Inspeksi Mendadak Bupati Rohul di RSUD, Temukan Kekurangan Layanan

Saat melakukan sidak di RSUD Rohul, Bupati Anton mendapati keluarga pasien duduk lesehan di lantai serta menyoroti komunikasi perawat yang dinilai kurang optimal.

Bupati Rokan Hulu, Anton menyalami warga saat inspeksi mendadak di RSUD Rokan Hulu pada Jumat (10/4/2026). (Sumber: Diskominfo Rohul)

RINGKASAN BERITA:

  • Bupati Anton mendapati keluarga pasien harus duduk lesehan di lantai akibat minimnya penyediaan tempat duduk di ruang tunggu RSUD.
  • ​Orang nomor satu di Rohul menilai interaksi serta penyampaian informasi dari perawat kepada pasien dan keluarga masih jauh dari kata memuaskan.
  • ​Tenaga kesehatan dan staf rumah sakit diperintahkan secara tegas untuk mengedepankan profesionalisme, kesopanan, dan kepedulian demi memulihkan kepercayaan publik.

RIAUCERDAS, PASIR PENGARAIAN – Minimnya ketersediaan tempat duduk bagi keluarga pasien yang sedang menunggu menjadi salah satu temuan mendasar saat Bupati Rokan Hulu (Rohul), Anton, melakukan peninjauan mendadak di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Rohul pada Jumat (10/4/2026).

​Pemandangan tersebut terlihat ketika Bupati Anton menyusuri berbagai area rumah sakit, mulai dari meja informasi, ruang rawat inap, hingga area penunjang lainnya.

Di sela-sela inspeksi tersebut, ia menyempatkan diri menyapa para petugas pengamanan serta menyambangi jajaran keluarga pasien yang terpaksa menggelar alas di lorong gedung.

​”Kurang tempat duduknya Bu? tanya Anton kepada ibu-ibu yang duduk di lantai. Dia kemudian menyalami keluarga pasien tersebut. ​

Kunjungan lapangan kepala daerah ini dibenarkan oleh Direktur RSUD Rohul, dr. Zuldi Afki. Ia mengonfirmasi bahwa pimpinan daerah tersebut memantau secara langsung proses operasional medis sekaligus berinteraksi aktif dengan warga yang berada di lokasi. ​”Pak bupati tadi datang ke sini,” kata Zuldi Afki, Jumat (10/4/2026).

​”Lihat langsung pelayanan kita. Ngomong juga ke pasien dan keluarga pasien,” kata Zuldi menambahkan.

​Dari hasil dialog dan pemantauan langsung di berbagai sudut ruangan. Termasuk pos perawat dan ruang perawatan. Bupati Anton mengidentifikasi sejumlah kelamahan mendasar pada manajemen rumah sakit.

Evaluasi menampakkan bahwa mutu mutu layanan publik di fasilitas kesehatan milik daerah tersebut masih memerlukan perbaikan signifikan.

Dua poin utama yang menjadi sorotan tajam bupati meliputi lemahnya tata cara komunikasi staf keperawatan terhadap pasien maupun kerabatnya, serta minimnya transparansi alur informasi medis yang disampaikan kepada pihak keluarga.

​Menanggapi berbagai kelemahan tersebut, Bupati Anton menekankan instruksi tegas agar seluruh jajaran medis maupun elemen pegawai RSUD Rohul segera membenahi pola kerja dengan senantiasa menerapkan nilai-nilai kesantunan, kedisiplinan, serta rasa empati tinggi saat melayani masyarakat.

“Dengan pelayanan yang baik, kepercayaan masyarakat terhadap RSUD akan semakin meningkat,” tutur Bupati. (adv)

Share to: