1.351 Calon Wisudawan Umri Ikuti Baitul Arqam, Dibekali AIK hingga Dunia Kerja

Sebanyak 1.351 mahasiswa Universitas Muhammadiyah Riau (Umri) mengikuti Baitul Arqam dan Pembekalan Purna Studi Calon Wisudawan 2026. Kegiatan ini diarahkan untuk memperkuat pemahaman Al Islam Kemuhammadiyahan sekaligus mempersiapkan mahasiswa menghadapi dunia kerja dan kehidupan bermasyarakat.

Foto bersama saat pembukaan Baitul Arqam dan Pembekalan Purna Studi bagi calon wisudawan Universitas Muhammadiyah Riau, Kamis (24/9/2026) di Pekanbaru. (Sumber: Humas Umri)

  • 1.351 mahasiswa Umri mengikuti pembekalan calon wisudawan yang berlangsung dalam dua gelombang pada 24-27 September 2026.
  • Materi tidak hanya berfokus pada Al Islam Kemuhammadiyahan, tetapi juga memberikan wawasan untuk menghadapi dunia kerja dan kehidupan bermasyarakat.
  • Calon lulusan didorong menyeimbangkan kompetensi profesional dengan iman dan ketakwaan sebelum kembali berkontribusi di tengah masyarakat.

RIAUCERDAS, PEKANBARU – Sebanyak 1.351 calon wisudawan Universitas Muhammadiyah Riau (Umri) mendapat pembekalan keislaman, kemuhammadiyahan, hingga persiapan menghadapi kehidupan setelah lulus.

Pembekalan tersebut dikemas melalui kegiatan Baitul Arqam dan Pembekalan Purna Studi Calon Wisudawan 2026 yang dimulai Kamis (24/9/2026).

Kegiatan tersebut berlangsung dalam dua gelombang selama empat hari, yakni 24 hingga 27 September 2026. Gelombang pertama diikuti 703 peserta pada 24 dan 25 September, sedangkan gelombang kedua diikuti 648 peserta pada 26 dan 27 September.

Ketua Panitia Pelaksana Leni Wahyuni Kamal, S.PI., M.M mengatakan Baitul Arqam menjadi bagian dari upaya Umri memperkuat kembali pemahaman mahasiswa mengenai Al Islam Kemuhammadiyahan (AIK) serta kaderisasi persyarikatan sebelum mereka menyelesaikan pendidikan.

Selain materi AIK, peserta memperoleh wawasan yang berkaitan dengan dunia kerja dan kehidupan sosial.

Materi disampaikan oleh dosen dan praktisi, instruktur dari MKPSDI Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM), serta unsur terkait lainnya.

“Kami berharap para peserta dapat menjadi kader penggerak persyarikatan dan mampu menghidupkan dakwah berkemajuan di mana pun ananda berada,” tuturnya.

Leni yang juga menjabat Kepala Biro Administrasi Akademik Umri menjelaskan kegiatan tersebut dilaksanakan secara luring dan daring.

Sejumlah unsur pimpinan dan sivitas akademika turut hadir, termasuk Ketua Badan Pembina Harian (BPH) Umri Prof. Dr. H. Muhammad Nazir, MA, jajaran wakil rektor, dosen, Master of Training MPKSDI, kepala biro, dekan fakultas, Direktur Sekolah Pascasarjana, ketua lembaga atau satuan, serta kepala UPT atau kantor.

Lulusan Diminta Seimbangkan Kompetensi dan Ketakwaan

Ketua BPH Umri Prof. Dr. H. Muhammad Nazir, MA mengajak para calon wisudawan melihat kembali masa pendidikan di kampus sebagai perjalanan yang memberikan ilmu, pengalaman, sekaligus keberkahan.

Ia berharap pengalaman positif yang diperoleh selama berada di Umri dapat menjadi bekal ketika para lulusan kembali ke lingkungan masing-masing dan berkontribusi bagi masyarakat.

Menurut Prof Nazir, kemampuan akademik dan profesional perlu berjalan bersama dengan keimanan dan ketakwaan.

Bekal profesional dinilai perlu disertai landasan spiritual ketika seseorang menjalankan peran di tengah masyarakat.

“Melalui kegiatan ini saya berharap dapat menambah wawasan dan semangat, serta menjadikan kita orang yang beriman dan bertakwa,” kata Prof Nazir.

Melalui pelaksanaan Baitul Arqam tersebut, Umri membekali calon wisudawan tidak hanya dengan penguatan nilai Al Islam Kemuhammadiyahan, tetapi juga wawasan yang relevan untuk menjalani kehidupan setelah menyelesaikan pendidikan di perguruan tinggi. (*)