Sah, APBD Perubahan Rohul Rp1,87 Triliun

APBD Perubahan Kabupaten Rokan Hulu 2026 resmi disahkan dengan total anggaran Rp1,873 triliun. Setelah pengesahan, Pemkab Rohul menargetkan optimalisasi pendapatan daerah dengan menggali sumber penerimaan yang selama ini belum maksimal.

Bupati Rokan Hulu, Anton bersama ketua DPRD Rohul Hj Sumiartini menunjukkan dokumen APBD Perubahan 2026 yang sudah disahkan, Senin (28/9/2026) malam. (Sumber:Diskominfo Rohul)

RINGKASAN BERITA:

  • APBD Perubahan Rohul 2026 ditetapkan sebesar Rp1,873 triliun.
  • Pendapatan daerah diproyeksikan Rp1,821 triliun, dengan PAD Rp283,25 miliar.
  • Pemkab Rohul akan mengoptimalkan sumber-sumber penerimaan daerah yang belum maksimal.

RIAUCERDAS, PASIR PENGARAIAN – Pemerintah Kabupaten Rokan Hulu (Rohul) akan mengoptimalkan penggalian sumber-sumber penerimaan daerah yang selama ini dinilai belum maksimal setelah APBD Perubahan 2026 disahkan.

Upaya tersebut menjadi bagian dari komitmen pemerintah daerah untuk merealisasikan target pendapatan dan mendukung pembangunan di Rohul.

APBD Perubahan Rohul 2026 resmi disahkan dalam rapat paripurna DPRD Rohul, Senin (28/9/2026) malam.

Total anggaran yang ditetapkan mencapai Rp1.873.818.841.664,49.Rapat paripurna dipimpin Ketua DPRD Rohul Hj Sumiartini bersama jajaran wakil ketua.

Dari pihak eksekutif, hadir Bupati Anton bersama para pimpinan organisasi perangkat daerah (OPD).

Dalam sambutannya, Bupati Anton menyampaikan apresiasi kepada pimpinan dan anggota DPRD Rohul yang telah menyelesaikan pembahasan hingga pengesahan APBD Perubahan 2026.

Menurutnya, setelah disahkan DPRD, APBD Perubahan tersebut selanjutnya memasuki tahapan evaluasi oleh Gubernur Riau sebelum dilaksanakan.

“Seluruh upaya ini kita harapkan dapat bermuara pada kepentingan masyarakat. Insyaallah bersama membangun negeri akan kita capai,” terang Anton.

Dalam APBD Perubahan tersebut, pendapatan daerah ditetapkan sebesar Rp1,821 triliun.

Komponen pendapatan itu terdiri atas Pendapatan Asli Daerah (PAD) Rp283,25 miliar, pendapatan transfer Rp1,538 triliun, serta lain-lain pendapatan daerah yang sah sekitar Rp5,17 juta.

Sementara itu, total belanja daerah mencapai Rp1,873 triliun.

Anggaran tersebut terdiri dari belanja operasi Rp1,427 triliun, belanja modal Rp205,54 miliar, belanja transfer Rp239,46 miliar, dan belanja tidak terduga Rp1,5 miliar.

Pada komponen pembiayaan, pemerintah daerah bersama DPRD menyepakati penerimaan pembiayaan sebesar Rp51,87 miliar.

Dengan struktur anggaran tersebut, Pemkab Rohul menaruh perhatian pada upaya meningkatkan kemampuan daerah dalam merealisasikan target pendapatan.

Salah satu langkah yang didorong adalah mengidentifikasi serta mengoptimalkan sumber penerimaan yang belum digarap secara maksimal.

“Kita komit merealisasikan target pendapatan, khususnya dengan menggali sumber-sumber penerimaan daerah yang selama ini belum maksimal,” paparnya.

Anton berharap upaya tersebut mendapat dukungan dari seluruh pihak sehingga potensi pendapatan daerah dapat dimaksimalkan untuk mendukung pembangunan Rohul ke depan.APBD Perubahan 2026 selanjutnya menunggu hasil evaluasi Gubernur Riau sebelum masuk ke tahap pelaksanaan. (adv)

Share to: