Tari Harmoni Tujuh Etnis Warnai HUT ke-27 Rokan Hulu, Simbol Persatuan Masyarakat

Peringatan HUT ke-27 Rokan Hulu dimeriahkan tari Harmoni Tujuh Etnis yang melibatkan 90 pelajar untuk menyuarakan persatuan dan keberagaman budaya.

Penampilan tari Harmoni Tujuh Etnis Rokan Hulu Membangun Negeri dalam peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-27 Kabupaten Rokan Hulu, Senin (12/10/2026) pagi. (Sumber: Diskominfo Rohul)

RINGKASAN BERITA:

  • Sebanyak 90 pelajar SLTA menampilkan tari Harmoni Tujuh Etnis Rokan Hulu Membangun Negeri.
  • Tujuh etnis yang diangkat meliputi Melayu, Jawa, Mandailing, Minang, Sunda, Batak, dan Nias.
  • Bupati Anton mengajak seluruh elemen masyarakat bersatu memajukan Rokan Hulu.

RIAUCERDAS, PASIR PENGARAIAN – Keberagaman budaya masyarakat menjadi salah satu pesan utama dalam peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-27 Kabupaten Rokan Hulu (Rohul).

Hal itu tergambar melalui penampilan tari massal yang melibatkan puluhan pelajar dalam upacara di halaman Kantor Bupati Rohul, Senin (12/10/2026).

Salah satu pertunjukan yang menarik perhatian adalah tari bertajuk Harmoni Tujuh Etnis Rokan Hulu Membangun Negeri. Sebanyak 90 pelajar tingkat SLTA terlibat dalam pertunjukan yang memadukan unsur tradisi, gerakan, dan irama dari berbagai kelompok etnis di daerah tersebut.

Tujuh etnis yang ditampilkan terdiri dari Melayu, Jawa, Mandailing, Minang, Sunda, Batak, dan Nias. Setiap kelompok menghadirkan karakter budaya masing-masing sebagai gambaran kekayaan identitas masyarakat Negeri Seribu Suluk.

Melalui perpaduan gerakan tari, pertunjukan tersebut menyampaikan pesan bahwa perbedaan bukanlah penghalang untuk membangun kebersamaan.

Sebaliknya, keberagaman dapat menjadi kekuatan untuk mempererat persaudaraan, menumbuhkan semangat gotong royong, dan mendorong kemajuan daerah.

Pada bagian penutup, para penari dari tujuh etnis bergabung dalam formasi besar. Penyatuan gerakan dan irama itu melambangkan tekad bersama untuk menjaga persatuan serta membawa Rohul menuju masa depan yang lebih baik.

Tari Massal hingga Formasi Angka 27

Selain tari Harmoni Tujuh Etnis, perayaan HUT ke-27 Rohul juga dimeriahkan penampilan tari Rentak Kudo. Atraksi pasukan Paskibraka yang menyusun 16 bendera kecamatan hingga membentuk angka 27 dan simbol Lima Luhak turut menjadi daya tarik dalam rangkaian acara.

Berbagai penampilan tersebut selaras dengan tema peringatan tahun ini, yakni Maju, Bersinergi Membangun Negeri. Keterlibatan generasi muda melalui seni dan budaya menjadi salah satu cara untuk menumbuhkan apresiasi terhadap tradisi yang berkembang di tengah masyarakat.

Upacara peringatan dipimpin langsung oleh Bupati Rohul, Anton. Sejumlah tokoh turut hadir, termasuk para pendiri dan mantan bupati.

Anton mengatakan perayaan hari jadi kabupaten tahun ini diselenggarakan secara sederhana, tetapi tetap memiliki makna penting bagi masyarakat.

Ia menilai kebersamaan yang ditampilkan melalui berbagai pertunjukan menjadi pengingat pentingnya persatuan dalam membangun daerah. “Harapan kita, seluruh elemen di Rohul bisa bersatu untuk memajukan Rohul,” terang Bupati.

Melalui peringatan tersebut, semangat persatuan dan sinergi diharapkan terus tumbuh di tengah masyarakat, sejalan dengan upaya menjaga keberagaman budaya sekaligus mendorong pembangunan Kabupaten Rohul. (adv)

Share to: