Bupati Siak Afni Zulkifli Ajak Mahasiswa UNRIDA Kritis, Adaptif, dan Jadi Solusi Bangsa

Dalam kegiatan PKKMB Tahun Akademik 2026/2027, Bupati Siak Afni juga menekankan pentingnya gagasan konstruktif, perencanaan studi, penelitian, dan akhlak. Sementara itu, Anggota Komisi X DPR RI Karmila Sari mendorong ketekunan, sedangkan Rektor UNRIDA Prof. Indrayani memperkenalkan program pendidikan, termasuk Rekognisi Pembelajaran Lampau (RPL).

Bupati Siak, Afni secara online menjadi narasumber dalam Pengenalan Kehidupan Kampus Mahasiswa Baru (PKKMB) UNRIDA. Kegiatan berlangsung di Balairung Datuk Empat Suku, Kompleks Rumah Rakyat, Selasa (20/10/2026). (Sumber: Diskominfo Siak)

RINGKASAN BERITA:

  • Bupati Siak Afni Zulkifli menekankan pentingnya memahami substansi persoalan sebelum menyampaikan kritik dan menghadirkan gagasan konstruktif.
  • Mahasiswa didorong menerapkan teori, merancang penelitian sejak awal, menyelesaikan studi tepat waktu, serta mengutamakan akhlak.
  • UNRIDA membuka kesempatan kuliah melalui program RPL. Program Rekognisi Pembelajaran Lampau memberi peluang bagi masyarakat yang telah bekerja untuk melanjutkan pendidikan tinggi dengan pengakuan pengalaman belajar sesuai ketentuan.

RIAUCERDAS, SIAK – Bupati Siak Afni Zulkifli mengingatkan mahasiswa baru Universitas Riau Indonesia (UNRIDA) agar tidak hanya menguasai teori selama kuliah, tetapi juga mampu memahami persoalan nyata dan menerapkan ilmu untuk menghasilkan solusi bagi masyarakat.

Pesan tersebut disampaikan Afni saat menjadi narasumber dalam Pengenalan Kehidupan Kampus Mahasiswa Baru (PKKMB) Tahun Akademik 2026/2027 UNRIDA.

Kegiatan bertema “Intelektual UNRIDA Unggul, Berkarakter, Berdampak” itu berlangsung di Balairung Datuk Empat Suku, Kompleks Rumah Rakyat, melalui Zoom Meeting pada Selasa (20/10/2026).

Dalam kuliah umum tersebut, Afni menekankan bahwa mahasiswa perlu mempersiapkan diri menghadapi perubahan yang berlangsung cepat.

Menurutnya, kemampuan beradaptasi harus disertai kesediaan melihat fakta di lapangan agar ilmu yang diperoleh tetap relevan dengan kebutuhan masyarakat.

“Hari ini kita harus cepat adaptif dan bersiap menghadapi perubahan yang bisa terjadi kapan saja. Kita tidak bisa lagi berpatokan pada nilai-nilai teoretis tanpa melihat fakta-fakta di lapangan. Banyak hal yang terjadi di lapangan berkembang lebih cepat daripada teori yang ada di buku,” terang Afni.

Bupati perempuan pertama di Kabupaten Siak itu juga menegaskan bahwa sikap kritis perlu dibangun melalui pemahaman yang mendalam terhadap persoalan.

Mahasiswa, menurutnya, tidak seharusnya sekadar mengikuti arus kritik tanpa memahami masalah yang sedang dibahas.

“Mahasiswa sejati harus paham substansi apa yang perlu dikritisi, bukan menjadi bagian yang hanya ikut-ikutan mengkritisi. Mahasiswa sejatinya bagian dari solusi bangsa. Kalau punya ide untuk memperbaiki sesuatu, silakan sampaikan melalui wadah yanga ada,” kata dia.

Afni turut mendorong mahasiswa memanfaatkan masa perkuliahan secara optimal. Ia mengingatkan pentingnya mengenali bidang yang diminati sejak awal, menyelesaikan studi tepat waktu, dan mulai merancang topik penelitian selama menjalani pendidikan.

Menurutnya, berbagai persoalan di tengah masyarakat masih membutuhkan kajian ilmiah yang dapat memberikan pemahaman sekaligus menjadi dasar untuk mencari jalan keluar.

Selain kemampuan akademik, Afni menekankan pentingnya akhlak dalam proses menuntut ilmu.

Ketekunan dan Karakter Jadi Bekal Masa Depan

Dalam kegiatan yang sama, Anggota Komisi X DPR RI Karmila Sari mengajak mahasiswa membangun karakter dan ketekunan sejak awal perkuliahan.

Ia mengingatkan bahwa keberhasilan membutuhkan proses belajar yang konsisten, bukan sekadar mengandalkan hasil instan.

“Jangan sampai kebiasaan serba instan menghilangkan karakter dan ketekunan kita. Ketekunan adalah proses yang membentuk kemampuan dan kepercayaan diri. Kalau itu terus dijaga, saya yakin kalian akan siap menghadapi tantangan di masa depan,” terang Karmila.

Pesan tersebut menekankan bahwa masa kuliah tidak hanya menjadi ruang untuk memperoleh pengetahuan, tetapi juga kesempatan membangun kebiasaan, disiplin, dan kemampuan menghadapi perubahan.

Sementara itu, Rektor UNRIDA Prof. Indrayani mengatakan PKKMB menjadi sarana untuk membekali mahasiswa baru dengan pengetahuan dan wawasan praktis mengenai kehidupan kampus.

Kegiatan ini diharapkan membantu mahasiswa memahami proses pembelajaran sekaligus mempersiapkan diri menyelesaikan studi tepat waktu.

“Manfaatkan PKKMB ini dengan sebaik-baiknya agar wawasan semakin terbuka lebar, mengenal dunia kampus dan proses pembelajaran yang akan dijalani. Mudah-mudahan pertemuan ini bisa menghasilkan generasi muda yang unggul, berkarakter dan berdampak,” tutur Indrayani.

Pada kesempatan tersebut, Indrayani juga memperkenalkan sejumlah program UNRIDA, termasuk Rekognisi Pembelajaran Lampau (RPL).

Program ini memberikan kesempatan kepada masyarakat yang telah memiliki pengalaman kerja untuk melanjutkan pendidikan tinggi melalui pengakuan pengalaman belajar sesuai ketentuan yang berlaku.

Melalui PKKMB tersebut, UNRIDA berharap mahasiswa baru dapat menjalani perkuliahan dengan kesiapan akademik dan karakter yang kuat.

Mahasiswa juga diharapkan mampu menghubungkan pengetahuan yang diperoleh di kampus dengan kebutuhan masyarakat, sehingga kelak dapat berkontribusi bagi pembangunan daerah dan bangsa. (adv)

Share to: