Kemendikdasmen Targetkan 71.744 Sekolah Direvitalisasi pada 2026
Kemendikdasmen menargetkan revitalisasi 71.744 satuan pendidikan pada 2026, dengan prioritas sekolah terdampak bencana, wilayah 3T, dan satuan pendidikan yang mengalami kerusakan berat. Program tersebut berjalan bersamaan dengan perluasan digitalisasi pembelajaran.

- Kemendikdasmen menargetkan 71.744 satuan pendidikan direvitalisasi pada 2026.
- Sekolah terdampak bencana, wilayah 3T, dan satuan pendidikan dengan kerusakan berat menjadi prioritas revitalisasi.
- Digitalisasi pembelajaran diperluas melalui IFP, laptop, materi pembelajaran, dan peningkatan kapasitas guru.
RIAUCERDAS, JAWA TIMUR – Pemerintah menargetkan perbaikan kondisi satuan pendidikan secara lebih luas pada 2026 melalui program Revitalisasi Satuan Pendidikan.
Kemendikdasmen menyiapkan revitalisasi bagi 71.744 satuan pendidikan sebagai bagian dari penguatan kualitas layanan pendidikan.
Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu’ti menyampaikan hal tersebut dalam kegiatan Penguatan Implementasi Program Prioritas dan Revitalisasi Satuan Pendidikan di Jawa Timur.
Revitalisasi menjadi salah satu program prioritas pemerintah bersama Digitalisasi Pembelajaran.
Pada 2025, sebanyak 16.167 satuan pendidikan telah mendapatkan revitalisasi.
Jumlah tersebut ditargetkan meningkat pada 2026 melalui dukungan tambahan anggaran dan APBN.
Revitalisasi tahun ini diprioritaskan bagi sekolah yang terdampak bencana, berada di daerah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T), serta satuan pendidikan dengan tingkat kerusakan berat.
Pelaksanaannya menggunakan mekanisme swakelola. Menurut Abdul Mu’ti, pola tersebut memungkinkan pembangunan dikelola secara langsung dan disesuaikan dengan kebutuhan setiap sekolah.
Mekanisme ini juga melibatkan masyarakat sekitar sehingga aktivitas pembangunan dapat ikut menggerakkan perekonomian setempat.
Mendikdasmen meminta seluruh pihak ikut mengawal pelaksanaan program agar bantuan dan pembangunan diberikan sesuai sasaran.
“Saya ingin mengajak semua kita untuk mendukung program ini. Jangan ada yang mengganggu program ini untuk kepentingan pribadi,” ujar Abdul Mu’ti.
Selain pembenahan sarana fisik, pemerintah menjalankan Digitalisasi Pembelajaran untuk mendukung proses belajar yang lebih menarik dan bermakna.
Program tersebut mencakup penyediaan Interactive Flat Panel (IFP), pelatihan guru, bantuan laptop, serta materi pembelajaran dalam media penyimpanan.Penyediaan IFP akan diperluas pada 2026.
Pemerintah menyiapkan tambahan perangkat dengan target setiap satuan pendidikan dapat memperoleh tiga IFP.
Bersamaan dengan itu, kapasitas guru dalam memanfaatkan teknologi pembelajaran juga ditingkatkan melalui pelatihan.
Abdul Mu’ti menjelaskan, penguatan pendidikan tidak hanya bertumpu pada fasilitas fisik.
Pemerintah juga membangun empat fondasi yang mencakup infrastruktur fisik melalui revitalisasi dan digitalisasi, peningkatan kualitas pendidik dan tenaga kependidikan, penguatan pendidikan karakter, serta regulasi yang mendukung pendidikan bermutu.
Di Jawa Timur, dukungan revitalisasi pada 2026 diberikan kepada 248 SMA, 307 SMK, dan 121 SLB, termasuk satuan pendidikan yang berada di daerah 3T.
Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur Aries Agung Paewai mengapresiasi dukungan pemerintah pusat terhadap satuan pendidikan di wilayah tersebut, termasuk sekolah yang membutuhkan afirmasi.
“Salah satu program nasional yang sangat kami rasakan dampaknya adalah Revitalisasi Satuan Pendidikan. Atas nama Pemerintah Provinsi Jawa Timur dan seluruh keluarga besar pendidikan di Provinsi Jawa Timur, kami menyampaikan terima kasih kepada Bapak Presiden Republik Indonesia, Bapak Menteri, dan seluruh jajarannya,” ujar Aries.
Menurut Aries, pembenahan sekolah tidak hanya berkaitan dengan kondisi bangunan, tetapi juga harus berlanjut pada peningkatan proses pembelajaran di dalamnya.
“Bagi kami, revitalisasi bukan hanya soal memperbaiki gedung atau tembok. Revitalisasi harus menghidupkan kembali semangat sekolah. Gedung boleh baru, tetapi yang jauh lebih penting [adalah] bagaimana di dalam gedung ini lahir pembelajaran yang lebih baik,” tandasnya. (*)
