Lulusan Umri Dilirik Bekerja di Jepang, Siapkan Pelatihan Bahasa Enam Bulan
Umri menjalin kerja sama dengan perusahaan Jepang untuk membuka peluang kerja bagi lulusannya. Peserta akan mengikuti pelatihan bahasa Jepang selama enam bulan sebelum kontrak kerja tiga tahun.

RINGKASAN BERITA:
- Umri menjalin kerja sama dengan perusahaan Jepang untuk membuka peluang penempatan lulusan, terutama dari bidang teknik dan permesinan.
- Lulusan yang berminat akan difasilitasi mengikuti pelatihan bahasa Jepang intensif selama enam bulan.
- Setelah dinyatakan siap, peserta berpeluang menjalani kontrak kerja selama tiga tahun dan dapat mencari informasi melalui Kantor Urusan Internasional dan Kerja Sama (KUIK) Umri.
RIAUCERDAS, PEKANBARU –Lulusan Universitas Muhammadiyah Riau (Umri) berpeluang membangun karier di Jepang melalui kerja sama penempatan tenaga kerja yang dijalin universitas dengan perusahaan asal Negeri Sakura tersebut.
Program itu disampaikan Rektor Umri, Dr. Saidul Amin, M.A., dalam rangkaian Sidang Senat Terbuka Wisuda XXXI Program Pascasarjana, Sarjana dan Diploma III pada Sabtu (24/10/2026).
Untuk diketahui, dalam wisuda ini total 1.351 orang yang dikukuhkan. Wisuda dilaksanakan dalam dua sesi. Sesi pertama, Sabtu diikuti 711 wisudawan. Lalu sesi kedua, Minggu (25/10/2026) diikuti 640 orang.
Dalam paparannya, Rektor menyebut kerja sama tersebut membuka kesempatan bagi alumni Umri untuk memasuki dunia kerja internasional, terutama pada sektor yang membutuhkan tenaga terampil di bidang teknik dan permesinan.
Program ini juga dirancang dengan dukungan pelatihan bahasa Jepang agar calon pekerja memiliki bekal komunikasi sebelum memasuki lingkungan kerja.
Melalui skema tersebut, Umri berupaya memperluas peluang karier alumninya sekaligus memperkuat hubungan antara pendidikan tinggi dan kebutuhan tenaga kerja di tingkat internasional.
Rektor bilang, sektor engineering atau teknik menjadi salah satu fokus utama dalam program penempatan ini. Perusahaan mitra dari Jepang disebut membutuhkan tenaga kerja di bidang permesinan dan teknik, sehingga lulusan dari rumpun program studi teknik Umri memiliki peluang untuk mengikuti program tersebut.
Meski demikian, calon peserta perlu mengikuti tahapan yang disiapkan sebelum dapat bekerja di perusahaan mitra. Kesiapan keterampilan, kemampuan berkomunikasi, dan pemahaman terhadap lingkungan kerja menjadi bagian penting dalam proses persiapan.
Salah satu tahapan utama program ini adalah pelatihan bahasa Jepang secara intensif selama enam bulan yang akan difasilitasi oleh kampus.
Pelatihan tersebut dimaksudkan untuk membantu peserta mempersiapkan kemampuan komunikasi dan adaptasi sebelum bekerja di Jepang.
Setelah menyelesaikan pelatihan dan dinyatakan siap, peserta berpeluang menjalani kontrak kerja selama tiga tahun di perusahaan Jepang yang menjadi mitra kerja sama.
Skema ini memberikan jalur persiapan yang terintegrasi, mulai dari pendaftaran melalui kampus hingga pelatihan sebelum penempatan. Namun, calon peserta tetap perlu memastikan persyaratan seleksi, ketentuan kontrak, dan prosedur keberangkatan melalui pihak Umri.
Umri menyatakan bahwa program tersebut dijalankan melalui kerja sama institusional. Alumni yang tertarik dapat mencari informasi dan mendaftar melalui fasilitas layanan karier di lingkungan kampus, tanpa harus mengurus penempatan secara mandiri melalui lembaga pelatihan kerja eksternal.
Informasi lebih lanjut mengenai persyaratan administrasi, proses seleksi, serta jadwal pembukaan kelas pelatihan bahasa Jepang dapat ditanyakan langsung kepada Kantor Urusan Internasional dan Kerja Sama (KUIK) Umri.
Disampaikan Saidul, program ini diharapkan menjadi salah satu upaya internasionalisasi alumni sekaligus memperluas akses lulusan terhadap kesempatan kerja lintas negara.
Selain mencari nafkah, Rektor juga menekankan hidden agenda yang bisa dilakukan selama di Jepang. Yaitu, mensyiarkan semangat Muhammadiyah menghadirkan Islam yang rahmatan lil alamin (*)
