Pemkab Rohul Siapkan 145 Masjid Paripurna untuk GSSB
Pemkab Rokan Hulu akan mengoptimalkan 145 masjid paripurna di desa dan kelurahan untuk memperkuat Gerakan Salat Subuh Berjemaah (GSSB). Selain memperkuat syiar Islam, kegiatan ini diarahkan menjadi ruang pembinaan umat dan penyampaian aspirasi masyarakat.

RINGKASAN BERITA:
- Sebanyak 145 masjid paripurna di Rohul akan menjadi lokasi kegiatan GSSB.
- GSSB direncanakan berlangsung dua kali setiap bulan.
- Masjid juga diarahkan menjadi ruang pemerintah menyerap keluhan dan aspirasi masyarakat.
RIAUCERDAS, PASIR PENGARAIAN – Pemerintah Kabupaten Rokan Hulu (Rohul) akan memanfaatkan 145 masjid paripurna yang tersebar di desa dan kelurahan untuk memperkuat Gerakan Salat Subuh Berjemaah (GSSB).
Kegiatan yang dijadwalkan dua kali dalam sebulan tersebut tidak hanya diarahkan untuk meningkatkan syiar Islam, tetapi juga menjadi wadah pembinaan umat dan penyampaian aspirasi masyarakat.
Program tersebut menjadi salah satu upaya Pemkab Rohul dalam mendukung pembangunan masyarakat yang religius.
GSSB juga menjadi salah satu program unggulan yang mendukung visi dan misi Bupati Rohul Anton bersama Wakil Bupati Syafaruddin Poti.
Wakil Bupati Rohul Syafaruddin Poti mengatakan kegiatan GSSB dapat mempererat hubungan antara pemerintah daerah dengan masyarakat.
Selain menjalankan ibadah bersama, kegiatan tersebut menjadi kesempatan untuk membangun silaturahmi.
“Kegiatan ini senantiasa dilaksanakan untuk mempererat tali silaturahmi antara pemerintah daerah dan masyarakat,” ujar Wabup.
Menurutnya, pelaksanaan GSSB juga ditujukan untuk memakmurkan masjid dan memperkuat ukhuwah islamiyah di Kabupaten Rohul.
Masyarakat diajak untuk menjaga istiqomah dalam menjalankan ibadah.
Rencana penguatan GSSB tersebut sejalan dengan pemanfaatan masjid paripurna yang berada di seluruh desa dan kelurahan di Rohul.
Sebanyak 145 masjid akan digunakan sebagai lokasi kegiatan yang dilaksanakan secara berkala dua kali setiap bulan.
Pemkab Rohul melihat masjid bukan hanya sebagai tempat pelaksanaan ibadah, tetapi juga sebagai pusat pembinaan umat.
Melalui GSSB, fungsi masjid di tengah masyarakat diharapkan semakin kuat sekaligus menjadi bagian dari pengembangan syiar Islam.
Kegiatan tersebut juga dapat menjadi ruang bagi masyarakat untuk menyampaikan berbagai persoalan kepada pemerintah daerah.
Aspirasi maupun keluhan yang muncul dalam kegiatan bersama masyarakat dapat menjadi bahan yang ditangkap oleh pemerintah.
Pelaksanaan GSSB sebelumnya juga diikuti Syafaruddin Poti saat berada di Desa Koto Baru, Kecamatan Kunto Darussalam.
Pada Kamis dini hari (16/7/2026), setelah menghadiri nonton bareng pertandingan semifinal Piala Dunia 2026 di depan Pasar Desa Koto Baru, Wabup bergeser ke Masjid Al-Barokah, Dusun Suka Maju.
Di masjid tersebut, Syafaruddin Poti mengikuti GSSB bersama masyarakat.
Kehadiran dalam kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah daerah mendekatkan diri dengan masyarakat sekaligus menjalankan kegiatan keagamaan bersama.
Dengan pemanfaatan 145 masjid paripurna, Pemkab Rohul akan terus menggalakkan GSSB sebagai salah satu sarana memperkuat kehidupan keagamaan, pembinaan umat, serta hubungan antara pemerintah dan masyarakat. (adv)
