Integrasikan Audit Modern dan Nilai Keimanan, Umri Tuan Rumah Rakornas Konsorsium IA-PTMA
Umri jadi tuan rumah Workshop dan Rakornas Konsorsium IA-PTMA, tekankan pentingnya penguatan tata kelola PTMA melalui kombinasi audit profesi dan nilai Ilahi.

RINGKASAN BERITA:
- Rektor Umri menekankan keunggulan audit di lingkungan PTMA yang memadukan keahlian profesi dengan landasan spiritual dan nilai Al-Islam Kemuhammadiyahan.
- Auditor internal tidak lagi sekadar mencari kesalahan, melainkan bertransformasi menjadi mitra strategis dan trusted advisor untuk peringatan dini risiko organisasi.
- Perguruan tinggi diminta siap menghadapi lima tantangan utama, mulai dari keberlanjutan finansial, era digitalisasi dan AI, kerumitan regulasi, risiko reputasi, hingga kompetisi global.
RIAUCERDAS, PEKANBARU – Penguatan tata kelola perguruan tinggi tidak hanya menuntut penerapan teknologi dan instrumen audit modern, tetapi juga landasan moral yang kokoh.
Keunggulan tata lembaga akademis Muhammadiyah justru terletak pada penggabungan antara kecakapan audit profesional dan pendekatan spiritual atau audit Ilahi.
Prinsip tersebut menjadi sorotan utama dalam pembukaan Workshop dan Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Konsorsium Internal Audit Perguruan Tinggi Muhammadiyah dan ‘Aisyiyah (IA-PTMA) yang digelar di Universitas Muhammadiyah Riau (Umri), Kamis (29/10/2026).
Rektor Umri, Dr. Saidul Amin, M.A., menegaskan bahwa peran Satuan Pengawas Internal (SPI) sangat krusial bagi keberlangsungan institusi. Menurutnya, pengembangan keilmuan audit memang harus terus mengikuti zaman, tetapi pembenahan sisi kejiwaan dan ketakwaan tetap menjadi pondasi paling mendasar.
“Sebab sesungguhnya disinilah kelebihan kita dari perguruan tinggi lain. Karena audit kita menggabungkan audit profesi dan audit Ilahi. Di sinilah, materi Al Islam Kemuhammadiyahan itu diperlakukan,” tuturnya.
Ketua Panitia Pelaksana, Dr. Zul Azmi, menyampaikan bahwa agenda ini diikuti oleh 22 peserta dari pelbagai daerah di Indonesia, mulai dari Jawa, Kalimantan, Sulawesi, Kepulauan Selayar, hingga Sumatra.
Rangkaian acara yang dihadiri dua rektor dan 14 wakil rektor ini dikemas dalam bentuk pelatihan laporan keuangan, perpajakan, hingga strategi pengembangan World University Governance.
Pada kesempatan yang sama, Ketua Umum Konsorsium IA-PTMA, Dr. Banu Witono, menggarisbawahi pesatnya transformasi digital dan kompleksitas masalah yang dihadapi kampus saat ini.
Ia menyebut audit internal perlu bergeser dari sekadar pengawasan administratif menjadi instrumen mitigasi risiko demi mewujudkan PTMA yang unggul dan akuntabel.
Sementara itu, Ketua LPPK sekaligus Wakil Ketua III Majelis Diktilitbang PP Muhammadiyah, Prof. Dr. Mahfud Sholihin, selaku pembicara kunci memaparkan lima aspek yang mengubah lanskap risiko perguruan tinggi, yakni keberlanjutan finansial, digitalisasi dan kecerdasan buatan (AI), kompleksitas regulasi, risiko reputasi, serta daya saing institusi.
Ia mengimbau pimpinan perguruan tinggi untuk menempatkan SPI sebagai mitra strategis dalam memberikan dampak perbaikan yang nyata bagi kelembagaan.
“Ukuran keberhasilan bukan banyaknya temuan, tetapi kualitas perbaikan yang terjadi,” tuturnya. (*)
