka kegiatan tersebut dengan didampingi Kepala Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk, dan Keluarga Berencana Kabupaten Siak, dr. Handri.
Dalam sambutannya, Syamsurizal mengapresiasi Perhati-BKL yang telah memilih Kabupaten Siak sebagai lokasi penyelenggaraan kegiatan berskala nasional.
Menurutnya, program tersebut menunjukkan kepedulian tenaga medis spesialis dalam memperluas edukasi dan pelayanan kesehatan kepada masyarakat.
Ia menilai, pembekalan kesehatan sejak usia sekolah penting untuk membangun pemahaman mengenai kesehatan telinga, hidung, tenggorok, bedah kepala, dan leher (THT-BKL).
Melalui pendekatan edukasi, para siswa diharapkan dapat mengenali pentingnya menjaga pendengaran sekaligus memahami dampak kebisingan terhadap kesehatan.
Selain memberikan pengetahuan secara langsung, program ini juga dirancang untuk menyiapkan kader muda yang dapat berperan sebagai pengarah dan penyuluh di lingkungan masing-masing.
Syamsurizal berharap para peserta mampu meneruskan informasi yang diperoleh kepada teman sebaya, keluarga, dan masyarakat sehingga kesadaran menjaga kesehatan pendengaran semakin meluas.
Kaderisasi Siswa Sadar Bising diikuti perwakilan pelajar dari tiga sekolah di Kecamatan Tualang, yaitu SMAN 1 Tualang, SMAN 2 Tualang, dan SMK YPPI Tualang.
Untuk memperdalam pemahaman peserta, panitia menghadirkan sejumlah dokter spesialis THT-BKL sebagai pemateri. Mereka adalah dr. Tince Sarli Nalle, Sp.THT-BKL, dari Kupang, Nusa Tenggara Timur; Dr. dr. Christian Lopo, Sp.THT-BKL, dari Palu; serta dr. Aloysius Tjandra Manukbua, Sp.THT-BKL, MH, dari Toraja.
Dalam sesi utama, para siswa mendapatkan pembekalan mengenai penyusunan resolusi bersama terkait kesadaran terhadap kebisingan.
Peserta kemudian dibagi ke dalam kelompok berdasarkan minat dan bakat untuk menyusun dokumen resolusi sebagai bentuk komitmen terhadap upaya menjaga kesehatan pendengaran.
Rangkaian kegiatan dilanjutkan dengan penyatuan pendapat antarpeserta dan peneguhan komitmen bersama.
Pada akhir acara, para siswa dikukuhkan sebagai Duta Sadar Bising. Melalui pengukuhan tersebut, para kader diharapkan dapat berperan aktif menyebarkan informasi mengenai pentingnya menjaga pendengaran dan meningkatkan kepedulian terhadap dampak kebisingan, baik di sekolah maupun di lingkungan masyarakat.
Program ini menjadi bagian dari upaya promotif dan preventif di bidang kesehatan dengan melibatkan generasi muda sebagai penggerak edukasi.
Pemerintah Kabupaten Siak bersama Perhati-BKL Cabang Riau berharap keterlibatan pelajar dapat membantu membangun kebiasaan yang lebih peduli terhadap kesehatan pendengaran sejak dini. (*)
