Bupati Anton Ajak Santri Rohul Bersiap Jadi Pemimpin dan Ilmuwan

Bupati Rokan Hulu Anton mengajak santri menguasai ilmu pengetahuan, teknologi, dan akhlak mulia untuk menyongsong Indonesia Emas 2045.

Bupati Rokan Hulu, Anton ST, MM bertindak sebagai inspektur upacara peringatan Hari Santri di halaman Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Rohul, Senin (26/10/2026). (Sumber: Diskominfo Rohul)

RINGKASAN BERITA:

  • Bupati Anton mendorong santri Rohul mempersiapkan diri menjadi pemimpin, ilmuwan, pengusaha, dan ulama menuju Indonesia Emas 2045.
  • Santri diharapkan memperkuat bangsa melalui ilmu pengetahuan, teknologi, inovasi, dan akhlak mulia.
  • Kepala Kemenag Rohul menyoroti pentingnya penguasaan agama dan teknologi serta pembentukan Direktorat Jenderal Pesantren.

RIAUCERDAS, PASIR PENGARAIAN – Tantangan menuju Indonesia Emas 2045 menuntut generasi santri memiliki bekal ilmu pengetahuan, penguasaan teknologi, dan akhlak yang kuat.

Bupati Rokan Hulu (Rohul) Anton ST, MM, mengajak para santri mempersiapkan diri agar mampu mengambil peran sebagai pemimpin, ilmuwan, pengusaha, maupun ulama di masa depan.

Pesan tersebut disampaikan Anton saat bertindak sebagai inspektur upacara peringatan Hari Santri di halaman Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Rohul, Senin (26/10/2026).

Upacara mengusung tema “Santri Menguatkan Negeri Menuju Indonesia Emas”.Anton menekankan pentingnya prinsip man jadda wajada, yang bermakna siapa yang bersungguh-sungguh akan memperoleh hasil.

Menurutnya, semangat tersebut perlu menjadi pegangan santri dalam menuntut ilmu dan mempersiapkan diri menghadapi tantangan zaman.

“Jika dahulu para santri menguatkan negeri dengan perjuangan fisik mempertahankan kemerdekaan, katanya, maka hari ini santri harus menguatkan negeri dengan ilmu pengetahuan, teknologi, inovasi, dan akhlak mulia,” kata Anton.

Peringatan Hari Santri yang diperingati setiap 22 Oktober menjadi momentum untuk mengenang kontribusi ulama dan santri dalam perjuangan merebut serta mempertahankan kemerdekaan Indonesia.

Salah satu tonggak sejarah yang dikenang adalah Resolusi Jihad yang dicetuskan oleh Hadratussyekh Kiai Haji Hasyim Asy’ari pada 22 Oktober 1945.

Seruan tersebut menjadi bagian penting dari semangat perlawanan rakyat yang kemudian memuncak dalam peristiwa 10 November 1945 di Surabaya.

Semangat perjuangan tersebut menjadi pengingat bahwa kontribusi santri terhadap bangsa perlu terus dilanjutkan sesuai tantangan pada setiap zaman.

Jika dahulu perjuangan dilakukan untuk mempertahankan kemerdekaan, kini santri diharapkan mengambil bagian dalam pembangunan melalui pendidikan, inovasi, dan penguatan karakter.

Sementara, Kepala Kemenag Rohul, H. Zulkifli Syarif, S.Ag., M.Pd.I., turut berpesan agar para santri membekali diri dengan pengetahuan agama, penguasaan teknologi, serta akhlak mulia.

Bekal tersebut dinilai penting agar santri dapat berkontribusi dalam pembangunan Indonesia pada masa mendatang.

Zulkifli juga menyampaikan apresiasi atas terbentuknya Direktorat Jenderal Pesantren di bawah Kementerian Agama Republik Indonesia pada masa pemerintahan Presiden Prabowo Subianto.

Kehadiran unit eselon I tersebut dinilai menjadi peluang untuk mendorong peningkatan kualitas fasilitas dan pembelajaran di pondok pesantren.

Upacara Hari Santri di Rohul turut dihadiri Kepala Kemenhaj Rohul H. Martilevi Saleh, Kepala Dinas Pendidikan Alreza Ahyu, jajaran kepala sekolah madrasah dan pondok pesantren, serta para tokoh ulama dan umaro se-Kabupaten Rohul.

Melalui peringatan ini, para santri diharapkan terus meningkatkan kapasitas diri tanpa meninggalkan nilai-nilai keagamaan. Perpaduan ilmu, teknologi, inovasi, dan akhlak mulia menjadi bekal penting bagi generasi santri untuk berkontribusi dalam mewujudkan Indonesia Emas 2045. (adv)

Share to: