Keluhan Antrean BBM di Rohul Sampai 2 Km, Bupati Anton Minta Pertamina Tambah Pasokan
Bupati Rokan Hulu, Anton meminta penjelasan mengenai pasokan BBM serta berharap Pertamina Patra Niaga meningkatkan pelayanan agar kebutuhan masyarakat dan aktivitas ekonomi di Rohul tidak terganggu.

RINGKASAN BERITA :
- Antrean BBM dilaporkan mencapai 2 kilometer. Bupati Anton menyebut antrean terjadi di SPBU Pasir Pengaraian, termasuk pada jalur sepeda motor dan mobil.
- Sejumlah SPBU sempat mengalami kekosongan BBM. Pada 4 Juni 2026, beberapa SPBU di Pasir Pengaraian dan wilayah lain di Rohul dilaporkan kehabisan berbagai jenis BBM.
- Pemkab meminta perhatian terhadap kelancaran pasokan. Ketersediaan BBM dinilai penting untuk mendukung transportasi, pertanian, aktivitas ekonomi, dan kebutuhan sehari-hari masyarakat.
RIAUCERDAS, PEKANBARU – Panjangnya antrean dan kekosongan bahan bakar minyak (BBM) di sejumlah stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) menjadi perhatian Pemerintah Kabupaten Rokan Hulu (Rohul).
Bupati Rohul Anton ST MM menyampaikan persoalan tersebut secara langsung kepada PT Pertamina Patra Niaga saat berkunjung ke Pekanbaru, Senin (8/6/2026).
Kunjungan yang dilakukan di sela-sela agenda kedinasan itu bertujuan menyampaikan keluhan masyarakat sekaligus meminta penjelasan mengenai kondisi pasokan BBM di Kabupaten Rohul.
“Di Rohul itu banyak antre mas,” kata Bupati Anton kepada pihak PT Pertamina Patra Niaga. Menurut dia, antrean di SPBU wilayah Rohul kerap terlihat pada jalur pengisian sepeda motor maupun mobil.
Kondisi serupa juga terjadi pada pengisian solar dan bensin. Situasi tersebut semakin menjadi perhatian setelah sejumlah SPBU di Pasir Pengaraian dilaporkan kehabisan BBM untuk berbagai jenis pada Kamis (4/6/2026).
Kekosongan juga disebut terjadi di beberapa SPBU di luar ibu kota Kabupaten Rohul tersebut.
Kondisi ini memunculkan pertanyaan masyarakat mengenai penyebab terganggunya ketersediaan BBM, termasuk kemungkinan adanya keterbatasan pasokan atau perubahan kuota.
“Saya mau tanya apakah pasokan kurang atau gimana. Ada beberapa SPBU yang menanyakan ke saya minta penambahan,” ucap Anton.
Ia menjelaskan, Pasir Pengaraian memiliki tiga SPBU yang menurutnya sama-sama menghadapi antrean panjang. Bahkan, antrean kendaraan disebut dapat mencapai dua kilometer. Anton juga menyoroti pembelian BBM menggunakan jiriken di tengah situasi tersebut. “Ngantre sampai 2 Km. Banyak juga yang pakai jiriken,” kata Bupati.
Usai pertemuan, Anton mengatakan pemerintah daerah menerima banyak laporan warga mengenai sulitnya memperoleh BBM. Selain menghabiskan waktu, kondisi itu dikhawatirkan mengganggu kegiatan ekonomi, transportasi, sektor pertanian, serta aktivitas sehari-hari masyarakat.
“Kondisi ini tentu menjadi perhatian serius bagi kami karena menyangkut kebutuhan dasar masyarakat,” ujarnya. Anton berharap Pertamina memberikan perhatian khusus terhadap kebutuhan BBM di Rohul.
Menurutnya, luas wilayah kabupaten dan tingginya ketergantungan masyarakat pada transportasi darat membuat ketersediaan bahan bakar yang cukup dan lancar sangat dibutuhkan.
Ia juga berharap pelayanan distribusi BBM dapat ditingkatkan agar masyarakat lebih mudah memperoleh bahan bakar dan kegiatan ekonomi tetap berjalan.
“Semoga ke depan pelayanan Pertamina semakin maksimal di Rohul dan ketersediaan BBM pun lancar,” kata dia berharap.
Pemkab Rohul berharap koordinasi dengan Pertamina dapat membantu memperjelas persoalan pasokan yang dikeluhkan masyarakat serta mendorong ketersediaan BBM yang lebih lancar di wilayah tersebut. (adv)
