Bupati Rohul Ajukan Tambahan Modal Rp34 Miliar untuk Tiga BUMD
Bupati Rokan Hulu Anton mengajukan tiga Ranperda penyertaan modal untuk Bank Riau Kepri Syariah, BPR Rohul, dan Perumda Rokan Hulu Jaya dengan total tambahan sekitar Rp34,586 miliar. Pengajuan disampaikan dalam rapat paripurna DPRD Rohul, Senin (4/5/2026).

RINGKASAN BERITA:
- Tiga Ranperda penyertaan modal diajukan dengan total tambahan sekitar Rp34,586 miliar dari APBD, yakni Rp11,719 miliar untuk Bank Riau Kepri Syariah, Rp15 miliar untuk BPR Rohul, dan Rp7,867 miliar untuk Perumda RHJ.
- Tambahan modal ditujukan untuk meningkatkan PAD, mendorong pertumbuhan ekonomi, dan memperbaiki pelayanan kepada masyarakat Rohul.
- Sejak BPR Rohul berdiri pada 2007 hingga 2024, penyertaan modal yang telah diberikan Pemkab mencapai Rp10 miliar.
RIAUCERDAS, PASIR PENGARAIAN – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Rokan Hulu (Rohul) berencana menambah penyertaan modal ke tiga badan usaha milik daerah (BUMD) dengan total sekitar Rp34,586 miliar yang bersumber dari APBD.
Rencana itu dituangkan dalam tiga Rancangan Peraturan Daerah (Ranperda) yang diserahkan Bupati Rohul Anton, ST, MM, dalam rapat paripurna DPRD Rohul, Senin (4/5/2026).
Rapat dipimpin Ketua DPRD Rohul Hj Sumiartini. Hadir pula Wakil Ketua DPRD Nono Patria Pratama, SE, Penjabat (Pj) Sekda Rohul Drs H Yusmar, MSi, dan Sekretaris DPRD El Bizri, SSTP, MSi, bersama puluhan anggota DPRD dan kepala organisasi perangkat daerah (OPD) di lingkungan Pemkab Rohul.
Anton menyebut ketiga Ranperda merupakan langkah strategis untuk memperkuat permodalan BUMD dan lembaga keuangan daerah. Menurut dia, tambahan modal ditujukan untuk mendongkrak Pendapatan Asli Daerah (PAD), mendorong pertumbuhan ekonomi, dan meningkatkan kualitas layanan kepada masyarakat.
“Harapan kita seperti itu semoga bisa menambah PAD kita,” terang Bupati. Dijelaskan dia, Ranperda pertama mengatur penyertaan modal kepada PT Bank Riau Kepri Syariah (Perseroda).
Modal yang sudah direalisasikan Pemkab Rohul sejauh ini mencapai Rp8,28 miliar, dan melalui Ranperda ini diusulkan tambahan Rp11,719 miliar.Ranperda kedua menyasar PT Bank Perekonomian Rakyat (BPR) Daerah Rokan Hulu (Perseroda).
Anton menilai penguatan modal penting untuk memperkokoh struktur keuangan bank daerah tersebut. Sejak berdiri pada 2007 hingga 2024, penyertaan modal yang telah diberikan sebesar Rp10 miliar, dan kini diusulkan tambahan Rp15 miliar.
“Sejak berdiri tahun 2007 hingga 2024, penyertaan modal yang telah diberikan sebesar Rp10 miliar. Melalui Ranperda ini, kita usulkan penambahan sebesar Rp15 miliar guna memenuhi modal dasar BUMD Rohul,” kata Anton.
Adapun Ranperda ketiga berkaitan dengan Perusahaan Umum Daerah (Perumda) Rokan Hulu Jaya (RHJ). Realisasi penyertaan modal ke perusahaan itu sejauh ini sekitar Rp2,225 miliar, dengan rencana tambahan Rp7,867 miliar.
Bupati menyebut Perumda RHJ berperan penting dalam meningkatkan kapasitas usaha daerah. “Perumda RHJ memiliki peran penting dalam meningkatkan kapasitas usaha daerah. Dengan tambahan modal, kita harapkan kinerja perusahaan semakin optimal dan berdampak langsung terhadap perekonomian masyarakat,” ungkapnya.
Anton menambahkan, ketiga Ranperda disusun dengan mengacu pada Peraturan Pemerintah Nomor 12 Tahun 2019 serta Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 77 Tahun 2020 tentang pengelolaan keuangan daerah. (adv)
