Pj Sekda Hadiri Tradisi Mandai Ulu Taon ke-500 di Rohul

Masyarakat Mandailing di Rokan Hulu menggelar tradisi makan bersama Mandai Ulu Taon di Desa Rambah Tengah Barat, Kecamatan Rambah, Rabu (20/5/2026). Pj Sekda Rohul Yusmar menyebut kegiatan ini sarana pelestarian budaya dan silaturahmi, sedangkan panitia menyebutnya sebagai pelaksanaan ke-500.

Pj Sekretaris Daerah Rokan Hulu, Yusmar tampak ikut mengikuti tradisi Mandai Ulu Taon ke-500 yang digelar di Bagas Rarangan Boru Namora Suri Andung Jati Huta Haiti, Desa Rambah Tengah Barat pada Rabu (20/5/2026). (Sumber: Diskominfo Rohul)

RINGKASAN BERITA:

  • Tradisi Mandai Ulu Taon digelar di Desa Rambah Tengah Barat, Kecamatan Rambah, Rabu (20/5/2026), dihadiri Pj Sekda Rohul Yusmar.
  • Kegiatan makan bersama masyarakat Mandailing ini mengenang perjuangan Boru Namora Suri Andung Jati dan masuknya Kerajaan Suri Andung Jati.
  • Panitia menyebut tahun ini sebagai pelaksanaan ke-500, dan menegaskan pentingnya pelestarian agar tradisi tidak hilang.

RIAUCERDAS, PASIR PENGARAIAN – Ratusan warga Rokan Hulu (Rohul) memadati Bagas Rarangan Boru Namora Suri Andung Jati, Huta Haiti, Desa Rambah Tengah Barat, Kecamatan Rambah, dalam tradisi Mandai Ulu Taon, Rabu (20/5/2026). Kegiatan ini disebut sebagai upaya pelestarian budaya sekaligus ajang silaturahmi.

“Kegiatan ini bukan hanya sebagai kegiatan seremonial, tapi juga menjadi kegiatan pelestarian budaya,” ungkap Penjabat (Pj) Sekretaris Daerah (Sekda) Rohul, Drs Yusmar MSi.

Hadir pula Kepala Dinas Pariwisata H. Helfiskar, SH, MH, Kepala Dinas Kesbangpol Gorneng, S.Sos, M.Si, Wakil Ketua III DPRD Provinsi Riau Budiman Lubis, Raja 5 Luhak, unsur Forkopimda, dan para tokoh adat.

Yusmar mengatakan tradisi ini dapat menumbuhkan kebersamaan dan menjadi edukasi bagi generasi muda agar tetap mengenal dan melaksanakannya.

“Mari jadikan kegiatan ini sebagai momentum untuk mempererat tali silaturahmi, kebersamaan dan gotong royong di tengah masyarakat, dan semoga adat Mandailing tetap terjaga untuk generasi selanjutnya,” kata dia.

Yusmar berharap Mandai Ulu Taon mempersatukan berbagai lapisan masyarakat Desa Rambah melalui budaya yang terpelihara sejak dahulu.

“Juga tentu ini merupakan ajang silaturahmi antara tokoh-tokoh adat, raja-raja adat, serta masyarakat. Dengan adanya momentum seperti ini kita bisa berdiskusi bagaimana memfungsikan dan memberdayakan nilai-nilai adat,” tuturnya.

Sementara, Ketua Pelaksana, Jamaluddin, menjelaskan kegiatan ini digelar untuk mengenang perjuangan Boru Namora Suri Andung Jati, raja perempuan asal Tapanuli Selatan, serta masuknya Kerajaan Suri Andung Jati di Kecamatan Rambah ratusan tahun silam.

“Tradisi Mandai Ulu Taon ini telah turun-temurun dilaksanakan setiap tahun, di dalamnya terkandung nilai adat dan budaya. Kita memang beragam suku, tapi tetap menjunjung semangat persatuan dan kegotongroyongan,” terangnya.

Mandai Ulu Taon merupakan kegiatan makan bersama masyarakat suku Mandailing di Rohul. Tradisi ini diwariskan turun-temurun dan dilaksanakan pada hari Rabu. Tahun ini disebut sebagai pelaksanaan ke-500.

Jamaluddin menambahkan, kegiatan ini digelar atas peran serta seluruh masyarakat Napitu Huta, sebagai bentuk syukur kepada Sang Pencipta. Menurutnya, sejarah dan tradisi makan bersama ini harus dilestarikan agar tidak hilang tergerus zaman. (adv)

Share to: